Pesantren (Thawalib Putra Padang Panjang)

Bismillahirrahmanirrahim….

“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, dan untuk memeberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya’(Q.S. Attaubah : 122)”.

“Menuntut ilmu itu kewajiban setiap muslim dan muslimah “(Hadis).

“Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia” (Hadis).

*1. SEJARAH RINGKAS
Jauh sebelum tahun 1900 dibawah asuhan Syekh Abdullah Ahmad Perguruan Thawalib telah memulai pendidikannya dengan sisitim halaqah bertempat di Surau Jembatan Besi Padang Panjang, yang kemudian pada tahun 1991 dilanjutkan oleh DR. Abdul Karim Amarullah, seorang ulama besar yang baru pulang dari Mekah yang dikenal dengan sebutan Inyiak Rasul (ayah alm. Buya Hamka). Beliau sekaligus merubah sistim belajar dari halaqah menjadi klasikal.
Pada tahun 1926 dibawah pimpinan Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim dibangun lokal belajar di jalan lubuk mata kucing (Kampus Thawalib Putra sekarang).
Mulai tahun 1959 Perguruan Thawalib dipimpin oleh H.Mawardy Muhammad, dan pada tahun 1974 membuka Perguruan Tinggi Fakultas Dakwah dan Publistik, Fakultas Syari’ah wal Qanun bersama-sama dengan Prof.KH. Zainal Abidin Ahmad (alumni Thawalib, mantan ketua parlemen RI, Wartawan dan Pengarang).Perguruan Thawalib dipimpin oleh murid-murid H. Mawardy Muhammad.
tAHUN 1989 Perguruan Thawalib menerima siswi khusus putri , tempat belajar asramanya terpisah dari Thawalib Putra.
Tahun 2002 Thawalib menambah lagi jenjang pendidikan, yaitu dengan mendirikan Taman Kanak-kanak Al Quran (tka), yang kemudian dilanjutkan membuka Madrasah Ibtidaiyah unggul Terpadu (MIUT) pada tahun 2004.
Saat ini Perguruan Thawalib telah berkembang dengan memilki empat jenjang pendidikan mulai TKA, MIUT, Madrasah Tsanawiyah dengan nama Thawalib A, Madrasah Aliyah dengan nama Kulliyatul ‘ulum el islamiyah (KUI)Putra dan Putri.

2. VISI & MISI

VISI
Terwujudnya pendidikan yang konsern dan konsisten, ysng Tafaqquh Fiddin (mendalami ilmu-ilmu agama Islam) agar siswa/i yang dididik menjadi muslim-muslimah yang berakhlaq mulia, cerdas, dan menguasai serta mengamalkan ilmu agama.

MISI
Menyelenggarakan pendidikan Islam yang berorientasi mutu, baik keilmuan maupun moral serta memproses anak didik untuk mendapatkan kecerdasan sosial untuk menuju masyarakat madani yang islami, dengan semangat ” Bangkit Menjawab Tantangan, Maju Memandu Perubahan”.

3. Tujuan Pendidikan
a. Mendidik para santri agar menjadi kader-kader umat untuk mendalami masala-masalah agama dalam bentuk pemahaman yang benar serta mengaplikasikannya dalam kehidupannya sehari-hari.

b. Membina para santri berprilaku islami dan berakhlak mulia yang mulia, melatih dan membiasakan santri berpuasa sunnah senin-kamis dan shalat malam, sehingga bisa menjadi contoh teladan dan ikutan yang baik bagi lingkungannya.

c. Mengarahkan para siswa untuk bisa menselaraskan dasar-dasar agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi modern dalam memenuhi kebutuhan hidup dunia dan akhirat.

4. TINGKAT PENGAJAR

Tenaga Pengajar di Thawalib Padang panjangsaat ini terdiri dari guruguru yang sudah berpengalaman dalam bidang pengetahuan agama dan umum sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negri, seperti :
Universitas Ibnu Su’ud Riyadh, Universitas al-Azhar Cairo, UNP, IAIN, Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat, Lipia Jakarta, Akademi Managemen Ilmu Komputer Padang, dll.

5. Kegiatan Ekstra
*Muhadharah 3 bahasa (indonesia, arab, inggris)
*Tahfizul quran
*Kaligrafi
*Kesenian : rebana, nasyid
*Keorganisasian
*OLAH RAGA
*PENCAK SILAT
*KEPRAMUKAAN

Sumber: http://na-sya84.blogspot.com/2007/08/pesantren-thawalib-putra-pada

0 komentar: