<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869</id><updated>2012-02-17T09:27:02.275+07:00</updated><title type='text'>Menuju Kemajuan Peradaban</title><subtitle type='html'>SELAMAT DATANG DI WEB SERBA-SERBI DENGAN BERBAGAI ARTIKEL MENARIK</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-5777761000355036299</id><published>2008-01-18T09:26:00.000+07:00</published><updated>2008-01-18T09:29:49.417+07:00</updated><title type='text'>Nilai Menurut Bertrand Russel</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kehidupan memaksa kita untuk mengadakan pilihan, mengukur sesuatu dari segi lebih baik atau lebih jelek dan untuk member formulasi tentang ukuran nilai. Kita memuji atau mencela, mengatakan bahwa suatu tindakan itu benar atau salah dan menyatakan pemandangan di muka kita itu “indah” atau “buruk”. Setiap individu mempunyai perasaan tentang nilai. Jika kita tidak melakukan pilihan kita sendiri, maka waktu atau teman-teman kita atau kekuatan-kekuatan luar lainnya akan menetapkan pilihan itu untuk kita, dan ini berarti penetapan kita juga. Oleh karena itu, maka soalnya bukan apakah kita harus atau tidak perlu mempunyai ukuran, keyakinan, kesetiaan atau idealism yang atas dasar-dasarnya kita mengatur kehidupan. Soalnya adalah apakah ukuran-ukuran tersebut harus konsisten atau tidak konsisten, harus mengembangkan kehidupan atau merusaknya. Menganggap sepi peran nilai berarti mempunyai gambaran yang keliru atau dari segi tentang manusia dan alam. Kebanyakan orang suka melihat kesopanan, keadilan, cinta dan pengabdian untuk tambahnya kebenaran serta berkurangnya kekejaman, kezaliman, kebencian, keburukan dan kepalsuan (Titus, 1984).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Pada kesempatan ini penulis akan membahas persoalan nilai ini dengan mengambil perspektif Bertrand Russel, seorang filsuf brilian. Dia hidup di tengah kecamuk perang dunia pertama dan kedua, perang dingin, dan merasakan pertempuran nilai pada abad XX. Situasi psikologis ini menjadikan pemikiran Bertrand Russel layak untuk kita kaji, karena begitu erat relevansinya dengan kehidupan kita pada awal dasawarsa abad XXI ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Tugas filsafat adalah memberikan pertimbangan dan kritik teoritis atas suatu pandangan/hal. Ada perbedaan mendasar antara filsafat dengan psikologi (Mudhofir, 2005). Meskipun demikian, ketika membahas pemikiran seorang filsuf, kita tidak bisa melepaskan diri dari aspek-aspek psikologis-sosiologis yang melatarbelakangi kehidupan sang filsuf. Oleh karena itu, sebelum memulai pembahasan inti makalah ini (sebagaimana yang tersirat di judul makalah), penulis akan menyajikan secara ringkas profil dari Bertrand Russel.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt; Profil Bertrand Russel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Profil Bertrand Russel yang penulis sampaikan pada sub bab ini, dikutip dari kata pengantar yang sampaikan oleh Michael Ruse, dalam pendahuluan buku Religion dan Sains, karangan Bertrand Russel. Berikut akan diulas secara singkat kehidupan filsuf sekaligus matematikawan Inggris ini.&lt;br /&gt;Bertrand Arthur William Russel, cucu dari negarawan Victorian Lord John Russel, dilahirkan di Inggris pada 1872. Setelah dididik secara privat pada masa kanak-kanak, Russel kemudian dikirim sebagai mahasiswa di Cambridge University untuk belajar matematika. Selama dua puluh tahun berikutnya, Russel bekerja secara intens dalam pelbagai kajian filosofis; meskipun, mengingat dia selalu terdorong oleh keprihatinan-keprihatinan sosial yang bersifat massif, ketertarikannya selalu saja melampaui penyelidikan-penyelidikan akademik yang sempit. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Selama Perang Dunia Pertama, Russel menjadi terkenal karena pasifisme (paham yang menentang penggunaan kekuatan dan kekerasan dalam kondisi apa pun; utamanya penentangan terhadap alasan-alasan yang membenarkan seseorang terlibat dalam perang bersenjata) yang terang-terangan dan pada akhirnya, mengakibatkan dirinya mendapatkan hukuman penjara selama enam bulan. Setelah perang selesai, aktivitas-aktivitas Russel menjadi semakin radikal dan terkenal. Yang paling penting adalah pendirian sebuah sekolah progresif, sekolah yang dimaksudkan untuk memberikan kemerdekaan yang genuine kepada anak-anak dan menghindarkan mereka dari pelbagai represi pendidikan konvensional. Pada saat yang bersamaan, Russel melakukan pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya dengan menulis serangkaian tulisan-tulisan popular.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Perang Dunia Kedua mendapatkan Russel, yang mewarisi kebangsawanan keluarga pada 1931, lagi-lagi berada dalam kesulitan, setelah jabatannya sebagai dosen di City College of New York disangkal karena alasan-alasan non ortodoksinya (unorthooxy) yang berbahaya. Kemudian, untuk sementara, dia memasuki kehidupan yang lebih tenang. Kejeniusannya diakui, dia diberi penghargaan warga Negara sipil paling terhormat di Inggris, “Order of Merit”, dan juga mendapatkan Hadiah Nobel di bidang sastra. Tetapi, yang kontroversial hingga akhir, dasawarsa-dasawarsa terakhir kehidupan Russel dihabiskan untuk mengutuk kejahatan-kejahatan senjata nuklir dan juga protes-protes yang mendapatkan banyak publikasi melawan keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Vietnam. Dia meninggal dalam usia yang sangat tua pada 1970, di Wales, dalam keadaan bahagia atas dukungan teman-teman, keluarga, dan istrinya yang keempat.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Setelah mengetehui secara umum biogarfi Russel penulis akan masuk pada bahasan nilai yang menjadi focus kajian makalah ini. karena begitu luasnya cakupan pembahasan tentang nilai (begitupun juga banyak tema-tema nilai yang dibicarakan oleh Russel), maka penulis membatasi diri pada dua persoalan utama yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; 1.Sains dan Agama&lt;br /&gt;2.Sains dan Etika&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt; 1.Sains and Agama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Teori Russel mengenai nilai dikemukakannya terutama dalam karyanya yang fenomenal “Religion and Science” (Agama dan Ilmu). Karya ini pertama kali diterbitkan pada 1935, mengalami cetak ulang selama lebih dari dua puluh empat kali. Russel memandang sains sebagai upaya untuk memahami dunia pengalaman melalui hukum yang tak terputus-putus (unbroken law), dan agama baginya, merupakan sebuah fenomena kompleks dengan klaim-klaim (kredo) mengenai hal-hal yang dianggap mutlak (Frondizi, 2001)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Dalam melihat persinggungan agama dan sains, Russel bisa kita tempatkan pada posisi pendukung “tesis konflik” yang sangat bersemangat (dalam diskursus hubungan agama kita mendapatkan kategorisasi yang baik sekali oleh Ian Harbour ). Baginya, agama dan sains telah lama terlibat dalam perang, dengan mengklaim teritori, gagasan-gagasan, dan kesetiaan-kesetiaan yang sama untuk mereka masing-masing. Perang ini telah dimenangkan oleh sains secara menyakinkan. Dengan matinya agama, maka hilanglah takhayul, penindasan dan kebencian. Dengan keberhasilan sains, datanglah pemahaman dan kebebasan serta cinta kasih.&lt;br /&gt;“Sebagian konflik-konflik yang lebih menonjol antara para teolog dan para ilmuan selama empat abad terakhir, dan kita telah berusaha menilai hubungan antara sains masa-sekarang dengan teologi masa-sekarang. Kita telah melihat bahwa, dalam periode semenjak Kopernikus, kapan saja sains dan teologi mengalami ketidaksepakatan, sains terbukti menang. Kita juga telah melihat bahwa, di mana persoalan-persoalan praktis dilibatkan, seperti dalam perdukunan dan pengobatan, sains berhasil mempertahankan usaha mengurangi penderitaan manusia, sementara teologi telah mendorong kekejaman alami manusia. Penyebaran pandangan ilmiah, sebagaimana dipertentangkan dalam pandangan teologis, tak dapat disangkal selama ini telah berguna bagi kebahagiaan manusia.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;2. Sains dan Etika&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Russel berpendapat bahwa nilai berada di luar ilmu. Baginya dua hal ini memiliki wilayah yang berbeda. Dia mengatakan:&lt;br /&gt;“Persoalan yang mengacu pada nilai berada di luar ilmu, bukan karena persoalan tersebut bersentuhan dengan filsafat, melainkan karena “persoalan nilai sama sekali terletak di luar ranah pengetahuan”. Ketika kita mengatakan bahwa sesuatu itu memiliki nilai, kita tidak menyatakan suatu fakta yang bebas dari perasan pribadi kita; malahan kita memberikan ungkapan atas emosi kita sendiri.” (Russel, 2005).&lt;br /&gt;“Sains seharusnya bersifat netral, karena argumen tersebut merupakan argument ilmiah, harus dilakukan secara tepat sebagai sebuah argumen yang akan dilakukan dengan sebuah eksperimen tak pasti. Sains bergantung pada persepsi dan kesimpulan; krediblitasnya diperoleh karena fakta bahwa persepsi-persepsi semacam itu dapat diuji oleh setiap pengamat.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Tentu saja argument Russel ini mendapat perlawanan dari etikawan dan para mistiskus (kaum agamawan). Namun, dengan sangat jitu Russel memberikan jawaban:&lt;br /&gt;“Mereka yang mempertahankan ketidakcukupan sains, menuntun pada fakta bahwa sains tidak memiliki apapun yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang nilai-nilai. Ini saya akui; tetapi jika disimpulkan bahwa etika mengandung kebenaran-kebenaran yang tidak dapat dibuktikan atau disangkal oleh sains, saya tidak sepakat.” (Russel, 2005). &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Kajian tentang etika, secara tradisional terdiri dari dua bagian, satu bagian berkaitan dengan aturan-aturan moral, bagian yang lainberkaitan dengan apa yang baik dalam dirinya sendiri. Aturan-aturan tingkah laku, banyak di antaranya memiliki asal-muasal ritual, memainkan bagian terbesar dalam kehidupan orang liar dan orang-orang primitive. Aturan-aturan moral yang lain, semisal larangan untuk membunuh dan mencuri, memiliki kegunaan sosial yang lebih jelas. Ketika manusia menjadi reflektif, terdapat kecendrungan untuk memberikan lebih sedikit penekanan terhadap aturan-aturan dan lebih banyak penekanan pada cara berpikir (state of mind).” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Hal ini memunculkan pertanyaan, kalau memang demikian, apakah yang bisa kita jadikan sebagai patokan bagi nilai? Russel kemudian melanjutkan penjelasannya terkait dengan tawaran “pertimbangan hati nurani”:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Kepercayaan terhadap hati nurani memiliki arti khusus dalam etika Protestan. Ada anggapan bahwa Tuhan mewahyukan kepada tiap-tiap manusia apa yang benar dan apa yang salah, sedimikian rupa sehingga, agar dapat menghindari dosa, kita benar-benar harus mendengarkan suara batin kita.” (Russel, 2005)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Terdapat dua kesulitan yang berbeda dalam teori ini (hati nurani): pertama, bahwa hati nurani mengatakan hal yang berbeda terhadap orang-orang yang berbeda; kedua, member kita pemahaman mengenai sebab-sebab duniawi dari pelbagai perasaan yang berkaitan dengan hati nurani.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Adalah hal alami jika kita menisbatkan perasaan-perasaan tersebut dengan suara Tuhan dalam hati kita. Tetapi pada kenyataannya hati-nurani merupakan produk dari pendidikan, dan dapat dilatih untuk merestui atau mencela, dalam sebagian besar umat manusia, ketika mungkin dianggap sesuai oleh para pendidiknya.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Oleh karenanya, sementara benar jika kita ingin membebaskan etika dari aturan-aturan moral eksternal, ini tidak dapat dicapai secara memuaskan dengan menggunakan gagasan tentang “hati-nurani”.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Pendekatan hati nurani ini, sangat sering kita temui dalam metode penyadaran agamis dewasa ini. ada Manajemen Qalbu (Abdullah Gymnastiar), ESQ (Ary Ginanjar), Wisata Hati (Yusuf Mansur), Dzikir (Muhammad Arifin Ilham), dan yang lainnya. Dalam kenyataannya, kita melihat tidak ada perubahan signifikan atas metode-metode tersebut. Meskipun telah banyak pejabat yang detraining ESQ, tetap saja tingkat korupsi masih tinggi. Merujuk pada amat “kabur” nya pengertian hati nurani, tidak salah jika Bertrand Russel tidak sepakat melandasi etika dengan pertimbangan “hati nurani”.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Kemudian, Russel mengambarkan kepada kita bentuk rasional lainnya untuk pertimbangan nilai tentang apa yang dikatakan sebagai “Kebaikan”:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Kita memiliki pemahaman yang berbeda di mana sebuah tindakan mungkin dapat diperintahkan secara etik: (1) ia mungkin sesuai dengan aturan moral yang diterima masyarakat; (2) ia mungkin dimaksudkan secara tulus agar memiliki efek-efek yang baik; (3) ia mungkin pada kenyataannya memiliki efek-efek yang baik.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Para filosof telah membentuk konsepsi-konsepsi yang berbeda tentang Kebaikan. Sebagian berkeyakinan bahwa ia berada dalam pengetahuan dan cinta akan Tuhan; sebagian lagi dalam cinta universal; yang lainnya lagi dalam kesenangan.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Ketika kita mengatakan bahwa ini atau itu adalah “Kebaikan”, kita mendapatkan diri kita sendiriterlibat dalam kesulitan yang sangat besar. Dalam persoalan ilmiah, bukti dapat dikemukan pada kedua pihak, dan pada akhirnya ada satu pihak yang tampak memiliki alasan yang lebih baik, atau jika ini tidak terjadi, persoalan tersebut tetap dibiarkan tak-terselesaikan. Tetapi dalam pertanyaan yang berkaitan dengan apakah ini atau itu merupakan Kebaikan tertinggi, tidak ada bukti apa pun; masing-masing pendebat hanya dapat menyerukan emosi-emosinya sendiri, dan menggunakan alat-alat retorik ini sebagai karang-karangan yang memunculkan emosi-emosi yang sama pada pihak lain.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Seluruh gagasan tentang baik dan buruk memiliki hubungan tertentu dengan hasrat. Prima facie, segala hal yang kita dambakan adalah “baik” dan segala hal yang kita takutkan adalah “buruk”. Jika kita semua sepakat dengan hasrat-hasrat kita, masalah tersebut dapat ditinggalkan di sana, tetapi sayangnya hasrat-hasrat kita saling bertentangan.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Ketika meletakan patokan etika pada masing-masing individu, Russel menyatakan kita terjebak pada relavitas antara satu orang dengan orang lain. Etika yang diupayakan banyak filsuf adalah etika yang objketif. Tapi Russel meragukan akan hal ini, sebagaimana perkataannya: “Etika merupakan sebuah upaya-meskipun bukan menurut hemat saya, usaha yang berhasil-untuk menghindari diri dari subjektivitas ini.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Etika terkait erat dengan politik: ia merupakan sebuah upaya untuk menyampaikan pelbagai hasrat kolektif dari suatu kelompok untuk mempengaruhi individu-individu; atau sebaliknya, ia merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh seorang individu yang menjadikan keinginannya sebagai keinginan kelompoknya. Yang kemudian tentu saja hanya mungkin, jika hasrat-hasratnya tidak terlalu jelas bertentangan dengan kepentingan umum…. Oleh karenanya , filosof yang menilai Kebenaran, Kebaikan dan Keindahan, tampaknya, menurut hemat saya, tidak hanya sedang mengekspresikan hasrat-hasratnya sendiri, tetapi menunjukkan jalan menuju kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Tidak seperti seorang maling, dia mampu mempercayai hasrat-hasratnya adalah demi sesuatu yang memiliki niali dalam pengertian impersonal. Etika merupakan sebuah upaya untuk memberikan arti penting universal, dan bukan hanya personal, terhadap hasrat-hasrat tertentu yang kita miliki.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Kemudian Russel membuktikan bagaimana sangat rentannya pengklaiman “atas nama Kebaikan bersama” dan “atas nama Tuhan”, diselewengkan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan sangat erat dengan masyarakat. Dia mencoba memberikan contoh kasus Pembuat undang-undang dan Juru Dakwah:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Agar tampak memberikan arti-penting universal bagi hasrat-hasrat kita-yang merupakan persoalan etika- mungkin dapat diupayakan dari dua sudut pandang, sudut pandang pembuat undang-undang, dan sudut pandang juru dakwah.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Saya akan mengasumsikan, demi mendukung argument tersebut, bahwa sang pembuat undang-undang memiliki kepentingan pribadi. Ketika dia mengakui salah satu hasratnya sebagai hanya berkaitan dengan kesejahteraannya sendiri, dia tidak akan membiarkannya mempengaruhinya dalam membuat rancangan undang-undang. Tetapi, dia memiliki hasrat-hasrat lain yang tampaknya impersonal bagi dia. Kemudian, dia akan, jika dia bisa, mengonstruksi aturan ini sedemikian rupa sehingga aturan yang dihasilkannya dapat mempromosikan tujuan-tujuan yang dia nilai akan, sejauh itu mungkin, sesuai dengan aturan yang kepentingan pribadinya; dan dia akan menegakkan sebuah system instruksi moral yang akan, dimana ia berhasil, menjadikan perasaan orang-orang bersalah jika mereka mengejar tujuan-tujuan lain selain tujuan tersebut. Metode yang dia miliki adalah berusaha memunculkan hasrat-hasrat yang sama dalam diri orang lain yang dia rasakan sendiri, dan untuk tujuan ini dia harus mampu menyentuh emosi-emosi mereka. Setiap upaya untuk membujuk orang-orang dalam bahwa sesuatu itu baik (atau buruk) dalam dirinya sendiri, dan bukan hanya pada efek-efeknya, tergantung pada seni memunculkan perasaan bukan pada pengajuan bukti tertentu. Dalam setiap kasus keterampilan, juru dakwah mampu menciptakan emosi-emosi orang lain yang sama dengan emosinya-atau tidak sama, jika dia seorang munafik.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Untuk melihat bagaimana etika bisa objektif (yang hal ini diragukan sendiri oleh Russel), kita bisa menganalisis dari“pernyataan-pernyataan bernilai” berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Ketika seseorang mengatakan “ini baik dalam dirinya sendiri”, tampaknya dia sedang membuat sebuah pernyataan yang sama ketika dia mengatakan “ini adalah kubus” atau “ini rasanya manis”. Saya menyakini ini sebagai sebuah kekeliruan. Saya menganggap bahwa apa yang sebenarnya dimaksudkan orang tersebut adalah: “Saya menginginkan setiap orang menginginkan ini”, atau bahkan” Akankah setiap orang menginginkan ini”. jika yang dikatakannya diinterpretasikan sebagai sebuah pernyataan, ia sekadar merupakan peneguhan atas keinginan pribadi sendiri; jika, di sisi lain, diinterpretasikan dengan cara umum, ia tidak menyatakan apa pun, tetapi sekadar menginginkan sesuatu. Keinginan tersebut, sebagai sebuah kejadian, bersifat personal, tetapi apa yang diinginkannya bersifat universal. Menurut hemat saya, itu merupakan kesalinghubungan yang aneh antara yang particular dan universal yang telah menyebabkan demikian banyak kebinggungan dalam bidang etika.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Jika saya mengatakan “Semua orang Cina beragama Buddha”, saya dapat disangkal dengan adanya seorang Cina yang Kristiani atau Muslim. Jika saya mengatakan “Saya percaya bahwa semua orang Cina beragama Buddha”, saya tidak dapat disangkal oleh bukti apapun dari apa yang saya katakan. Jika, sekarang, seorang filosof mengatakan “Keindahan itu baik”, saya mungkin menginterpretasikannya sebagai bermaksud “Bukankah setiap orang mencintai keindahan”.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Kalimat pertama dari kalimat-kalimat ini tidak membuat penegasan apapun, tetapi mengekspresikan sebuah keinginan, karena ia tidak meneguhkan apapun, secara logis tidak mungkin bahwa harus ada bukti yang digunakan untuk mendukung atau melawannya, atau karena ia harus memiliki kebenaran dan kesalahan kesalahan sekaligus. Kalimat kedua, alih-alih sekadar merupakan pilihan, benar-benar mengungkapkan pernyataan tertentu, tetapi itu adalah pernyataan tentang keadaan pikiran sang filosof, dan ia hanya dapat disangkal dengan bukti bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk mengatakan apa yang telah dia katakana. Kalimat kedua ini bukan merupakan wilayah etika, tetapi wilayah psikologi atau biografi. Kalimat pertama, yang benar-benar merupakan bagian etika, mengekspresikan sebuah hasrat akan sesuatu, tetapi tidak menegaskan apa pun.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Sampailah kita pada perdebatan apakah etika terkait dengan pernyataan benar atau salah dan posisi sains dalam hal ini. Russel menyatakan:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Etika, tidak mengandung pernyataan, baik benar maupun salah, tetapi terdiri dari pelbagai hasrat dari jenis umum tertentu, yaitu semacam keinginan yang terkait dengan hasrat-hasrat umat manusia pada umumnya-dan hasrat para dewa, para malaikat, para iblis, jika mereka eksis.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Sains dapat mendiskusikan sebab-sebab munculnya hasrat, dan cara-cara untuk merealisasikannya, tetapi sains tidak dapat memuat kalimat etis yang genuine, karena ia berkaitan dengan apa yang benar atau salah.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Setelah panjang lebar memberikan bantahan terhadap Mistikus/Agamawan, dan Etikawan Objektivisme, Russel menyatakan kecendrungannya pada sikap “subjektif” dan memproklamirkan diri sebagai pendukung “subjektivitas” dalam nilai:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Teori yang saya dukung di atas merupakan salah satu bentuk dari doktrin yang disebut dengan “subjektivitas” nilai-nilai. Doktrin ini terdiri dari upaya mempertahankan bahwa, jika dua manusia memiliki perbedaan nilai-nilai, meskipun tidak ada ketidaksepakatan berkaitan dengan jenis kebenaran apapun, tetapi perbedaan dapat disimpulkan dari fakta bahwa mereka adalah seperti mereka adanya.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Terdapat konsekuensi-konsekuensi tertentu dari doktrin tentang nilai-nilai subjektif, dimana yang paling penting adalah penolakan terhadap hukuman balas dendam (vindictive punishment) dan gagasan tentang “dosa”. Tetapi konsekuensi-konsekuensi lebih umum yang ditakuti, harus dideduksi secara logis. Kewajiban moral, jika ia harus mempengaruhi perilaku, harus terdiri bukan hanya dari kepercayaan tertentu, tetapi juga hasrat tertentu.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Ketika kita menganalisis hasrat menjadi “baik”, ia secara umum mengubah dirinya menjadi hasrat untuk diakui, atau, sebagai kemungkinan lain, untuk bertindak sedemikian rupa sehingga mengakibatkan konsekuensi-konsekuensi umum yang kita inginkan.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Meskipun Russel membela subjektivitas tapi ia tidak mau terjebak dalam relavitas yang hanya membuat manusia terombang-ambing dalam pertimbangan terhadap nilai-nilai. Ia kemudian menawarkan tentang hasrat mulia yang diinginkan oleh setiap orang dengan dukungan rasionalitas, intelegensi, dan kebahagiaan bagi umat manusia:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Ketika kita merenungkan umat manusia, kita mungkin menginginkan bahwa ia seharusnya bahagia, atau sehat, atau cerdas, atau menyukai-perang, dan seterusnya. Setiap keinginan ini, jika memang kuat, akan memproduksi moralitasnya sendiri; tetapi jika kita tidak memiliki keinginan-keinginan umum semacam ini, perilaku kita, apapun mungkin etika yang kita miliki, hanya akan melayani tujuan-tujuan sosial sejauh kepentingan pribadi dan kepentingan-kepentingan masyarakat dapat selaras. Adalah tanggung jawab institusi-institusi yang bijak untuk menciptakan keselarasan semacam ini sejauh itu dimungkinkan, dan untuk yang lainnya, apapun mungkin definisi teoritik kita tentang nilai, kita harus bergantung pada eksistensi hasrat-hasrat impersonal.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Seluruh sistem etika mewujudkan pelbagai keinginan dari mereka yang mendukungnya, tetapi fakta ini disembunyikan dalam kabur kata-kata. Pada kenyataannya, keinginan-keinginan kita lebih bersifat umum dan tidak melulu mementingkan diri sendiri daripada yang dibayangkan oleh kaum moralis; jika tidak semikian, tidak ada teori tentang etika yang memungkinkan terjadinya kemajuan moral. Pada kenyataannya, ia tidak dicapai melalui teori etika, tetapi dengan peningkatan hasrat-hasrat yang besar dan mulia melalui intelijensi, kebahagiaan, kebebasan dari ketakutan, sehingga manusia dapat dibawa untuk bertindak lebih daripada yang mereka lakukan saat ini dengan cara yang konsisten dengan kebahagiaan umat manusia secara umum.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Tesis akhir Russel tentang landasan bagi setiap teori etika dan nilai adalah apapun yang akan dilakukan dan dipilih, satu hal yang mesti tetap dipegang adalah pencapaian kebahagiaan umat manusia:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Apa pun definisi kita tentang “Kebaikan” dan apakah kita mempercayainya sebagai subjektif atau objektif, mereka yang tidak menginginkan kebahagiaan umat manusia tidak akan melakukan upaya melanjutkannya, sementara mereka yang benar-benar menginginkannya akan melakukan apa pun yang dapat mereka lakukan untuk mewujudkannya.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Sains bagi Russel tidak dapat memutuskan persoalan nilai, karena ia berjalan dengan aturan yang unik (metode-metode ilmiah) demi kemajuan sains itu sendiri. Sangat riskan untuk memasukan nilai dalam kerangka kerja internnya:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Saya menyimpulkan bahwa, benar bahwa sains tidak dapat memutuskan persoalan-persoalan nilai, itu semata-mata disebabkan karena persoalan-persoalan tersebut tidak dapat diputuskan secara intelektual sama sekali, dan berada di luar wilayah kebenaran dan kepalsuan. Pengetahuan apapun yang dapat dicapai, harus dicapai melalui metode-metode ilmiah; dan apa yang tidak dapat ditemukan sains, umat manusia tidak dapat mengetahuinya.” (Russel, 2005).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penulis melihat, Russel masih terbawa arus utama keadaan sosio-psikologis masyarakat Barat yang trauma dengan dominasi agama (gereja) yang telah secara otoritatif radikal memaksakan setiap dokrin gereja berlaku pada setiap orang. Penyelidikan ilmuan (yang kebanyakan juga para Pastor), banyak menghasilkan kesimpulan dan teori yang bertolak belakang dengan doktrin gereja, mengantarkan mereka ke akhir kehidupan yang tragis (beberapa ilmuan selamat karena mereka tidak mempublikasikan hasil penelitiannya selama masih hidup). Inkuisi adalah tindakan sadis gereja yang merasa terdesak secara telak oleh kiprah para ilmuan. Alat pengebor (maaf) vagina, pencabut (maaf) payudara, pemotong kepala, menguliti kulit, dan pembelah manusia menjadi dua bagian, adalah sebagian instrumen gereja untuk menghukum orang-orang (terutama ilmuan dan wanita yang ditudh sebagai tukang sihir) yang dianggap “kafir” dari ajaran agama (Kristen). &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Rasa traumatik atas kekejaman atas agama (Kristen), sangat terlihat dalam bab-bab awal Religion and Science, yang ditulis Russel dengan sangat antusias, membuktikan pertempuran agama dan sains, yang menurutnya dimenangkan oleh sains secara mutlak.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Pembahasan tentang nilai oleh Bertrand Russel, membawa kita pada kejelasan tentang pertimbangan pengetahuan atau perasaan yang akan kita jadikan sebagai acuan dalam memilih nilai, yang pada akhirnya menjadi landasan kita dalam bertindak dan berbuat. Walaupun kita dapat membedakan antara pertimbangan fakta (wilayah sains) dan pertimbangan nilai, namun kita tak dapat memisahkan antara keduanya secara sempurna dalam realitas keseharian (Titus,1984). Terdapat tarik-menarik saling mempengaruhi antara keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Pertimbangan nilai mungkin dianggap sebagai ekspresi tentang perasaan atau keinginan seseorang, yang bersifat subjektif (emosi, rasa cocok atau tidak cocok, kepuasan hasrat/hajat) (Titus,1984). Tapi kita tidak bisa membiarkannya berhenti pada titik itu. Karena masing-masing orang memiliki keinginan, emosi dan hasrat yang berbeda. Akan sangat riskan membiarkan itu bergulir tak menentu. Sebagaimana Russel telah memberitahu kepada kita, maka setiap pertimbangan nilai, apapun itu, hendaklah meletakkannya dalam sebuah tujuan tertinggi “demi kebahagiaan umat manusia”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Frondizi, Risieri. 2001. Pengantar Filsafat Nilai. Terjemahan oleh: Cuk Ananta Wijaya. Pustaka Pelajar; Yogyakarta.&lt;br /&gt;Mudhofir, Ali, dan Heri Santoso. 2007. Asas Berfilsafat. Pustaka Rasmedia; Yogyakarta.&lt;br /&gt;Russel, Bertrand. 2005. Perjumpaan Sains-Agama dan Cita-Cita Politik. Terjemahan oleh Ruslani. Penerbit Ufuk; Jakarta.&lt;br /&gt;Titus, Harold, dkk. 1984. Persoalan-Persoalan Filsafat. Terjemahan oleh Prof. Dr. H. M. Rasjidi. Penerbit Bulan Bintang; Jakarta.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-5777761000355036299?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/5777761000355036299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=5777761000355036299' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/5777761000355036299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/5777761000355036299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2008/01/nilai-menurut-bertrand-russel.html' title='Nilai Menurut Bertrand Russel'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-2081529495475581126</id><published>2008-01-18T09:18:00.000+07:00</published><updated>2008-01-18T09:22:09.044+07:00</updated><title type='text'>Studi Agama-Agama</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p align="justify"&gt; Tantangan terbesar yang diakibatkan oleh kaum orientalis diantaranya juga dalam bidang studi agama-agama, dengan mengembangkan epistemology relativisme dalam memandang kebenaran agama-agama. Selama ratusan tahun, para ulama Islam telah mengembangkan studi perbandingan agama, yang berangkat dari keimanan Islam, bahwa hanya Islam satu-satunya agama yang benar dan yang diterima Allah SWT (QS. 3:19, 85). Metodologi studi semacam itu kini digugat, dipandang subjektif, menerapkan standar ganda, dan tidak objektif. Sarjana Muslim kini banyak yang mengambil metodologi para orientalis dalam studi agama-agama dengan menempatkan Islam sebagai objek kajian dan penelitian yang sejajar dengan semua agama yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Prof. Jacques Waardenburg menyatakan: “Saya ingin menunjuk dua problem mendasar bagi perkembangan studi agama-agama di dunia Islam. Problem pertama adalah adagium bahwa Islam adalah agama final dan benar.” Prof. Wilfred Cantwell Smith, pendiri Islamic Studies di Mc Gill University menyatakan : “Pernyataan tentang suatu agama tidaklah valid kecuali benar-benar diakui oleh pemeluk agama tersebut.” (Dikutip dari artikel Dr. Anis Malik Thoha, “Religionswisenschaft, antara Objektivitas dan Subjektivitas Praktisinya”, Majalah Islamia edisi 8/2006).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Perubahan metodologi studi agama-agama di perguruan tinggi dengan memasukan metode orientalis sudah dilakukan sejak 1973 di Ciumbuluit Bandung, Departemen Agama RI memutuskan: buku “ Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya” (IDBA) karya Prof. Dr. Harun Nasution direkomendasikan sebagai buku wajib rujukan mata kuliah Pengantar Agama Islam – mata kuliah komponen Institut yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa IAIN. Tokoh utama dalam hal ini adalah Prof. Dr. Harun Nasution. Karena ada instruksi dari pemerintah (Depag) yang menjadi penaung dan penanggung jawab IAIN – IAIN, maka materi dalam buku Harun Nasution itu pun dijadikan bahan kuliah dan bahan ujian untuk perguruan swasta yang menginduk kepada Departemen Agama.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Pada tanggal 3 Desember 1975, mantan Guru Besar di McGill University Prof. HM. Rasjidi, yang juga Menteri Agama pertama, sudah menulis laporan rahasia kepada Menteri Agama dan beberapa eselon tertinggi di Depag. Dalam bukunya, Koreksi terhadap Dr. Harun Nasution tentang ‘Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya’, Prof. Rasjidi menceritakan isi suratnya:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Laporan Rahasia tersebut berisi kritik terhadap buku Sdr. Harun Nasution yang berjudul Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Saya menjelaskan kritik saya fasal-demi fasal dan menunjukkan bahwa gambaran Dr. Harun tentang Islam itu sangat berbahaya, dan saya mengharapkan agar Kementrian Agama mengambil tindakan terhadap buku tersebut, yang oleh Kementrian Agama dan Direktorat Perguruan Tinggi dijadikan sebagai buku wajib di seluruh IAIN di Indonesia.” (HM. Rasjidi, Koreksi terhadap Dr. Harun Nasution tentang ‘Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya’, Jakarta: Bulan Bintang, 1977. Hal 1).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Selama satu tahun lebih surat Prof. Rasjidi tidak diperhatikan. Rasjidi akhirnya mengambil jalan lain untuk mengingatkan Depag, IAIN, dan umat Islam Indonesia pada umumnya. Setelah nasehatnya tidak diperhatikan, ia menerbitkan kritiknya terhadap buku Harun. Maka, tahun 1977, lahirlah buku Koreksi terhadap Dr. Harun Nasution tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Nasehat Prof. Rasjidi sangat penting direnungkan saat ini, mengingat buku IBDA karya Harun Nasution itu memang penuh dengan berbagai kesalahan fatal, baik secara ilmiah maupun kebenaran Islam. Misalnya, tentang hadist Nabi Muhammad saw, Harun menulis: “Berlain halnya dengan Al Qur’an, hadist tidak dikenal dicatat tidak dihafal di zaman Nabi… Karena hadist tidak dihafal dan tidak dicatat sejak semula, tidaklah dapat diketahui dengan pasti mana hadist yang betul-betul berasal dari Nabi dan mana hadist yang dibuat-buat… tidak ada kesepakatan kata antara umat Islam tentang keorisinalan semua hadist dari Nabi.” (Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta: UI Press, 1986, Jilid 1, hal 29)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekilas saja mencermati kata-kata tersebut, jelas sangat keliru, sebab banyak sahabat yang sejak awal sudah mencatat dan menghafal hadist Nabi saw. Juga, tidak benar, bahwa umat Islam tidak pernah bersepakat tentang otentisitas hadist Nabi. Kata-kata Harun itu jelas hanya upaya meragu-ragukan hadist Nabi sebagai pedoman kaum Muslim setelah Al Qur’an. Prof. Musthafa Azhami, dalam disertasinya di Cambridge, berjudul “Studies in Early Hadith Literature” membuktikan proses pencatatan hadist sejak zaman Nabi, disamping proses hafalannya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Kesalahan yang sangat fatal dari buku IDBA karya Harun adalah dalam menjelaskan tentang agama-agama. Di sini, Harun menempatkan Islam sebagai agama yang posisinya sama dengan agama-agama lain, sebagai evolving religion (agama yang berevolusi). Padahal, Islam satu-satunya agama wahyu, yang berbeda dengan agama-agama lain, yang merupakan agama sejarah dan agama budaya (historical dan cultural religion). Harun menyebut agama-agama monoteis – yang dia istilahkan juga sebagai ‘agama tauhid’ – ada empat, yaitu Islam, Yahudi, ,Kristen dan Hindu. Ketiga agama pertama, kata Harun, merupakan satu rumpun. Agama Hindu tidak termasuk dalam rumpun ini. tetapi, Harun menambahkan, bahwa kemurnian tauhid hanya dipelihara oleh Islam dan Yahudi. Kemurniaan tauhid agama Kristen dengan adanya paham Trinitas, sudah tidak terpelihara lagi (Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jakarta: UI Press, 1986, Jilid 1, hal 15-22).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Apakah benar agama Yahudi merupakan agama dengan tauhid murni sebagaimana Islam? Jelas pendapat Harun itu sangat tidak benar. Kalau agama Yahudi Ahlul Kitab? Kesimpulan Harun itu jelas sangat mengada-ada. Sejak lama Prof. HM Rasjidi sudah memberikan kritik keras, bahwa: :Uraian Dr. Harun Nasution yang terselubung uraian ilmiyah sesungguhnya mengandung bahaya bagi generasi Islam yang ingin dipudarkan keimanannya.” (HM Rasjidi, op.cit, hal 24).&lt;br /&gt;Tetapi, kritik-kritik tajam Prof. Rasjidi seperti itu tidak digubris oleh petinggi Depag dan IAIN, sehingga selama 32 tahun, buku IDBA dijadikan buku wajib dalam mata kuliah pengantar Studi Islam di perguruan-perguruan tinggi Islam di Indonesia. Padahal, kesalahannya begitu jelas dan fatal. Malah, bukannya bersikap kritis, banyak ilmuwan yang memuji-muji Harun Nasution secara tidak proporsional (Lihat, Abdul Halim (ed), Teologi Islam Rasional, (Ciputat Press, 2005, hal xvi-xvii).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Kini, metode kajian agama yang berbasis pada epistemology relativisme kebenaran dikembangkan di berbagai kampus Islam. Sadar atau tidak. Sebagai contoh sebuah buku berjudul “Ilmu Studi Agama” untuk mahasiswa Fakultas Ushuluddin di UIN Bandung, ditulis:&lt;br /&gt;“Setiap agama sudah pasti memiliki dan mengajarkan kebenaran. Keyakinan tentang yang benar itu didasarkan kepada Tuhan sebagai satu-satunya sumber.” (hal. 17)…”Keyakinan bahwa agama sendiri yang paling benar karena berasal dari Tuhan, sedangkan agama lain hanyalah konstruksi manusia, merupakan contoh penggunaan standar ganda itu. Dalam sejarah, standar ganda ini biasanya dipakai untuk menghakimi agama lain, dalam derajat keabsahan teologis di bawah agamanya sendiri. Melalui standar ganda inilah, terjadi perang dan klaim-klaim kebenaran dari satu agama atas agama lain.” (hal. 24)… Agama adalah seperangkat doktrin, kepercayaan, atau sekumpulan norma dan ajaran Tuhan yang bersifat universal dan mutlak kebenarannya. Adapun keberagamaan, adalah penyikapan atau pemahaman para penganut agama terhadap doktrin, kepercayaan, atau ajaran-ajaran Tuhan itu, yang tentu saja menjadi relative, dan sudah pasti kebenarannya menjadi bernilai relative. (hal. 20) (Adeng Muchtar Ghazali, Ilmu Studi Agama, Bandung: Pustaka Setia, 2005). &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Dampak penggunaan epistemology relativisme dalam pendekatan studi agama – dengan menghilangkan aspek keyakinan pada kebenaran agama sendiri – sangatlah besar dalam cara pikir dan cara pandang terhadap kebenaran. Epistemology relative ini telah cukup luas menyebar, sehingga banyak yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama, semuanya jalan menuju kebenaran, dan jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang sama. Padahal, sebagaimana telah dikutip pernyataan pernyair terkenal Pakistan, Moh. Iqbal, bahwa jika manusia kehilangan keyakinan, maka itu lebih buruk dari perbudakan (Lack of conviction is worse than slavery).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Tantangan yang serius dari metode studi agama gaya orientalis, misalnya ditandai dengan program studi agama-agama untuk tingkat doctor (Ph.D) di Yogyakarta (Inter-Religious International Ph.D Program), yang merupakan hasil kerjasama UGM, UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Ketiga kampus itu bekerjasama membentuk satu konsorsium yang diberi nama “Indonesian Concortium for Religious Studies” (ICRS – Yogya).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Program yang dipimpin oleh Prof. Dr. Bernard Adeney – Risakotta ini selain bertujuan untuk mempelajari lebih mendalam tentang keberagamaan agama di Indonesia, jug bertujuan untuk member pencerahan bagi masyarakat Indonesia agar tidak terjebak dalam fanatisme sempit (Kompas, 7 Oktober 2006). Menurut Prof. Bernard, ICRS Yogya merupakan konsorsium pertama yang mengabungkan universitas-universitas dengan semangat saling percaya untuk belajar satu sama lain tentan keberagaman agama di Indonesia. “Program doctor ini akan mengkaji semua agama-agama di Indonesia melalui dialog dan pendekatan ilmu sosial sekuler, studi agama perspektif Islam, dan tradisi ilmu teologi Kristen. Agama-agama lain juga diteliti melalui pendekatan masing-masing yang diperkaya dengan dialog lintas agama, ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Program doctoral studi lintas agama ICRS ini menawarkan tiga areas kajian, yaitu: (1) Cultural and Historical Studies of Religion (2) Religion, Social Theory and Contemporary Issues, dan (3) Comparative Interpretation of Sacred Texts. Disebutkan dalam brosur program ini, dalam kajian agama-agama versi ICRS Yogya, misalnya mahasiswa akan diajak untuk mendengarkan paparan tentang berbagai sejarah agama di Indonesia ditinjau dari berbagai perspektif dan diajar oleh para dosen dari berbagai disiplin dan berbagai agama. Sebagai contoh, para mahasiswa akan mendengarkan sejarah agama-agama di Indonesia dari agama Budha, Hindu, Islam, Kristen, juga dari kaum yang aspirasinya terabaikan (forgotten voices) seperti “indigenous Indonesian religions (agama suku)” dan kelompok-kelomok terlarang (forbidden groups). Diantara dosen tamu yang dicadangkan member kuliah adalah Prof. Dr. Nasr H. Abu Zaid (Utrecht, ISIM), Prof. Dr. Abdullah A. An Na’im, dan Dr. Khaled M Abou El Fadl (UCLA).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh: Adian Husaini, M.A. (Kandidat Doctor ISTACS IIUM Malaysia, Dosen Pasca Sarjana Pusat Studi Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-2081529495475581126?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/2081529495475581126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=2081529495475581126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/2081529495475581126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/2081529495475581126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2008/01/studi-agama-agama.html' title='Studi Agama-Agama'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-5105025099374731743</id><published>2008-01-18T09:10:00.000+07:00</published><updated>2008-01-18T09:17:48.817+07:00</updated><title type='text'>Kajian Al Qur’an dan Tafsir Al Qur’an</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kini, kajian Islam ala orientalis sudah mulai berkembang di dunia Islam, termasuk di Indonesia, dan setiap tahun, ribuan sarjana Muslim belajar tentang Islam kepada kaum Yahudi-Kristen. Bukan hanya itu, studi Islam ala orientalis, juga sudah diadopsi di kampus-kampus berlabel Islam. Sebagai contoh, dalam studi Al Qur’an, kini dikembangkan ajaran kritis terhadap Al Qur’an yang mengadopsi tradisi Bibel. Berbagai buku, tesis, skripsi, dan jurnal diterbitkan mengkritik otentisitas dan kesucian Al Qur’an. Bahkan sudah ada dosen IAIN Surabaya yang secara terang-terangan menginjak lafaz Allah yang ditulisnya sendiri di hadapan para mahasiswanya, karena menganggap Al Qur’an adalah produk budaya dan posisinua sama dengan rumput.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seperti dilaporkan Majalah Gatra edisi 7 Juni 2006, pada 5 Mei 2006, Sulhawi Ruba, 51 tahun, dosen mata kuliah Sejarah Peradaban Islam, di hadapan 20 mahasiswa Fakultas Dakwah, menerangkan posisi Al Qur’an sebagai hasil budaya manusia. “Sebagai budaya, posisi Al Qur’an tidak berbeda dengan rumput,” ujarnya. Ia lalu menuliskan lafaz Allah pada secarik kertas sebesar telapak tangan dan menginjaknya dengan sepatu. “Al Qur’an dipandang sacral secara substansi, tapi tulisannya tidak sacral”, katanya setengah berteriak, dengan mata yang sedikit membelalak.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Wacana dekonstruksi konsep wahyu dan tafsir al Qur’an merupakan wacana yang berkembang pesat di Indonesia saat ini. Di kalangan Yahudi dan Kristen, fenomena ini sudah berkembang pesat. Kajian “Biblical Criticism” atau studi tentang kritik Bible dan kritik teks Bible telah berkembang pesat di Barat. Dr. Ernest C. Colwell, dari Scholl of Theology Claremont, misalnya, selama 30 tahun menekuni studi ini, dan menulis satu buku berjudul “Studies in Methodology in Textual Criticism on the New Testament”. Buku-buku karya Prof. Bruze M. Metzger, guru besar The New Testament di Princeton Theological Seminary, menunjukkan, bagaimana kuatnya tradisi kajian kritis terhadap Teks Bible. Begitu juga karya Werner Georg Kume, The New Testament: The History of the Investigation of its Problem, (Nashville: Abingdon Press, 1972).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Pesatnya studi kritis Bible itu telah mendorong kalangan Kristen-Yahudi untuk “melirik” Al Qur’an dan mengarahkan hal yang sama terhadap Al Qur’an. Pada tahun 1927, Alphonse Mingana, pendeta Kristen asal Irak dan Guru Besar di Universitas Birmingham Inggris, mengumumkan bahwa “sudah tiba saatnya untuk melakukan kritik teks terhadap Al Qur’an sebagaimana telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani (The time has surely come to subject the text of Kur’an to the same criticism as that to which we subject the Hebrew and Aramaic of the Jewish Bible, and the Greek of the Christian scripture) (Lihat artikelnya dalam Bulletin of the John Rylands Library, di Jurnal Al Insan, No 1/Januari 2005).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Hampir satu setengah abad lalu, para orientalis dalam bidang studi al Qur’an bekerja keras untuk menunjukkan bahwa al Qur’an adalah kitab bermasalah sebagaimana Bible. Mereka tidak berhasil. Tapi, anehnya, kini, imbauan itu sudah diikuti begitu banyak manusia dari kalangan Muslim sendiri, termasuk yang ada di Indonesia. Sesuai paham pluralism agama, maka semua agama harus didudukan pada posisi yang sejajar,sederajat, tidak boleh ada yang mengklaim lebih tinggi, lebih benar, atau paling benar sendiri. Begitu juga dengan pemahaman tentang Kitab Suci. Tidak boleh ada kelompok agama yang mengklaim hanya kitab sucinya saja yang suci.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Maka, proyek liberalisasi Islam tidak akan lenyap jika tidak menyentuh aspek kesucian al Qur’an. Mereka berusaha keras untuk meruntuhkan keyakinkan kaum Muslim, bahwa al Qur’an adalah satu-satunya kitab suci yang suci, bebas dari kesalahan. Mereka mengabaikan bukti-bukti agama lain. Taufik Adnan Amal, dosen Ulumul Qur’an di IAIN Makasar, menulis satu makalah berjudul “Edisi Kritis al Qur’an”, yang isinya menyatakan:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “ Uraian dalam paragraph-paragraf berikut mencoba mengungkapkan secara ringkas proses pemantapan teks dan bacaan Al Qur’an, sembari menegaskan bahwa proses tersebut masih meninggalkan sejumlah masalah mendasar, baik dalam ortografi teks maupun pemilihan bacaannya, yang kita warisi dalam mushaf tercetak dewasa ini. karena itu, tulisan ini juga akan mengangas bagaimana menyelesaikan itu lewat suatu upaya penyuntingan Edisi Kritis Al Qur’an” (lihat makalah Taufik Adnan Kamal berjudul “Edisi Kritis Al Qur’an”, dalam buku Wajah Liberal Islam di Indonesia”. Jakarta: JIL, 2002. Hal 78).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Taufik berusaha menyakinkan, bahwa al Qur’an saat ini masih bermasalah, tidak kritis, sehingga perlu diedit lagi. Dosen ini pun menulis sebuah buku serius berjudul “Rekonstruksi Sejarah Al Qur’an” yang juga meragukan keabsahan dan kesempurnaan Mushaf Utsmani (Taufik Adnan Amal, Rekonstruksi Sejarah Al Qur’an, Yogyakarta: FKBA, 2001). Penulis buku ini mencoba menyakinkan bahwa mushaf Utsmani masih bermasalah, dan tidak layak disucikan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Ada lagi sebuah tesis master di Universitas Islam Negeri Yogyakarta (Dulu IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), ditulis oleh Aksin Wijaya, yang secara terang-terangan juga menghujat Kitab Suci Al Qur’an. Tesis itu sudah diterbitkan dalam sebuah buku berjudul: “Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan”, dan diberi kata pengantar dua orang doctor dalam bidang studi Islam, dosen di pasca sarjana UIN Yogyakarta. Di dalam buku ini, misalnya, kita bisa menikmati hujatan terhadap al Qur’an seperti kata-kata berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Setelah kita kembalikan wacana Islam Arab ke dalam dunianya dan melepaskan diri kita dari hegemoni budaya Arab, kini saatnya, kita melakukan upaya pencarian pesan Tuhan yang terperangkap dalam Mushaf Utsmani, dengan suatu metode dan pendekatan baru yang lebih kreatif dan produktif. Tanpa menegasikan besarnya peran yang dimainkan Mushaf Utsmani dalam mentransformasikan pesan Tuhan, kita terlebih dahulu menempatkan Mushaf Utsaimin itu setara dengan teks-teks lain. Dengan kata lain, Mushaf itu tidak sacral dan absolute, melainkan profane dan fleksibel. Yang sacral dan absolute hanyalah pesan Tuhan yang terdapat di dalamnya, yang masih dalam proses pencarian. Karena itu, kini kita diperkenankan bermain-main dengan Mushaf tersebut, tanpa ada beban sedikitpun, beban sakralitas yang melingkupi perasaan dan pikiran kita.”(Aksi Wijaya, Menggugat Otentisitas Wahyu Tuhan”, Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2004. Hal 123).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Dosen di Universitas Paramadina, dr. Luthfi Assyaukanie juga berusaha membongkar konsep dasar Islam tentang Al Qur’an:&lt;br /&gt;“Sebagian besar kaum Muslim menyakini bahwa Al Qur’an dari halaman pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik kata-katanya (lafdhan) maupun maknanya (ma’nan). Kaum Muslim juga menyakini bahwa Al Qur’an, yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis sama seperti yang ada pada masa Nabi lebih dari seribu empat ratus tahun silam. Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formulisasi doktrin-doktrin Islam. Hakikat dan sejarah penulisan Al Qur’an sendiri sesungguhnya penuh dengan berbagai nuansa yang delicate (rumit) dan tidak sunyi dari perdebatan, pertentangan, intrik (tipu daya), dan rekayasa.” (Luthfi Assyaukanie, Merenungkan Sejarah Alqur’an”, dalam Abdul Muqsith Ghazali (ed), Ijtihad Islam Liberal, Jakarta: Jaringan Islam Liberal, 2005. Hal 1). &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Jadi, di berbagai penerbitan, wacana yang menyerang Al Qur’an telah dilakukan dan secara terang-terangan menyebarkan pemikiran yang destruktif terhadap Al Qur’an. Itu bisa dilihat dalam buku-buku, artikel-artikel, dan jurnal yang mereka terbitkan. Sebagai contoh, Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang, edisi 23 Th XI 2003, memuat tulisan yang secara terang-terangan menyerang Al Qur’an dan sahabat Nabi Muhammad Saw:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “ Dalam studi kritik Al Qur’an, pertama kali yang perlu dilakukan adalah kritik historisitas Qur’an. Bahwa Al Qur’an kini sudah berupa teks yang ketika hadir bukan bebas nilai dan tanpa konteks. Justru konteks Arab 14 abad silam telah mengkontruks Al Qur’an. Adalah Muhammad saw, seorang figure yang saleh dan berhasil mentransformasikan nalar kritisnya dalam berdialektika dengan realitas Arab. Namun, setelah Muhammad wafat, generasi pasca Muhammad terlihat tidak kreatif. Jangankan meniru kritisisme dan kreativitas Muhammad dalam memperjuangkan perubahan realitas zamannya, generasi pasca Muhammad tampak kerdil dan hanya mem-bebek pada apa saja yang asalkan itu dikonstruk Muhammad. Dari sekian banyak daftar ketidakkreatifan generasi pasca Muhammad, yang paling paling mencelakakan adalah pembukuan Al Qur’an dengan dialek Quraisy, oleh khalifah Utsman Ibn Affan yang diikuti dengan klaim otoritas mushafnya sebagai mushaf terabsah dan membakar (menghilangkan pengaruh) mushaf-mushaf milik sahabat lain. Imbas dari sikap Utsman yang tidak kreatif ini adalah terjadinya militerisme nalar Islam untuk tunduk/mensakralkan Qur’an produk Quraisy. Karenanya, wajar jika muncul asumsi bahwa pembukuan Qur’an hanya siasat bangsa Quraisy, melalui Utsman, untuk mempertahankan hegemoninya atas masyarakat Arab (dan Islam). Hegemoni ini tampak jelas terpusat pada ranah kekuasaan, agama, dan budaya. Dan hanya orang yang mensakralkan Qur’anlah yang berhasil terperangkap siasat bangsa Quraisy tersebut.” (Dalam Jurnal Justisia, Edisi 23 Th XI/2003 ini bisa dibaca berbagai artikel dengan judul-judul yang melecehkan al Qur’an dan menghina para sahabat Nabi Muhammad saw, seperti “Qur’an ‘Perangkap’ Bangsa Quraisy” oleh M. Khalidul Adib Ach, “Pembukuan Qur’an oleh Usman: Sebuah Fakta Kecelakaan Sejarah” oleh Tedi Kholiludin, “Kritik Ortodoksisme: Mempertanyakan Ketidakkreativan Generasi Pasca Muhammad”, oleh Iman Fadhilah el-Barbazzy Erha, dan sebagainya).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Penyerangan terhadap Al Qur’an di lingkungan perguruan tinggi Islam merupakan hal yang baru dalam masyarakat Muslim Indonesia. Dulu, berates-ratus tahun, wacana itu hanya berkembang di lingkungan orientalis Yahudi dan Kristen. Tetapi, saat ini, suara-suara yang menghujat al Qur’an justru lahir dari lingkungan perguruan tinggi Islam, yang kebanyakan hanya menjiplak dan mengulang-ulang pendapat lama yang beratus-ratus tahun disuarakan para orientalis. Tentu, masalah ini tidak bisa dianggap sepele dan perlu dijawab secara akademis dan ilmiah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Cara yang lebih halus dan tampak akademis dalam menyerang al Qur’an juga dilakukan dengan mengembangkan studi kritik al Qur’an dan studi hermeneutika di Perguruan Tinggi Islam. Diantara tokoh-tokoh terkenal dalam studi ini adalah Prof. Dr. Nasr Hamid Abu Zayd dan Mohammed Arkoun. Buku-buku kedua tokoh ini sudah banyak diterjemahkan di Indonesia. Bahkan, Nasr Hamid yang terkenal dengan teorinya “Al Qur’an merupakan produk budaya Arab (muntaj tsaqafi) sudah memiliki sejumlah murid yang kini mengajar di sejumlah perguruan tinggi Islam di Indonesia. Buku Arkoun, Rethinking Islam, bahkan dijadikan buku rujukan utama dalam mata kuliah “Kajian Orientalisme terhadap Al Qur’an dan Hadist” di program Tafsir Hadist Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta. Tujuan mata kuliah ini adalah agar “Mahasiswa dapat menjelaskan dan menerapkan kajian orientalis terhadap Al Qur’an dan Hadist.” Dalam bukunya tersebut, Arkoun secara terang-terangan menyesalkan, mengapa para cendikiawan Muslim tidak mau mengikuti orientalis Yahudi dan Kristen yang telah melakukan kritik terhadap Bibel. Ia menulis dalam bukunya: “Sayang sekali bahwa kritik filosofis terhadap teks suci-yang telah diterapkan pada Bible berbahasa Hebrew dan Perjanjian Baru tetapi tidak menimbulkan konsekuensi-konsekuensi negative bagi konsep wahyu-terus ditolak oleh pendapat ilmiah umat Islam. Karya-karya aliran Jerman terus diabaikan, dan ilmuan-ilmuan Muslim tidak berani melakukan penelitian semacam itu walaupun penelitian ini akan memperkuat fondasi ilmiah sejarah mushaf dan teologi wahyu. Alasan yang melatarbelakangi perlawanan ini bersifat politik dan psikologis.” Kajian hermeneutika sebagai metode tafsir penganti ilmu tafsir klasik pun sudah menjadi mata kuliah wajib di Program Studi Tafsir Hadist UIN Jakarta dan sejumlah perguruan tinggi Islam lainnya. Padahal, metode ini jelas-jelas berbeda dengan ilmu tafsir dan bersifat dekonstuktif terhadap Al Qur’an dan syari’at Islam (Paparan lebih jauh tentang masalah liberalisasi al Qur’an di Perguruan Tinggi Islam, lihat, Adian Husaini, Hegemoni Kristen dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi, Jakarta: GIP, 2006).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Sebagai contoh, kini dikembangkan satu metode historis kontekstual dalam penafsiran al Qur’an yang berdampak serius pada syariat Islam. Prof. Siti Musdah Mulia, seorang tokoh feminis, misalnya, melakukan perombakan terhadap hukum perkawinan dengan metode kontekstualisasi. Ia menulis:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; “Jika kita memahami konteks waktu turunnya ayat itu (QS 60:10, pen), larangan ini sangat wajar mengingat kaum kafir Quraisy sangat memusuhi Nabi dan pengikutnya. Waktu itu konteksnya adalah peperangan antara kaum Mukmin dan kaum kafir. Larangan melanggengkan hubungan dimaksudkan agar dapat diidentifikasi secara jelas mana musuh dan mana kawan. Karena itu, ayat ini harus dipahami secara kontekstual. Jika kondisi peperangan itu tidak ada lagi, maka larangan dimaksud tercabut dengan sendirinya.” (Musdah Mulia, Muslimah Reformis, Bandung: Mizan, 2005. Hal 63).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh: Adian Husaini, M.A. (Kandidat Doctor ISTACS IIUM Malaysia, Dosen Pasca Sarjana Pusat Studi Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;         &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-5105025099374731743?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/5105025099374731743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=5105025099374731743' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/5105025099374731743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/5105025099374731743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2008/01/kajian-al-quran-dan-tafsir-al-quran.html' title='Kajian Al Qur’an dan Tafsir Al Qur’an'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-2641028203261042923</id><published>2008-01-08T10:42:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T10:43:38.632+07:00</updated><title type='text'>Islam dan Sentuhan Peradaban Lain?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;/span&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bulan Juni 2005 Rektor UI, UGM, UIN-UIN, ketua MPR berkunjung ke Moskow dan Leningrad. Suatu kehidupan dalam iklim yang berbeda dengan Timur Tengah membawa implikasi ritual yang khusus yang saat kenabian belum dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menegaskan kembali bahwa tidak pernah ada di dunia ini suatu komunitas yang maju dan berkembang kecuali membuka diri bersentuhan dengan peradaban yang ada sembari berpijak pada kecerdasan local. Orientalis atau occidentalis lebih merupakan  suatu cara bereksistensi mempertahankan diri, menguasai atau dikuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam juga hadir dalam ruang budaya yang sudah mapan. Suatu masa Islam berhasil muncul ke permukaan di saat Columbus belum lahir. Romawi pun akhirnya mengakui kehadiran Islam tersebut mungkin seperti posisi terbalik sekarang yang dihadapi dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seluruh pengalaman dunia Islam berhasil mengatasi problemanya walaupun Islam menjanjikan kemenangan. Sama halnya tidak seluruh pengalaman negeri dan bangsa Barat tidak layak untuk dikaji dan dipelajari bagi kemajuan bangsa-bangsa Muslim itu sendiri. Banyak fakta di negeri Barat yang menurut Abduh lebih Islami daripada praktek Islam di kawasan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientalis Vs Occidentalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientalis paling popular di negeri ini ialah Snouck Hurgronje, penasehat Gubenur Jenderal Pemerintah HIndia Belanda, dengan Serambi Mekkahnya. Pada masa awal pemerintahan kolonial kita juga mengenal politik etis. System hukum dan pemerintahan negeri ini di awal kemerdekaan tidak lepas dari model kolonial, juga birokrasi dan bentuk Negara. Tapi di masa ini pula lahir elite nasional, lulusan Belanda yang berjuang bagi kemerdekaan negerinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga mengenal peneliti-peneliti Barat seperti: Clifford Geertz, Mark Woodward, Martin van Bruinessen, Karel Stenbrink, Karl D. Jackson, Bob Hefner, dengan hasil penelitian yang masih menjadi referensi utama pemahaman realitas sosial-politik negeri ini. sayangnya belum ada ilmuan pribumi yang hasil penelitian tentang negeri ini paling kurang sama populernya dengan orientalis. Dan, tidak ada ilmuan yang mencoba menjadi occidentalis dan meneliti tentang Barat dengan hasil yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara model sekolah, rumah sakit, layanan sosial seperti panti Jompo, panti asuhan yatim piatu, merupakan hasil dari orientalis. System pemerintahan kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada di negeri ini dengan system sosial-budaya termasuk pendidikan (pesantren) jarang dimengerti generasi yang masih hidup saat ini. jika ada buku tentang pesantren, system sosial-budaya local yang berkualitas, itu merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat tersebut di atas. Lebih tragis lagi kesadaran tentang kecerdasan atau kearifan local itu juga baru datang setelah kita membaca laporan peneliti Barat dengan hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang memiliki khasanah peradaban luhur yang kaya. Demikian pula komunitas Muslim di berbagai belahan dunia. Namun, informasi tentang kekayaaan khasanah itu lebih mudah diakses di negeri-negeri Barat daripada di Timur Tengah. Apalagi jika dibandingkan dengan kepustakaan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu muncul dua nilai yang tampak saling menegasi (positif-negatif) dari kerja ilmuan Barat, juga politisi Barat tersebut. Soalnya tergantung kemampuan kita untuk mandireng pribadi. Selebihnya juga tergantung seberapa kita memiliki kemampuan menyebarkan informasi tentang peradaban (Islam) yang menyakinkan akan kebagusan fungsionalnya. Dan, seberapa kita terus mengembangkan kemampuan tersebut. Pendidikan dalam negeri masih cendrung “obral” gelar bukan bagi pengembangan ilmu. Partai dan orsos keagamaan cendrung abai atas nasib umat (rakyat) dan lebih memikirkan kenyamanan elitenya sendiri. Karena itu, kini negeri ini mulai tersaingi negeri yang baru bebas perang dan stabil seperti Vietnam, apalagi dengan Malaysia, kita mulai belajar kepada mereka setelah tahun 1980-an mereka masih menimba ilmu dari negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan Peradaban Luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, sebagaimana kita tahu, hadir dalam ruang sejarah pada abad ke-7 Masehi bukan dalam ruang hampa. Ketika itu peradaban dunia sudah penuh dengan ajaran Nasrani, Yahudi, Majusi, Zoroaster, Budha, Hindu dan agama local lainnya. Selain itu di dalam peradaban dunia juga telah dipenuhi berbagai system pengetahuan, system sosial-budaya dan politik yang terus berkembang hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, penerapan ajaran Islam ditentukan oleh kontruksi sosial-budaya penganut Islam dengan komunitasnya. Demikian pula bagaimana meneladani Muhammad SAW sebagai Rasul dan Nabiyallah. Ketika penduduk bumi sudah mencapai lebih 7 miliyar dengan teknologi transportasi supersonic dan maya, mengenal kurban via daging kaleng, da’I selebriti dengan ganjaran miliyaran rupiah, ada acara pildacil, nanti aka nada pildama (mahasiswa), dlsb. Tahun 1960-an, da’I yang menerima (bukan meminta) uang transport bisa dituduh menjual ayat-ayat Tuhan, kini sudah jamak hal ini dilakukan, termasuk transport khatib jum’at yang di Jakarta bisa beberapa ratus ribu rupiah. Apakah mereka juga dilabeli menjual ayat-ayat Tuhan? Bagaimana dengan royalty buku Kecerdasan Qur’ani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah kenabian, perintah-perintah melakukan tindakan yang sekarang kita kenal dengan syariah baru muncul pada pertengahan kenabian Muhamad SAW yaitu masa sesudah hijrah di tahun kesepuluh. Institusionalisasi dan rekonstruksi ajaran Islam yang kita kenal sekarang dengan tauhid (aqidah), syariah, kalam, fiqih, ibadah yang menjadi focus kajian IAIN (bukan UIN) baru dimulai setelah abad Nabi SAW itu wafat. Banyak penanda yang menunjukkan pengaruh pemikiran kalau bukan epistemology Yunani dalam rekonstruksi ajaran Islam, satu diantaranya ialah yang kita kenal dengan ilmu mantiq sebagai terjemahan organonnya Aristotele oleh AL Farabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentahapan dakwah Nabi seperti itu ketika beliau dikawal malaikat dan dipandu langsung oleh Allah. Soalnya ialah bagaimana dan pada posisi apa kita menempatkan diri dalam sirah nabawi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari bahwa Islam hadir di tengah kehadiran agama-agama besar sebelumnnya, yaitu Yahudi, Nasrani, Majusi, Zoroaster, Hindu dan Budha serta agama local lainnya. Islam sebaliknya menawarkan suatu system keberagaman melampaui semua jenis agama yang ada. Untuk Islam harus menyakinkan public bahwa yang ditawarkan Islam memang sesuatu yang baru yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam ketika itu bukan dengan menyendiri tetapi dengan gagah tampil di belantara public dengan penuh percaya diri. Seperti halnya kolonialisme, selain nilai negative juga melahirkan tradisi baca dalam system pembelajaran “modern” yang antara lain membuat generasi belakangan mempunyai akses dalam kemoderenan. Orientalis atau occidentalis nilai positifnya tergantung pada siapa yang memanfaatkan peluang yang tersedia secara cerdas. Sama seperti ketika Muhammad (sang Nabi) hadir di tengah belantara keagamaan mondial lainnya di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Prof. Dr. Abdul Munir Mulkan (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-2641028203261042923?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/2641028203261042923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=2641028203261042923' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/2641028203261042923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/2641028203261042923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2008/01/islam-dan-sentuhan-peradaban-lain.html' title='Islam dan Sentuhan Peradaban Lain?'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-3558431638015925001</id><published>2008-01-08T10:37:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T10:41:21.685+07:00</updated><title type='text'>Orientalisme</title><content type='html'>Secara ringkas, bisa dikatakan, sebenarnya, telah berates tahun lalu, kaum Yahudi dan Nasrani di Barat telah melakukan pengkajian terhadap Islam, dengan tujuan untuk memahami seluk-beluk Islam dan kaum Muslim. Sejak lama mereka telah mengumpulkan kitab-kitab dan manuskrip karya ulama Islam, mendirikan pusat-pusat studi Islam di Negara-negara Barat. Dalam bukunya, Al Mustasyriquna wa al Tarikhul Islam, Prof. Dr. Ali Husny al Kharbuthly, Guru Besar di Universitas ‘Ain Syams, Mesir, mencatat, ada tiga tujuan kaum Orientalis dalam studi Islam, yaitu: (1) Untuk penyebaran agama Kristen ke negeri-negeri Islam, (2) Untuk kepentingan penjajahan, (3) Untuk kepentingan ilmu pengetahuan semata (Hamka, Studi Islam, Pustaka Panjimas: Jakart, 1985 hal 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak perang Salib berlangsung mulai tahun 1095, ada sebagian tokoh Kristen yang menilai Perang Salib merupakan cara yang tidak tepat untuk menaklukan kaum Muslim. Salah satu tokoh terkenal adalah Peter The Venerable atau Petrus Venerabilis (1094-1156 M). Peter adalah tokoh misionaris Kristen pertama di dunia Islam, yang merancang bagaimana menaklukan umat Islam dengan pemikiran, bukan dengan senjata. Ketika itu, ia seorang kepala Biara Cluny, Perancis-sebuah biara yang sangat berpengaruh di Eropa Abad Pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1141-1142, Peter mengunjungi Toledo, Spanyol. Di situ ia menghimpun sejumlah cendikiawan untuk menerjemahkan karya-karya kaum Muslim ke dalam bahasa Latin. Terjemahan itu akan digunakan sebagai bahan untuk misionaris Kristen terhadap dunia Islam. Salah satu sukses usaha Peter adalah terjemahan Al Qur’an dalam bahasa Latin oleh Robert of Ketton (selesai 1143), yang diberi judul “Liber Legis Saracenorum quem Alcorant Vocant” (Kitab Hukum Islam yang disebut Al Qur’an). Ini adalah terjemahan  pertama al Qur’an dalam bahasa Latin, yang selama berates-ratus tahun menjadi rujukan kaum Kristen di Eropa dalam melihat Islam. Barulah pada tahun 1698, Ludovico Maracci, melakukan kritik terhadap terjemahan Robert of Ketton dan menerjemahkan al Qur’an sekali lagi ke dalam bahasa Latin dengan judul “Alcorani Textus Receptus”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Peter Venerabilis, pengkajian Islam (Islamic Studies) perlu dilakukan oleh kaum Kristen, agar mereka dapat “membaptis pemikiran kaum Muslimin”. Jadi, kaum Muslim bukan saja perlu dikalahkan dengan ekspedisi militer, melainkan juga harus dikalahkan dalam pemikiran mereka. Di tengah berkecamuknya Perang Salib, Peter membuat pernyataan: “…aku menyerangmu, bukan bagaimana sebagian dari kami (orang-orang Kristen) sering melakukan, dengan senjata dengan kata-kata, bukan dengan kekuatan, namun dengan cinta..” (But I attack you not, as some of us &lt;Christians&gt; often do, by arms, but by word; not by force, but by reason; not ini hatred, but in love…).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus Venerabilis mengajak orang Islam ke jalan keselamatan Kristen dengan cara mengalahkan pemikiran Islam. Ia berangkat dari kepercayaan Kristen bahwa di luar Gereja tidak ada keselamatan (extra ecclesiam nulla salus). Islam, menurutnya, adalah sekte kafir terkutuk sekaligus berbahaya (execrable and noxious heresy), doktrin berbahaya (pestilential doctrine), ingkar (impious) dan sekte terlaknat (a damnable sect); dan Muhammad adalah orang jahat (an evil man).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menugaskan para sarjana Kristen menerjemahkan naskah-naskah bahasa Arab ke dalam bahasa Latin, Peter juga menulis dua buku yang menyerang pemikiran Islam. Tentang Al Qur’an, Peter menyatakan Al Qur’an tidak terlepas dari para setan. Setan telah mempersiapkan Muhammad, orang yang paling nista, menjadi anti Kristus. Setan telah mengirim informan kepada Muhammad, yang memiliki kitab setan “diabolical scripture” (Riset yang serius tentang Peter Venerabilis ini bisa dibaca dalam buku Adnin Armas, Metodologi Bibel dalam Studi al Qur’an, Penerbit GIP: Jakarta, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi Peter Venerabilis ini kemudian menjadi rujukan kaum misionaris Kristen terhadap kaum Muslimin. Henry Martyn, tokoh misionaris berikutnya, juga membuat pernyataan, “Aku datang untuk menemui umat Islam, tidak dengan senjata tapi dalam kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, tidak dalam benci tapi dalam cinta.” Hal senada dikatakan tokoh misionaris lain, Raymond Lull, “Saya melihat banyak ksatria pergi ke tanah suci, dan berpikir bahwa mereka dapat menguasainya dengan kekuatan senjata, tetapi pada akhirnya semua hancur sebelum mereka mencapai apa yang mereka pikir bisa diperoleh.” Lull mengeluarkan resep: Islam  tidak dapat ditaklukan dengan darah dan air mata, tetapi dengan cinta kasih dan do’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Lull dan Martyn itu ditulis oleh Samuel M. Zwemmer, misionaris Kristen di Timur Tengah, dalam buku “Islam: A Challenge to Faith” (edisi pertama tahun 1907). Buku yang berisi resep untuk  “menaklukkan” dunia Islam itu disebut Zwemmer sebagai “beberapa kajian tentang kebutuhan dan kesempatan di dunia para pengikut Muhammad dari sudut pandang missi Kristen”. Zwemmer menyebut bukunya sebagai “studies on the Mohammed religion and the needs and opportunities of the Mohammed World From the standpoint of Christian Missions”. Di akhir  penjelasannya tentang Al Qur’an, Zwemmer mencatat: “In this respect the Koran is inferior to the sacred books of ancient Egypt, India, and China, thought, unlike them, it is monotheistic. It can not be compared with the Old or the New Testament.” (Dalam masalah ini, Al Qur’an adalah inferior dibandingkan dengan buku-buku suci Mesir Kuno, India, China. Meskipun, tidak seperti mereka, Al Qur’an adalam monoteistik. Ini tidak bisa dibandingkan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru)(Samuel M. Zwemmer, Islam: A Challenge to Faith. London: Darf Publisher Limited, 1985. Hal 91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi penaklukan Islam melalui pemikiran ini kemudian dikembangkan oleh para orientalis Barat. Sebagian dari mereka memang membawa semangat lama kaum misionaris, sebagian lagi melakukannya untuk kepentingan penjajahan (kolonialisme) dan sebagian lagi bermotifkan semata-mata untuk kajian ilmiah. Kini setelah  beratus-ratus tahun, kaum orientalis telah berhasil meraih sukses besar dalam bidang studi Islam. Bukan saja mereka berhasil mendirikan pusat-pusat studi Islam di Barat dan menerbitkan ribuan buku tentang Islam, tetapi mereka juga berhasil menghimpun literature-literatur Islam dalam jumlah yang sangat besar. Usaha-usaha mereka selama berabad-abad ini bisa dipahami, sebab Islam adalah satu-satunya agama yang tegas memberikan kritik-kritik yang mendasar terhadap basis kepercayaan Yahudi dan Nasrani. Hanya Al Qur’anlah, satu-satunya Kitab Suci yang memberikan kritik-kritik tajam dan mendasar terhadap dasar-dasar kepercayaan agama Yahudi dan Kristen (Prof. SMN Al Attas mencatat dalam buku terkenalnya, Islam and Secularism: “The confrontation between Western culture and civilization and Islam, from the historical religious and military levels, has now moved on to the intellectual level; and we must realize, then, that this confrontation is by nature a historically permanent one. Islam is seen by the West as posing a challenge to it’s very away of life; a challenge not only to Western Christianity, but also to Aristotelianism and epistemological and philosophical principles deriving from Graeco-Roman thought which forms the dominant component integrating the key element in dimensions of Western worldview.”Kuala Lumpur, ISTAC, 1993. Hal 105).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, jejak-jejak orientalisme yang sangat gamblang bisa ditelusuri dari pemikiran-pemikiran para pengkaji Islam dari Belanda, seperti Snouck Hurgronje. Tahun 1911, Snouck Hurgronje menerbitkan bukunya “Nederland en de Islam”, yang berisi pemikiran dan strategi cara menghadapi Islam: (1) Dalam bidang yang murni agama, pemerintah dan pejabat-pejabatnya harus menjamin dan memilihara kebebasan mutlak, (2) Dalam bidang politik, kebebasan itu harus dibatasi “untuk kepentingan bersama”, (3) Dalam bidang hukum Islam, pemerintah harus menjauhi intervensi yang dipaksakan, sekalipun harus mendorong kea rah proses evolusi hukum sebanyak mungkin, (4) Garis-garis kebijaksanaan yang kurang lebih negative ini harus menuju ke arah tujuan yang positif, yaitu kemajuan orang-orang Islam yang harus dibebaskan dari beberapa “peninggalan ajaran abad pertengahan yang tidak berguna yang menyeret mereka hingga demikian lamanya” agar supaya dengan jalan ini-dengan perantaraan pendidikan dan pengajaran-dapat memperoleh kesempatan “asosiasi” cultural dengan kebudayaan Barat (dikutip dari: Mukti Ali, Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia, Bandung: Mizan, 1998. Hal 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1938, misalnya, Mohammad Natsir pernah menulis sebuah artikel berjudul: “Suara Azan dan Lonceng Gereja”. Natsir membuka tulisannya dengan untaian kalimat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik menentang musuh ialah dengan senjatanya sendiri! Qaedah ini dipegang benar oleh Zending dalam pekerjaannya menasranikan orang Islam. Tidak ada satu agama yang amt menyusahkan zending dan missi dalam pekerjaan mereka daripada agama Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel Natsir ini mengomentari hasil Konfrensi Zending Kristen di Amsterdam pada 25-26 Oktober 1938. Natsir sangat peduli dengan Konfrensi tersebut, yang antara lain menyorot secara tajam kondisi umat Islam Indonesia. Dr. Bakker, seorang pembicara dalam Konfrensi tersebut mengungkapkan kondisi umat Islam sebagaimana yang digambarkan dalam buku Prof. Dr. H. Kraemer, The Crhistian Message in a non-Christian World. Kata Dr. Bakker, “Orang Islam yang berada di bawah pemerintahan asing lebih konservatif memegang agama mereka dari negeri-negeri yang sudah merdeka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Bakker juga mengungkap tentang pengaruh pendidikan Barat terhadap umat Islam. Katanya, “Masih juga banyak orang Islam memegang agama mereka yang turun-temurun dari dulu itu, akan tetapi banyak pula yang sudah terlepas dari agama mereka, terutama lantaran pelajaran Barat yang katanya netral itu telah terampas dasar lain yang akan gantinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natsir sangat peduli akan pengaruh pendidikan Barat terhadap generasi muda. Ia menulis, bahwa ketika itu, sudah lazim dijumpai anak-anak Islam yang telah sampai ke sekolah-sekolah menengah yang belum pernah membaca Al Fatihah seumur hidupnya, atau susah payah belajar membaca syahadat menjelang dilangsungkannya akad nikah. Karena itulah, tulis Natsir, Prof. Snouck Hurgronje  pernah menulis dalam bukunya, Nederland en de Islam, “Opvoeding en onderwijs zijn in staat, de Moslims van het Islamstelsel te emancipeeren.” (Pendidikan dan pelajaran dapat melepaskan orang Muslimin dari gengaman Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Dr. Bakker mengingatkan, bahwa kaum misionaris Kristen harus lebih serius dalam menjalankan aksinya di Indonesia, supaya di masa yang akan datang Indonesia tidak lebih susah dimasuki oleh misi Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi rencana Misi Kristen di Indonesia tersebut, Natsir mengimbau umat Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu sekaranglah kita harus memperlihatkan kegiatan dan kecakapan menyusun barisan perjuangan yang lebih rapi. Jawablah Wereldcongres dari Zending itu dengan congres Islam yang sepadan itu ruh dan semangatnya, untuk memperteguh benteng keislaman. Sebab tidak mustahil pula di negeri kita ini, suara azan bakal dikalahkan oleh lonceng gereja. Barang bathil yang tersusun rapi, akan mengalahkan barang haq yang centang-perenang (Artikel Natsir dimuat di Majalah Pandji Islam, No. 33-34, 1938; dikutip dari buku M. Natsir, Islam dan Kristen di Indonesia. Penerbit CV. Bulan Sabit: Bandung, 1969).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Adian Husaini, M.A. (Kandidat Doctor ISTACS IIUM Malaysia, Dosen Pasca Sarjana Pusat Studi Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-3558431638015925001?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/3558431638015925001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=3558431638015925001' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3558431638015925001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3558431638015925001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2008/01/orientalisme.html' title='Orientalisme'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-1763638795567557261</id><published>2008-01-08T10:34:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T10:36:33.464+07:00</updated><title type='text'>Feminisme pada Masyarakat Matrilineal Minangkabau</title><content type='html'>Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca pemikiran Feminisme memang tidak mudah. Feminisme bukanlah pemikiran tunggal, tetapi terdiri dari berbagai macam pemikiran yang saling berbeda yang terpolarisasi aliran-aliran feminis. Feminisme radikal, misalnya, menganggap “penindasan terhadap perempuan ditandai oleh kuasa, dominasi, hirarki, dan kompetisi. Sistem patriarkhal tidak dapat dibentuk ulang, tetapi harus dicabut dari akar dan cabang-cabangnya. Bukan hanya struktur hukum dan politis partriarkhi saja yang harus dicabut untuk memberikan jalan bagi pembebasan perempuan. Lembaga sosial dan kultural juga dicabut dari akar-akarnya” (Tong, 1998; hal 3; ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun masing-masing aliran feminis berbeda dalam menganalisis sebab dan solusi  dari ketertindasan perempuan, penulis melihat ada persamaan dalam “semangat perlawanan terhadap dominasi laki-laki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feminisme di Indonesia, masih “barang baru” (produk Barat) di Indonesia. Dalam pengantar terjemahan buku “Feminist Thought”, Aquarini Priyatna Prasmoro, seorang akademisi yang intens dengan pemikiran feminis di Indonesia, mengungkapkan kegelisahan yang menganggu pikirannya terkait tuduhan bahwa feminisme adalah Barat. “Pemikiran feminisme radikal seringkali dianggap tidak sesuai dengan ‘budaya timur’, karena perbincangan seksualitas bagi pemikiran Timur adalah tabu”. Menurut Aquarini, “adalah asumsi merendahkan bahwa perempuan Timur tidak mampu melihat ketimpangan yang muncul secara jelas di depan mata.” (Tong, 1998; hal xv).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis termasuk orang yang sependapat dengan tesis “lokalitas harus kita perhatikan dalam melihat sebuah pemikiran”. Feminis liberal tidak bisa kita lepaskan dari konteks Eropa. Sedangkan feminisme mulkultural sangat erat dengan kondisi diskriminasi antara kulit  hitam dan kulit putih di Amerika Serikat (Tong, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan perlawanan terhadap “patriakhal” dan “lokalitas” yang penulis sampai di atas, maka sangat menarik untuk melihat belahan dunia lain yang masih sedikit dilirik oleh para pemikir. Minangkabau, sebuah daerah di pulau Sumatera, yang sekarang identik dengan wilayah teritori Sumatera Barat, memiliki kultur budaya yang unik dalam mengatur kehidupan masyarakatnya. Minangkabau adalah salah satu masyarakat yang masih tetap memegang matrilineal (sistem kekerabatan menurut garis ibu). Para Antropolog mencatat saat ini, suku bangsa yang masih memegang sistem matrilineal, kurang dari 10 suku bangsa, di antaranya, Minangkabau (Sumatera Barat, Indonesia), Campa (Vietnam), Muangthai (segitiga emas Thailand), suku bangsa di India, Afrika, dan Badui (Timur tengah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila feminisme kita sepakati sebagai perlawanan terhadap budaya patriakhi (sebagaimana yang diyakini oleh feminis liberal), maka suku-suku yang menganut matrilineal bisa kita jadikan sebuah pengecualian? Berangkat dari permasalahan tersebut, maka pada makalah ini penulis akan membahas fenomena feminisme pada masyarakat Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Sosial-Politik Perempuan Masyarakat Minangkabau&lt;br /&gt;Adat Minangkabau bersifat matrilineal. Dalam menentukan tempat tinggal suami-istri, adat Minangkabau menganut sistem matrilokal. Dalam adat Minangkabau, yang berkuasa dan bertanggung jawab dalam sebuah rumah tangga adalah ibu yang didampingi oleh mamak (saudara laki-laki ibu), sedangkan ayah hanya sebagai tamu. Dalam perkawinan, menurut adat Minangkabau yang meminang bukan laki-laki atau keluarganya, akan tetapi pihak perempuan. Dalam pembagian harta warisan kaum/suku jatuh pada kepada perempuan, sementara kaum laki-laki tidak mendapatkan bagian apa-apa. Perempuan menempati kedudukan yang istimewa (Ilyas, 2006; hal 47-49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garis keturunan menurut ibu, menimbulkan kecendrungan negatif bagilaki-laki di Minangkabau. Mereka dianggap hanyalah sebagai “pejantan”, yang dinikahi oleh perempuan untuk menjaga eksistensi suku sang perempuan. Tapi sisi lain, matrilineal telah memberikan status yang jelas bagi seorang anak, bahwa ia adalah anak dari ibunya. Sebagaimana telah diketahui dalam masalah seksual, patrilineal telah menempatkan perempuan pada posisi yang rendah (belum lagi penderitaan dan sakit karena hamil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas telah penulis sampaikan tentang keadaan sosial perempuan di Minangkabau, bagaimana dengan kedudukan perempuan di bidang politik. Dalam Diskusi “Memahami Sistem Matrilineal Minangkabau” 25 Desember 2007 yang lalu di Yogyakarta, Dr. Raudha Thaib (Budayawan Sumatera Barat), mengatakan: “Di Minangkabau, perempuan diperbolehkan untuk memasuki wilayah publik. Perempuan Minang tidak dikurung di rumah dan hanya berkecimpung di sektor domestik saja. Perempuan memegang peranan dalam pengambilan keputusan politik dalam kaum/suku dan diperbolehkan untuk menduduki jabatan publik. Dalam sejarah, Kerajaan Minangkabau pernah dipimpin oleh raja Perempuan, yang bernama “Bundo Kanduang”. Hanya tiga posisi yang tidak boleh ditempati perempuan, yaitu Manti (pemimpin adat), Malin (pemimpin agama), dan Dubalang (pemimpin keamanan suku). Selain dari tiga posisi ini, perempuan dipersilahkan untuk berkiprah dan mendudukinya.” (Diskusi Gebu Minang di Asrama Mahasiswa Bundo Kanduang Yogyakarta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friedrich Engels: The Origin of The Family, Private Property&lt;br /&gt;Untuk memahami hubungan matrilineal dengan feminisme, ada baiknya penulis sampaikan juga di sini pemaparan Friedrich Engels tentang asal usul keluarga dan kepemilikan pribadi, yang sangat menginspirasi feminis sosialis. Engels mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelum keluarga, atau hubungan perkawinan, ada satu keadaan primitif ‘hubungan seksual yang permisif’ yang dalam hubungan ini setiap perempuan adalah permainan yang adil bagi setiap laki-laki dan sebaliknya. Semua pada dasarnya menikah dengan semua. Dalam proses seleksi alamiah, berbagai golongan darah anggota keluarga perlahan dipinggirkan untuk dipertimbangkan sebagai patner perkawinan yang mungkin. Karena perempuan  yang tersedia bagi laki-laki semakin lama semakin sedikit, individu laki-laki mulai secara keras menyatakan klaimnya atas individu perempuan tertentu sebagai hak milik mereka. Akibatnya, timbullah keluarga yang berpasangan, yang mengatur setiap satu laki-laki menikah dengan satu perempuan” (Tong, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engels melanjutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menekankan bahwa ketika seorang laki-laki mengambil seorang perempuan, ia kemudian hidup di dalam rumah tangga si perempuan. Keadaan ini bukan sebagai tanda subordinasi perempuan, melainkan sebagai tanda kekuatan ekonomi perempuan. Karena pekerjaan perempuan adalah vital bagi kelangsungan hidup seluruh suku (misalnya, tempat untuk tidur, pakaian, alat-alat masak, peralatan) yang dapat diturunkan kepada generasi berikutnya. Masyarakat pasangan awal adalah masyarakat matrilineal, dengan garis hak waris dan keturunan ditelusuri dari garis ibu. Mungkin juga bukan hanya matrilineal, tetapi juga matriarkhal, masyarakat yang di dalamnya perempuan mempunyai kekuatan ekonomi, sosial dan politik.” (Tong, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyampaikan tentag awal mula matrilineal dan perkembangannya, Engels kemudian menjelaskan proses terjadinya perpindahan matrilineal ke patriakhal:&lt;br /&gt;“Sejalan dengan semakin dianggap pentingnya pekerjaan dan produksi laki-laki, bukan saja nilai dan pekerjaan dan produksi perempuan menurun, melainkan status perempuan dalam masyarakat juga menurun. Karena laki-laki kini memiliki sesuatu yang lebih bernilai daripada yang dimiliki perempuan, dan karena laki-laki, untuk alasan yang tidak dapat dijelaskan, tiba-tiba menginginkan anak-anaknya sendiri yang akan memperoleh hak milik mereka, laki-laki memberlakukan tekanan yang sangat besar untuk mengubah masyarakat dari matrilineal menjadi patrilineal. Hak ibu harus ‘dihancurkan’, dan dihancurkanlah hak ibu.” (Tong, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penghancuran hak-hak ibu merupakan kekalahan bersejarah perempuan dunia. Setelah menghasilkan dan menegaskan klaim terhadap kekayaan, laki-laki mengambil alih kendali rumah tangga, mereduksi perempuan menjadi ‘budak’ dari hasrat ragawi laki-laki, dan menjadi ‘sekedar alat produksi anak-anak’. Dalam tataran keluarga baru ini, suami berkuasa atas dasar kekuatan ekonominya. Laki-laki adalah borjuis, sementara istrinya merepresentasikan kaum proletar. Kendali laki-laki atas perempuan berasal dari fakta bahwa laki-laki, dan bukan perempuan, yang mengendalikan kepemilikan. Opresi terhadap perempuan akan berakhir hanya dengan penghancuran institusi kepemilikan pribadi.” (Tong, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Engels memberikan jalan keluar bagi perempuan untuk melepaskan diri dari kunkungan maskulin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika istri-istri akan diemansipasi dari laki-laki, perempuan pertama-pertama harus menjadi mandiri dan tidak bergantung kepada laki-laki. Bahkan, syarat pertama bagi emansipasi perempuan adalah masuknya kembali seluruh perempuan ke dalam industri publik, kedua, sosialisasi pengurusan rumah tangga dan pengasuhan anak.” (Tong, 1988).&lt;br /&gt;Setelah membaca pemikiran Engels, dapatlah kita berasumsi bahwa matrilineal adalah sistem masyarakat yang sangat afirmatif memberikan ruang dan hak-hak kepada kaum perempuan. Namun di pihak lain, teoritisasi kontemporer, seperti Nozick masih memiliki perasaan pro maskulin. Dia tidak sependapat dengan Engels. Ia menganggap “ keluarga tradisional (patriakhal) adalah adil, dan kemudian mengukur distribusi yang adil dalam pengertian ‘pendapat rumah tangga’ yang diterimakan kepada ‘kepala rumah tangga’, sehingga pertanyaan tentang keadilan dalam keluarga menjadi tidak mungkin.” (Kymlicka, 2004; hal 331).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feminisme di Minangkabau&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan yang disampaikan Engels, penulis melihat keadaan perempuan di Minangkabau telah mendapat legitimasi yang kuat dalam hal mendapatkan hak kepemilikan pribadi dan kebebasan berkiprah di dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun asumsi Engels sangat materialistik, dengan menempatkan kekuasaan sangat dipengaruhi oleh penguasaan terhadap aset ekonomi, namun hal ini bisa diterima dengan melihat keadaan perpolitikan pada saat ini terjadi, khususnya di Indonesia. Tak dapat dipungkiri pameo “siapa yang ber-uang, dialah yang berkuasa”, telah menjadi “aturan dominan tak tertulis” dalam politik Indonesia. Kasus, banyaknya pengusaha yang menempati jabatan vital di pemerintahan dan partai politik semakin menguatkan realitas bahwa, terdapat korelasi positif antara politik dan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engels melihat, kekalahan perempuan terletak pada kenyataan, mereka tidak mempunyai akses untuk memiliki property. Keluarga telah mengikat perempuan untuk melakukan “kewajiban moral” sebagai ibu dan istri, yang menyita sebagian besar waktunya bekerja di wilayah domestik (rumah. Kelelahan di rumah tidak memberikan peluang baginya masuk ke ruang publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita alihkan pandangan kembali pada perempuan Minang. Perempuan Minang oleh adat diberikan hak property, memiliki sawah, rumah, ladang dan tanah. Dalam keluarga mereka sulit diintimidasi oleh suami, karena mamak (saudara laki-laki dari sukunya) akan senantiasa memberikan perlindungan kepada perempuan tersebut. Sehingga sangat kecil kemungkinan suami bisa sewenang-wenang (melakukan kekerasan) terhadap istri. Jika kita hubungkan dengan solusi yang ditawarkan oleh Engels, bahwa perempuan harus keluar untuk memasuki industri publik, maka untuk konteks matrilineal Minangkabau ini tidak diperlukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena telah memiliki property yang bisa ia sewakan atau dikelola, maka property tersebut semakin bertambah (paling tidak tetap jumlahnya seperti semula). Perempuan Minang tidak mesti harus mengolah sendiri, tapi ia cukup menjadi manajer dari pengelolaan pertambahan asset yang dimiliki. Biasanya yang difungsikan sebagai pekerja untuk menambah asset tersebut adalah suami, yang “dijemput” oleh pihak/keluarga perempuan. Pengalaman sebagai manajer ini, bisa membentuk karakter kepimpinan yang pada level lebih tinggi bisa dia gunakan dalam wilayah kepemimpinan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Ketika adat  Minangkabau, telah menempatkan posisi perempuan “lebih penting” dari laki-laki, apakah bisa kita katakan “feminisme tidak berlaku untuk masyarakat Minangkabau”? Mungkin, banyak yang akan mengatakan “tidak perlu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut hemat penulis, feminisme sebagai sebuah spirit dan gerakan penyadaran akan posisi perempuan yang subordinat dari laki-laki, masih dibutuhkan oleh perempuan Minang. Ada beberapa kondisi yang menguatkan penulis untuk berpendapat seperti ini: (1) Perempuan Minang, karena telah diberikan perlakuan istimewa oleh adat, cendrung untuk bermalas-malasan, tidak memiliki sebuah visi menatap masa depan, kecuali keinginan untuk mendapatkan suami kaya dan berpangkat sehingga semakin membuat dirinya ‘larut’ dalam “kebahagiaan materi”, (2) Seperti kategorisasi Engels bahwa ada perempuan borjuis dan proletar, maka di Minang ada juga kelas perempuan miskin (karena sukunya miskin), yang tidak memungkinkan ia untuk memperoleh hak-hak property dan kedudukan politis istimewa di masyarakat. Bagi mereka ini, pemikiran feminisme masih diperlukan untuk meningkatkan harkat dan martabatnya, (3) Karena dininabobokkan oleh hak istimewa, banyak perempuan yang merasa cukup dengan hak istimewa itu. Kenyataan ini membuat mereka nyaman berperan hanya di wilayah domestik (rumah tangga) saja, sehingga jarang yang mau berkiprah di wilayah publik. Hal ini dapat kita lihat pada minimnya perempuan Minang berkiprah di bidang politik maupun perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penulis berkesimpulan, ketika kita memahami feminisme, maka kita tidak bisa melepaskan faktor lokalitas. Feminisme lahir bukan tanpa ada latar belakang sosio-historis. Kita harus secara cermat dalam membawa feminisme yang lahir di Barat masuk dalam pemikiran perempuan di Indonesia. Sebagai bentuk pemikiran brilian, feminisme harus diberikan apresiasi dengan tetap kritis dalam pengimplementasikannya, terutama dalam konteks kebudayaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ilyas, Yunahar. 2006. Ketaraan Jender dalam Al Qur’an: Studi Pemikiran Para Mufasir. Penerbit Labda Press; Yogyakarta.&lt;br /&gt;    * Kymlicka, Will. 2004. Pengantar Filsafat Politik Kontemporer: Kajian Khusus atas Teori-Teori Keadilan. Terjemahan Agus Wahyudi. Penerbit Pustaka Pelajar; Yogyakarta.&lt;br /&gt;    * Tong, Rosemarie Putnam. 1998. Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Aliran Utama Pemikiran Feminis. Terjemahan Aquarini Priyatna Prabasmoro. Penerbit Jalasutra; Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-1763638795567557261?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/1763638795567557261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=1763638795567557261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/1763638795567557261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/1763638795567557261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2008/01/feminisme-pada-masyarakat-matrilineal.html' title='Feminisme pada Masyarakat Matrilineal Minangkabau'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-2146549482513262694</id><published>2007-12-22T07:36:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T07:38:31.998+07:00</updated><title type='text'>Ulama di Buku Pelajaran</title><content type='html'>Dalam sebuah kuliah, seorang mahasiswa terkejut ketika saya jelaskan tentang peran Al Ghazali dalam kebangkitan umat Islam di zaman Perang Salib. Menurut dia, dalam ruang-ruang kuliah studi Islam selama ini, diajarkan bahwa Al Ghazali adalah biang keladi kemunduran umat Islam. Setelah saya meneliti sejumlah buku studi Islam di perguruan tinggi, cerita si mahasiswa tadi ternyata benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah buku rujukan tentang sejarah peradaban Islam yang ditulis seorang guru besar bidang peradaban Islam, misalnya, mengutip pendapat Nurcholish Madjid, menyatakan bahwa pemikiran Al Ghazali itu mempunyai efek pemenjaraan kreativitas intelektual Islam. Buku studi Islam karya dosen lain ada yang menulis, Andai Ibn Rusyd yang dianut oleh orang-orang Timur, bukan Al Ghazali, maka yang maju pesat di zaman modern ini pastilah negara-negara Islam, dan bukan negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena buku-buku semacam itu diajarkan kepada para mahasiswa, maka bisa dipahami jika banyak memakan 'korban'. Para mahasiswa itu kemudian bersikap sinis dan tidak tertarik lagi untuk melakukan kajian lebih mendalam. Sebagai gantinya, dimunculkanlah sosok-sosok intelektual yang menjadi idola baru semisal Nasr Hamid Abu Zaid, Mohammed Arkoun, Fazlur Rahman, Hassan Hanafi, Abid Al Jabiri, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Al Ghazali&lt;br /&gt;Belum lama ini buku Hakadza Zhahara Jiilu Shalahuddin wa Hakadza Aadat Al Quds (Demikianlah Bangkitnya Generasi Shalahudin Al Ayyubi dan Demikianlah Kembalinya Yerusalem) karya Dr Majid Irsan Al Kilani diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Buku ini menarik, terutama dari sudut pandang kebangkitan sebuah peradaban. Penerjemah buku ini, dua orang alumni Universitas Islam Madinah, menceritakan, bahwa dosen pembimbing mereka, Dr Ghazi bin Ghazi Al Muthairi, adalah orang yang mengenalkan dan meminta mereka membaca buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini menceritakan bagaimana kaum Muslimin mampu bangkit dari keterpurukan selama sekitar 50 tahun, dan akhirnya berhasil merebut kembali Yerusalem setelah dikuasai pasukan Salib selama 88 tahun. Dr Irsan Al Kilani memaparkan data-data bahwa Shalahudin bukanlah pemain tunggal yang 'turun dari langit' dalam mengangkat keterpurukan umat Islam. Tetapi, dia adalah produk dan bagian sebuah generasi baru yang telah dipersiapkan oleh para ulama yang hebat. Dua ulama besar yang disebut berjasa besar dalam menyiapkan generasi baru itu adalah Imam Al Ghazali dan Abdul Qadir Al Jilani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan upaya perubahan umat yang mendasar, Al Ghazali dan Al Jilani lebih menfokuskan pada upaya mengatasi masalah kondisi umat yang ketika itu memang layak menerima kekalahan (al qabiliyah lil hazimah). Faktor dasar kelemahan umat didiagnosis dan dicarikan solusinya. Menurut Al Ghazali, masalah yang paling mendasar dari terpuruknya umat Islam adalah faktor hubbud dunya (cinta dunia), rusaknya pemikiran keagamaan, dan fanatisme kelompok. Untuk itu, Al Ghazali melakukan perubahan dimulai dari dirinya sendiri, kemudian baru mengubah orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata penulis buku ini Al Ghazali lebih menfokuskan usahanya untuk membersihkan masyarakat Muslim dari berbagai penyakit yang menggerogotinya dari dalam dan pentingnya mempersiapkan kaum Muslim agar mampu mengemban risalah Islam kembali sehingga dakwah Islam merambah seluruh pelosok bumi dan pilar-pilar iman serta kedamaian dapat tegak dengan kokoh. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kitab-kitab yang ditulisnya setelah merenungkan kondisi umat secara mendalam, Al Ghazali sampai pada kesimpulan bahwa yang harus dibenahi pertama dari umat adalah masalah keilmuan dan keulamaan. Oleh sebab itu, kitabnya yang terkenal dia beri nama Ihya’ Ulumuddin. Secara ringkas dapat dipahami bahwa di masa Perang Salib, kaum Muslim berhasil menggabungkan konsep jihad al nafs dan jihad melawan musuh dalam bentuk qital dengan baik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya al-Ghazali dalam soal jihad menekankan pentingnya mensimultankan berbagai jenis potensi dalam perjuangan umat. Dalam Ihya' Ulumuddin, Al Ghazali menekankan pentingnya masalah ilmu, akhlak, dan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar. Aktivitas tersebut, kata Al Ghazali, adalah kutub terbesar dalam urusan agama. Ia adalah sesuatu yang penting, dan karena misi itulah, maka Allah mengutus para nabi. Jika aktivitas amar ma’ruf nahi munkar hilang, maka syiar kenabian hilang, agama menjadi rusak, kesesatan tersebar, kebodohan akan merajelela, satu negeri akan binasa, begitu juga umat secara keseluruhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas Al Ghazali yang gigih dalam memberikan kritik-kritik keras terhadap berbagai pemikiran yang dinilainya menyesatkan umat, juga menunjukkan kepeduliannya yang tinggi terhadap masalah ilmu dan ulama. Al Ghazali seperti berpesan kepada umat, ketika itu, bahwa problema umat Islam saat itu tidak begitu saja bisa diselesaikan hanya dari faktor-faktor permukaan, seperti masalah politik atau ekonomi, tetapi harus diselesaikan dari akar persoalannya, yaitu kerusakan ilmu dan ulama. Dr Irsan Al Kilani menyebutkan bahwa memang banyak yang salah paham terhadap Al Ghazali dan Abdul Qadir Al Jilani. Nama yang terakhir ini adalah ulama ahli fikih mazhab Hambali yang aktif berdakwah kepada para penguasa dan berhasil mengislamkan ribuan orang non-Muslim. Dari madrasah-madrasah ulama itulah di kemudian hari lahir para ulama yang alim dan zuhud, para ustad, dan para pemimpin politik yang saleh, zuhud, dan mencintai jihad fi sabilillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang hari, memang terjadi penyimpangan di madrasah Al Qadiriyah. Maka, dalam kondisi terpuruk, umat Islam tidak seyogyanya berpangku tangan, menunggu datangnya seorang pemimpin (ratu adil). Mereka harus mengubah kondisi mereka sendiri, dari 'kondisi kekalahan' menuju 'kondisi kemanangan'. Sebab, memang Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sampai kaum itu sendiri yang mengubah diri mereka sendiri (QS 13:11)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap adil&lt;br /&gt;Belum lama ini, dalam sebuah diskusi di tentang pemikiran Ibnul Qayyim Al Jauziyah di Berlin, seorang sarjana Indonesia berusaha membuktikan keterkaitan antara pemikiran Ibn Taimiyah dengan terorisme. Salah satu buktinya, menurutnya, para ’teroris’ memang membaca buku-buku Ibn Taimiyah. Cara-cara pengkajian semacam ini tentu saja tidak adil dan tidak komprehensif. Hampir tidak ada sarjana Barat yang membuat kesimpulan, bahwa karena George Bush rutin membaca Bibel, maka Bibel dikatakan sebagai sumber terorisme..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama adalah manusia. Merekalah yang terutama mendapat amanah untuk melanjutkan risalah kenabian. Banyak dari mereka yang telah melahirkan karya-karya besar. Bisa jadi, sebagian pendapat mereka keliru. Tetapi, kekeliruan pada sebagian pendapat mereka itu jangan sampai menafikan seluruh karya dan jasa besar mereka kepada umat Islam. Generasi saat ini perlu bersikap lebih terbuka dan serius menggali khazanah pemikiran Islam, warisan para ulama, yang sangat kaya. Ketepatan dan kearifan dalam melihat masa lalu dan masa depan, Insya Allah akan menjadi modal kuat dalam kebangkitan umat Islam di masa depan. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtisar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gambaran tentang Al Ghazali di dunia pendidikan di Indonesia saat ini mengalami distorsi.&lt;br /&gt;- Sebagian referensi lembaga pendidikan menggambarkan Al Ghazali sebagai penghambat perkembangan umat Islam.&lt;br /&gt;- Padahal, karya dan pemikiran Al Ghazali sangatlah menginspirasi kemajuan umat Islam.&lt;br /&gt;- Boleh jadi pada sebagian pemikiran Al Ghazali terdapat kekeliruan, namun tidaklah adil jika hal itu kemudian menjadi dasar untuk menyudutkan Al Ghazali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Adian Husaini&lt;br /&gt;Sarjana Kedokteran Hewan IPB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://republika.co.id/kolom.asp?kat_id=16&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-2146549482513262694?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/2146549482513262694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=2146549482513262694' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/2146549482513262694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/2146549482513262694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/12/ulama-di-buku-pelajaran.html' title='Ulama di Buku Pelajaran'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-5814517651174459847</id><published>2007-12-22T06:59:00.000+07:00</published><updated>2007-12-22T07:13:20.075+07:00</updated><title type='text'>MEMAHAMI KEMBALI “KAPITALISME ADAM SMITH”</title><content type='html'>Smith’s Wealth of Nation&lt;br /&gt;Buku 1: Faktor-faktor penyebab peningkatan produksivitas tenaga kerja dan bagaimana produksi didistribusikan (pembagian tenaga kerja, market sebagai batas pembagian tenaga kerja, harga).&lt;br /&gt;Buku 2: Penggunaan dan proses akumulasi stok (pembagian stok, uang sebagai bagian dari stok, akumulasi capital, stok yang dipinjamkan dan bunga).&lt;br /&gt;Buku 3: Pertumbuhan ekonomi yang berbeda antar Negara (peran perdagangan, kota dan turunnya peran sector pertanian).&lt;br /&gt;Buku 4: Sistem ekonomi politik (proteksi merkantilis).&lt;br /&gt;Buku 5: Penerimaan Negara (public goods, utang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagram Pemikiran Ekonomi Klasik&lt;br /&gt;Wealth of Nation&lt;br /&gt;↓&lt;br /&gt;Output = f (capital, labor,land)&lt;br /&gt;≠&lt;br /&gt;Akumulasi Uang Emas ala Merkantilis&lt;br /&gt;↙ ↓ ↘&lt;br /&gt;Capital payment (profit/interest) Labor payment (wages) Land payment (rents)&lt;br /&gt;Peran Pemerintah&lt;br /&gt;Pembagian Tenaga Kerja&lt;br /&gt;Pembagian tenaga kerja menyebabkan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Secara lebih spesifik, pembagian tenaga dapat:&lt;br /&gt;1.Meningkatkan keahlian&lt;br /&gt;2.Mempersingkat waktu&lt;br /&gt;3.Mendorong inovasi mesin-mesin&lt;br /&gt;Pembagian tenaga kerja lebih sering terjadi pada manufaktur daripada pertanian. Karena itu Negara maju sering ditandai oleh kemajuan sector manufakturnya.&lt;br /&gt;Meningkatnya produksi mendorong munculnya pedagang-pedagang dan kemajuan transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Pembagian Tenaga Kerja&lt;br /&gt;Pembagian tenaga kerja muncul dari dorongan manusia untuk dapat meningkatkan utility dan melakukan pertukaran.&lt;br /&gt;Pertukaran didasari atas prinsip give and take (self interest), bukan benevolence. Smith mengatakan bahwa hanya pengemis bersandar sepenuhnya pada benevolence.&lt;br /&gt;Semakin berbeda karakteristik kedua orang/Negara, perdagangan menjadi semakin menguntungkan karena seseorang dapat membeli produksi orang lain.&lt;br /&gt;Pembagian Tenaga Kerja Dibatasi oleh Pasar&lt;br /&gt;Karena pertukaran mengiringi pada pembagian tenaga kerja, maka pembagian tenaga kerja dibatasi oleh pasar. Jika pasar terlalu kecil, maka menjadi tidak ekonomis bila dilakukan pembagian kerja.&lt;br /&gt;Ada beberapa industry yang hanya dapat dilakukan di kota besar. Karena itu peran water-carriage penting sekali untuk menghubungkan antar market di seacoast yang semula tak terhubung dan menjadi meluas ke inland dengan pelayaran sungai atau inland-carriage.&lt;br /&gt;Jika tidak ada perdagangan antar pulau, maka produksi akan proporsional dengan pendapatan dan jumlah penduduk negeri itu.&lt;br /&gt;Asal dan Penggunaan Uang&lt;br /&gt;Awalnya adalah barter, komoditi to komoditi. Karena tidak praktis maka berubah menjadi komoditi ke uang.&lt;br /&gt;Uang pada awalnya adalah logam berharga, tanpa stempel. Logam lebih divisible daripada komoditi. Tapi kemudian ada masalah dengan akurasi timbangan, kualitas dan skala. Akhirnya dikeluarkan uang koin dengan stempel. Uang adalah instrument perdagangan yang vital.&lt;br /&gt;Ketika melakukan pertukaran perdagangan ada dua arti “nilai”: nilai dalam pertukaran vs nilai dalam penggunaan (paradox air-berlian). Nilai pertukaran ditentukan oleh kelangkaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akumulasi Stok&lt;br /&gt;Jika tidak ada pembagian tenaga kerja, maka pertukaran akan jarang dilakukan sehingga tidak ada insentif untuk mengakumulasikan stok.&lt;br /&gt;Jika ada pembagian tenaga kerja, maka seseorang hanya memproduksi sebagian kecil yang ia perlukan, dan sisanya diproduksi oleh orang lain melalui perdagangan.&lt;br /&gt;Akumulasi stok diperlukan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja karena stok capital at some extent adalah koplemen labor.&lt;br /&gt;Stok tercipta bila ada kelebihan produksi over konsumsi. Stok yang menghasilkan revenue disebut capital. Sedangkan stok yang dicadangkan untuk immediate consumption bukanlah capital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapitalisme&lt;br /&gt;Tidak ada prosedur formal-bahkan pada tingkat yang paling abstrak sekalipun-untuk menspesifikasi esensinya.&lt;br /&gt;Kapitalisme adalah semacam netherworld (dunia maya, dunia tidak nyata) yang melingkungi aktivitas bisnis. Dunia maya ini kadang disebut sebagai invisible hand, market menchanism, etc yang menuju pada pertumbuhan.&lt;br /&gt;Adam Smith menyebutkan bahwa proses ini berakhir pada pencapaian socially beneficial paths dimana individu-individu sendiri tidak pernah menyadarinya ketika ia mengumpulkan material wealth.&lt;br /&gt;Wealth dari Surplus Produksi&lt;br /&gt;Elemen yang paling utama dari kapitalisme adalah dorongan untuk mengekstrasi wealth dari aktivitas produktif masyarakat dalam bentuk capital.&lt;br /&gt;Surplus adalah perbedaan antara volume produksi yang dibutuhkan untuk me-maintain pekerja dengan volume produksi yang dihasilkan oleh pekerja.&lt;br /&gt;Dalam precapitalis societies surplus adalah “wealth” dalam bentuk karakteristik fisik tertentu atau menggunakan istilah Smith segala sesuatu yang memiliki nilai penggunaan (use values).&lt;br /&gt;Dalam kapitalisme wealth adalah alat untuk mendapatkan lebih banyak wealth lagi. Capital bukanlah sekedar uang untuk membeli barang-barang yang digunakan untuk produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkuit M-C-M&lt;br /&gt;Capital adalah continous transformation dari MCM (money-commodity-money). Jadi ia adalah proses repretitif dan ekspansif.&lt;br /&gt;Proses ini dilakukan lewat organisasi perdagangan dan produksi.&lt;br /&gt;Keberadaan fisik dari capital justru merupakan kendala yang mesti dihilangkan dengan mengkonversi komoditi kembali menjadi uang. Meski komoditi ini dijual, uang yang dihasilkan tidak dianggap sebagai produk/hasil akhir, namun harus dilihat sebagai sebuah tahapan dari siklus yang tak berakhir.&lt;br /&gt;Kapital dan Dominasi&lt;br /&gt;Aspek kritis dari uang atau capital tidak terletak pada hak pemilik untuk menggunakannya; namun pada hak untuk menahan penggunaannya ketika pemilik menghendakinya.&lt;br /&gt;Hak inilah yang membuat kapitalis menjadi dominan dalam dunia perdagangan dan produksi dimana mereka memegang otoritas atas perluasannya.&lt;br /&gt;Dominasi capital berbeda dengan dominasi militer, gereja, dll. Dominasi capital oleh seseorang yang memiliki seluruh capital namun ia menolak menjual produknya atau menolak memperkerjakan manusia dapat menyebabkan pekerja-pekerja mati kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Akumulasi Kapital&lt;br /&gt;Manusia memiliki dorongan akan prestige dan distinction. Dorongan untuk memperoleh prestige objects meskipun necessary, bukanlah kondisi yang suffient bagi dorongan akan wealth (capital).&lt;br /&gt;Prestige dan distinction memperbesar dan memberikan status bagi pemiliknya, namun ia belum tentu memberikan kemampuan memaksa kepada orang lain.&lt;br /&gt;Wealth berbeda dari prestige goods karena pemiliknya mempunyai kemampuan untuk mengarahkan dan memobilisasi aktiitas masyarakat, meskipun ia mungkin tidak memiliki reputasi atau otoritas politik.Wealth adalah power.&lt;br /&gt;Pasar dan Ketertundukan Kapitalis&lt;br /&gt;Mesti kapitalis memiliki kekuatan dominasi, ia adalah subordinate dari pasar atau pembeli. Pembeli harus dipuaskan agar kapitalis mendapatkan wealth.&lt;br /&gt;Ketertundukan kapitalis pada pasar juga dapat dilihat dari besarnya tingkat upah, sewa, dan bunga yang ia harus bayar-yang kesemuanya ditentukan oleh pasar (price taker). Ini menjadi self-correcting power dalam system.&lt;br /&gt;Di sisi lain pekerja-terutama di sector pertanian dan perkotaan yang tidak memilki akses langsung kepada sumberdaya-juga menerima upah yang ada untuk secure pekerjaan mereka. Jadi,kedua belah pihak sama-sama tunduk oleh pasar.&lt;br /&gt;Harga menjadi semacam magnet yang mengarahkan perilaku pembeli dan penjual. Hasilnya adalah sebuah system yang koherensi dan kontinuitasnya tidak ditentukan dari atas ke bawah (central planning system, namun oleh self-guided aktivitas individu-individu.&lt;br /&gt;Peran Negara&lt;br /&gt;Negara berperan dalam pertahanan Negara meyediakan public goods/public works termasuk informasi , menjamin property rights,menyediakan hukum dan sanksi.&lt;br /&gt;Peran Negara dalam rezim capital adalah sebagai defender dan promoter economic realms.&lt;br /&gt;Jika rezim capital dicabut, maka Negara masih bisa berdiri. Tapi jika Negara dibubarkan, maka rezim capital tidak akan bertahan sehari sekalipun (Ini menunjukkan politics lebih dahulu daripada economic atau dominasi dulu baru eksploitasi).&lt;br /&gt;Pre-kondisi Akumulasi Kapital&lt;br /&gt;Kehendak untuk mencari profits adalah elemen sentral kapitalisme. Proses akumulasi terletak pada kemampuan kapitalis untuk mengekstrak profit dari system yang terletak pada kemampuannya dalam melegitimasi hak milik dalam produksi.&lt;br /&gt;Hak-hak membutuhkan pembagian fungsi pendukung secara timbal-balik antara bisnis dan Negara. Ini adalah pre-kondisi untuk akumulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akumulasi Kapital&lt;br /&gt;Akumulasi capital dimulai ketika masyarakat memasuki transisi menjadi industrial capitalism. Ini dilakukan dengan membangun fixed capitals seperti mesin-mesin dan peralatan, pabrik, jejaring transportasi dan energy, dan fasilitas riset.&lt;br /&gt;Alasannya: kapitalis ingin meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan profitabilitas karena biaya per tenaga kerja menurun. Dengan biaya yang menurun, kapitalis dapat menginvasi pasar mengalahkan pesaing. Teknologi juga memungkinkan ia menemukan produk baru sehingga kapitalis dapat menghasilkan “rents” karena scarcity. Jadi logika akumulasi berawal dari kecendrungan yang sangat kuat bagi capital untuk mengikuti sirkuit M-C-M.&lt;br /&gt;Berhentinya Proses Akumulasi Kapital&lt;br /&gt;Proses akumulasi ini akhirnya melambat atau berakhir ketika produk ternyata tidak tepat dengan selera pasar atau sudah saturated.&lt;br /&gt;Selain itu, bisa juga capital overused dalam ekonomi. Namun perlu diingat bahwa meskipun proses akumulasi ini terjadi terus-menerus, ia memiliki batasan, yang oleh Adam Smith disebut sebagai mencapai dataran (plateau).&lt;br /&gt;Atau ada efek katastrofi yang muncul dari ketidakpuasan pekerja yang berujung pada kemarahan dan protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evolusi Proses Akumulasi Kapital&lt;br /&gt;Intensifikasi, ekstensifikasi sirkuit M-C-M bukan hanya ditandai dengan kecepatan perubahan teknologi, namun juga ukuran labor force yang diperjakan perusahaan.&lt;br /&gt;Money-capital tidak lagi memiliki oleh orang per orang, namun sekarang diperbesar melalui penerbitan saham dan obligasi perusahaan.&lt;br /&gt;Karakter manajemen dan pengawasan yang semula terletak pada seseorang entrepreneur sekarang dipisah-pisah berdasarkan fungsi khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Pemerintah (Sekali Lagi)&lt;br /&gt;Semakin besar akumulasi capital, semakin besar kekuatan kehancurannya (ketika gagal). Karena itu, kapitalis meminta peran pemerintah.&lt;br /&gt;Kapitalisme akan berhasil jika mampu menyelesaikan ketidakstabilan internasionalisasi capital, inflasi, kerapuhan sosial dan ekologi, memanfaatkan fungsi Negara (Tapi ada kemungkinan juga terjadi government failure).&lt;br /&gt;Jadi Negara kapitalis yang paling maju sekalipun mengadopsi control sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Apakah Kapitalisme Itu?&lt;br /&gt;Dilihat dari proses kemunculan dan pertumbuhannya, kapitalisme adalah bentuk sosial dimana di dalamnya akumulasi capital menjadi dasar organisasi dalam kehidupan sosiopolitik.&lt;br /&gt;Akumulasi capital sendiri adalah proses sosial yang berkesinambungan dari money to commodity to money yang lebih besar lagi (M-C-M) yang didasari oleh kehendak individu untuk mengakumulasi wealth yang menjadikannya memiliki power, prestige dan dictinction sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suplemen&lt;br /&gt;Makalah di atas adalah power point yang disampaikan oleh Ibu Denni Puspa Purbasari dalam diskusi bulanan Pasca Sarjana UGM “Great Thinker”. Acara ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan di Perpustakaan Pasca Sarjana UGM dengan menghadirkan akademisi yang mumpuni di bidangnya. Dengan fasilitas ruangan yang nyaman, sertifikat diskusi, dan makanan ringan yang ekslusif menjadi diskusi menjadi menarik untuk diikuti.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu yang menjadi moderator adalah bapak Arqom salah seorang staf pengajar di fakultas filsafat UGM. Dalam prolognya moderator menyampaikan ungkapan Prof. Mubyarto dalam sebuah diskusi, “Pembelajaran ekonomi di SMP dan SMA di Indonesia hanya mengungkap teori Adam Smith bahwa manusia adalah Homo Economicus, padahal Adam Smith juga membicarakan tentang karakteristik manusia sebagai Homo Religus.&lt;br /&gt;Diskusi diawali dengan pemaparan ibu Denni yang menyatakan bahwa sekarang ini Ph.D di US tidak memberikan mata kuliah economics philosophy dan science philosophy. Tetapi lebih kepada materi-materi ekonomi dalam kaitannya dengan analisis premis-premis untuk mencapai konklusi dalam pengambilan keputusan ekonomi.&lt;br /&gt;Smith, tidak memunculkan kata capitalism dalam bukunya “Wealth of Nation”, tapi dia sering memakai kata capital. Buku Wealth of Nation sangat bersifat deduktif-positivistik. Menurut Smith, persaingan bebas akan menghasilkan spesialisasi yang nantinya akan meningkatkan produktifitas dan berakibatnya pada kestabilan harga.&lt;br /&gt;Seseorang dikatakan kapitalis ketika ia terus mengakumulasikan kekayaannya (tidak menyimpannya) melalui usaha barang dan jasa. Karena memperebutkan pasar, sering terjadi “pembunuhan” antar kapitalis.&lt;br /&gt;Dalam sebuah Negara, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh factor capital dan teknologi. Pembagian kerja lebih besar di manufaktur (industry) daripada di bidang pertanian. Jepang bisa maju karena bisa memaksimalkan kemampuan SDMnya dalam menciptakan teknologi canggih, yang mempercepat dalam produksi barang dan jasa. Sedangkan capital merupakan berada di “ruang udara” yang nilainya terbatas untuk diperebutkan oleh masing-masing pihak.&lt;br /&gt;Dalam sejarah ekonomi kita mengenal system Merkantilis, Klasik (Adam Smith, David Ricardo), Keynesian. Merkantilis berpendapat capital adalah emas (uang). Sehingga merkantilis sangat anti impor, karena impor mengharuskan kita untuk mengeluarkan capital (emas/uang). Sementara ekonomi klasik, sangat menganjurkan keseimbangan antara ekspor dan impor, sehingga masing-masing Negara dapat menghasilkan produk khas yang memungkinkan terjadinya kedinamisan perdagangan. Peran Negara menurut system ini harus minimal. Sementara Keynesian sangat mengedepankan campur tangan Negara dalam pengaturan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keynesian sebenarnya hanya diperuntukan dalam pembangunan ekonomi jangka pendek (5 tahun) dalam rangka menjaga kestabilan ekonomi. Sedangkan system klasik baik untuk pertumbuhan ekonomi jangja panjang, karena memungkinan peningkatan pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya.&lt;br /&gt;Upah pekerja dipengaruhi oleh besarnya capital dan jumlah tenaga kerja. Di Indonesia capital langka sehingga membuat upah menjadi murah. Karena capital rendah, kita mesti meminjam kepada pihak luar. Suku bunga pinjaman yang murah hanya ada pada Negara-negara maju, sementara Negara berkembang suku bunga pinjaman masih tinggi. Oleh karena itulah, mau tidak mau untuk menambah capital kita mesti berhutang kepada Negara-negara maju.&lt;br /&gt;Unskill labor (tenaga kerja tak terampil) akan menjadi beban sosial. Sementara untuk menciptakan skill labor membutuhkan biaya yang mahal, berbeda dengan capital yang bisa ditingkatkan sampai limitless.&lt;br /&gt;Menurut Smith, Negara berfungsi menciptakan iklim usaha yang kondusif. Negara harus menyediakan barang-barang yang tidak mampu diproduksi oleh pihak swasta, serta Negara harus menjamin property right setiap orang.&lt;br /&gt;System ekonomi yang dipakai oleh satu Negara mesti diyakini dan disepakati oleh setiap elemen masyarakat (keyakinan sosial), terserah apapun bentuknya (mau kapitalis, sosialis atau Islam). Oleh karena itu menganti system ekonomi Negara bukanlah pekerjaan gampang dan sangat besar factor gamblingnya.&lt;br /&gt;Negara kapitalis yang terkenal adalah Negara-negara di Eropa dan US. Meskipun sama-sama kapitalis, ada perbedaan diantara 2 kawasan itu. US memiliki struktur masyarakat yang egaliter, sehingga klas-klas sosial hampir tidak ada. Sehingga di US tidak terjadi permasalahan dengan pekerja (yang oleh Marx menjadi kunci utama dalam melawan kapitalis). Hal ini terjadi karena kelas pekerja diperlakukan sebagai patner pemilik perusahaan, sehingga konflik antara pekerja dan kapitalis hampir tidak ada. Lain hal dengan Eropa. Sejarah Eropa menceritakan bagaimana stratifikasi masyarakat sangat kental antara kaum Borjuis (bangsawan) dan kaum Proletar (rakyat miskin, petani, pekerja). Karena pekerja dieksploitasi sedemikian rupa maka sering terjadi konflik. Kelas pekerja dianggap berbahaya karena memiliki potensi untuk mengalahkan bangsawan di bidang ekonomi. Sehingga gerak mereka dibatasi dan diberikan perlakuan khusus untuk meredam mereka melalui penjaminan sosial. Kondisi ini memunculkan bentuk Negara welfare state di Eropa.&lt;br /&gt;Apakah kapitalisme salah? Ini adalah pertanyaan menarik untuk dijawab. Banyak yang mengatakan bahwa kapitalisme anti humanis, menihilkan nilai-nilai kemanusiaann. Tetapi dalam bukunya Adam Smith tak pernah berorientasi untuk menindas orang lain. Perdagangan bebas yang diajukan Smith, beranjak dari asumsi akan terjadinya persaingan yang sehat diantara sesama pengusaha untuk menciptakan barang yang bagus dan murah untuk masyarakat. Sehingga kegiatan produksi dimaksudkan untuk menciptakan kebahagiaan bagi orang lain.&lt;br /&gt;Dalam ekonomi ada hukum penawaran dan permintaan. Demand adalah kemampuan membayar, supply adalah kemampuan menyediakan barang. Hanya barang yang diproduksi dengan efisien sehingga bisa dijual murah yang akan laku di pasar. Sementara hanya orang-orang yang memiliki presensilah yang akan memiliki barang yang diinginkannya. Ketika ada ketimpangan pemilikan property, system pajak berfungsi untuk memperkecil ketimpangan itu.&lt;br /&gt;Tenaga kerja sangat mudah dihasilkan. Di Eropa saat ini terjadi keenganan wanita untuk hamil sehingga pertumbuhan pendudukan rendah. Kenyataan ini menjadikan mereka membuat kebijakan membuka pintu bagi imigran. Ketika imigran yang masuk banyak yang unskill labor, yang terjadi adalah beban sosial Negara bersangkutan, hal inilah yang terjadi pada Perancis dewasa ini.&lt;br /&gt;Terkait dengan Exxon Mobil yang memenangkan tender untuk ekplorasi minyak Indonesia, Ibu Denni menyatakan bahwa kita harus melihat tidak dalam pandangan sempit nasionalisme. Kenyataan membuktikan engineer kita terbatas kemampuannya. Kemampuan hulu Pertaminan tumpul. Hal ini disebabkan kebijakan pemerintah sejak 1975 yang menibobokan Pertamina dengan perannya lebih banyak sebagai kontraktor. Hari ini Pertaminan masih saja bergulat di bidang hilir dengan monopoli yang luar biasa. Persoalan kedua terkait Exxon adalah memang terjadi penawaran harga yang tidak sepantasnya. Yang salah bukanlah Exxon, tetapi pejabat-pejabat yang membuat kontrak dengan menjual asset Negara dengan mudah dan murah untuk mendapat cipratan hasil dari kong-kalingkong dengan Exxon Mobil. Ini telah menjadi penyakit sosial di Indonesia. Ketika menjual barang Negara, ditawarkan dengan harga yang murah. Sedangkan ketika membeli barang untuk Negara dengan harga tinggi.&lt;br /&gt;Diskusi ini ditutup dengan pernyataan Ibu Denni “Korupsi sangat melukai keadilan ekonomi rakyat”. Demikianlah saya sajikan hasil diskusi “Memahami Kapitalisme Adam Smith” kepada pengunjung sekalian. Do’akan saya untuk bisa menyajikan berita dan tulisan-tulisan bermutu kepada pengunjung sekalian.&lt;br /&gt;Oleh: Denni Puspa Purbasari, SE., M.Sc., Ph.D. (Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM)&lt;br /&gt;SE : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi UGM 1993&lt;br /&gt;M.Sc : Departement Economic Illionis University US&lt;br /&gt;Ph.D : Departement Economic Colorado University US&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih&lt;br /&gt;Merapi SInggalang, Senin 17 Desember 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-5814517651174459847?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/5814517651174459847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=5814517651174459847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/5814517651174459847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/5814517651174459847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/12/memahami-kembali-kapitalisme-adam-smith.html' title='MEMAHAMI KEMBALI “KAPITALISME ADAM SMITH”'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-4946816142981556628</id><published>2007-12-17T08:36:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T08:38:30.382+07:00</updated><title type='text'>Bahaya Liberalisasi Islam</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/12/17/bahaya-liberalisasi-islam/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Bahaya Liberalisasi Islam"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;span&gt;Memperhatikan tema-tema yang disajikan pada perhelatan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) in Indonesia VII yang dilaksanakan di Pekanbaru pada 21-24 November lalu, seperti yang disebutkan Henri Sholahuddin di koran ini (01/12/2007), terlihat indikasi kuat gencarnya gerakan liberalisasi Islam. Kehadiran Nasr Hamid Abu Zayd dalam acara tersebut memperkuat Indikasi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kita telah ketahui bersama bahwa gerakan kritik teks suci, kritik syariah agama, dan gerakan liberalisasi lahir dari kebudayaan Barat. Gerakan ini bertujuan untuk menemukan kehidupan yang lebih maju dan lebih baik, karena mereka merasa bahwa dalam agama mereka banyak hal yang bertentangan dengan fitrah manusia dan ilmu pengetahuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Begitu pun teks suci, dalam pandangan mereka banyak yang bertentangan satu sama lain. Lalu apa yang menjadi alasan umat Islam ikut-ikutan mengritik teks suci Alquran, Al Hadis, mempertanyakan kembali konsep tafsir Alquran atau malah mendekontruksi ajaran-ajaran Islam yang telah mapan dan dipegang teguh oleh umat Islam selama berabad-abad? Mengapa kita tidak melihat apa dampak gerakan liberalisasi terhadap eberagamaan masyarakat Barat dan bagaimana bahaya yang ditimbulkan jika hal ini dilakukan dalam ajaran Islam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;Keberagamaan di Barat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika pihak gereja memimpin Eropa selama berabad-abad, keadaan Eropa waktu itu mengalami keterpurukan yang lebih dikenal dengan &lt;em&gt;dark age&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. Lalu sejak abad ke-15 banyak kritik terhadap kekangan gereja. Bangsa Eropa mulai sadar bahwa banyak kerancuan dalam ajaran gereja. Dari mulai konsep akidah, kitab suci, juga ajarannya, banyak yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan alam.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Di antara yang berani menghadirkan kritik itu adalah pendeta Nicolaus Copernicus (1543 M) mencetuskan teori heliosentris. Teori tersebut menentang kebijakan gereja yang selama ini mempunyai paham filsafat Ptolemaeus yang mengatakan bahwa bumi sebagai pusat tata surya. Perjuangan Copernicus diikuti oleh Gardano Bruno (1594), fisikiawan Jerman Johannes Kapler (1571-1630), Galileo Galilei (1564-1642), dan pada Tahun 1642 bertepatan dengan meninggalnya Galileo lahirlah ilmuan baru Isaac Newton. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dia adalah seorang penemu teori gravitasi bumi, sehingga dengan penemuanya dia berhasil mendobrak kerancuan berpikir gereja serta mengubah &lt;/em&gt;&lt;em&gt;world view&lt;/em&gt; baru bagi Eropa dalam memahami agama. Newton bukan saja mengritik gereja dalam masalah sains akan tetapi dia juga mengkritik paham trinitas. Pada tahun 1670 M dia mengumumkan bahwa ajaran trinitas dibawa oleh Athanasius untuk mencari muka orang-orang pagan yang baru masuk agama Kristen sekaligus Athanius sendiri yang memberikan tambahan-tanbahan terhadap Injil (Karen amstrong:2004). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Kritik terhadap gereja diusung pula oleh John Lock (1704 M) dengan mencetuskan liberalisme dalam politik, di mana dia membentuk ideologi baru yang memberikan kebebasan masyarakat dari kekangan pemerintahan gereja pada masa itu. Adam Smith (1790 M) mengusung liberalisme dalam ekonomi, yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menjalankan perekonomiannya tanpa intervensi dari pemerintahan gereja.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Ketika otoritas Gereja runtuh, bangsa Eropa terbagi menjadi dua aliran dalam menyikapi Agama. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, Aliran Deisme, di mana aliran ini masih mempercayai akan adanya Tuhan tapi tidak mempercayai akan ayat-ayat Tuhan. Tokoh-tokohnya antara lain, Rene Decrates (1596-1650 M), Martin Luther(1483-1556 M), Huldrych Zwingli (1483-1556 M), John Calvin (1509-1564 M), Isaac Newton (1642-1724 M), John Lock (1632-1704), Immanuel Khan (1724-1804 M), dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Aliran &lt;/em&gt;&lt;em&gt;kedua&lt;/em&gt; adalah ateisme atau materialisme. Tokoh yang pertama meluncurkan gagasan ini adalah George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831 M) dan muridnya Ludwig Feuerbach (1804-1872 M). Selanjutnya Karl Marx (1818-1883 M), menulis dalam buku &lt;em&gt;Economic and Philosophical Manuscript&lt;/em&gt;, bahwa agama merupakan gejala masyarakat yang sakit. Agama adalah candu masyarakat yang bisa menerima sistem sosial yang rusak. Agama menghilangkan keinginan untuk menemukan obat dengan mengalihkan perhatian dari dunia ini kepada akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Ketidakpercayaan atas Tuhan diusung pula oleh Charles Darwin (1809-1882 M), dalam buku kontroversialnya &lt;/em&gt;&lt;em&gt;The Origin of Species by Means Natural Selection&lt;/em&gt; (1859). Dengan teori evolusinya, Darwin mencoba memisahkan intervensi Tuhan dalam penciptaan alam dan kehidupan mahluk hidup di dunia ini. Ateisme berpuncak pada deklarasi kematian Tuhan pada tahun 1882 oleh Friedrich Nietzsche (1844-1900 M) melalui bukunya &lt;em&gt;The Gay Science&lt;/em&gt;. Dengan jelas kita bisa lihat bahwa gerakan liberalisasi yang selama ini diusung oleh Barat adalah untuk keluar dari kekangan ajaran yang bermasalah, dan konsekuensi dari gerakan ini adalah mengantarkan bangsa Barat menjadi ateis atau sedikitnya mereka mempercayai Tuhan tapi tidak dengan ajaran-Nya (deisme).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bahaya liberalisasi Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam lahir ke dunia membawa konsep ajaran yang mapan dan sempurna. Konsep akidah, kitab suci dan syariahnya tidak ada yang bertentangan dengan fitrah manusia juga ilmu pengetahuan. Sehingga dengan kesempurnaannya itu Islam sejak lahir langsung bisa menjadi solusi bagi kebudayaan jahiliyah bangsa Arab.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt; Selanjutnya, dengan memegang teguh ajaran yang termaktub dalam Alquran dan Al Hadis, umat Islam bisa mencapai zaman kegemilangan selama berabad-abad dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa harus meninggalkan esensi ajarannya. Agama Islam mempunyai pengalaman dan esensi ajaran yang berbeda dengan agama Barat. Adalah suatu yang tidak adil dan tidak masuk akal mensejajarkan Islam dengan pengalaman keberagamaan Barat, sehingga Islam harus menerima proyek liberalisasi seperti halnya yang terjadi di Barat. Perlu diingat bahwa gerakan liberalisasi Barat telah mengantarkan mereka menjadi seorang yang ateis atau deisme. Jadi tidak menutup kemungkinan jika dampak dari liberalisasi Islam pun mempunyai dampak yang sama seperti Barat.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Oleh :  &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Rifqi Fauzi &lt;/strong&gt;&lt;span&gt;Mahasiswa Jurusan Hadis, Universitas Al Azhar Kairo, Mesir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: http://republika.co.id/kolom_detail.asp?id=317041&amp;amp;kat_id=16&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-4946816142981556628?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/4946816142981556628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=4946816142981556628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4946816142981556628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4946816142981556628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/12/bahaya-liberalisasi-islam.html' title='Bahaya Liberalisasi Islam'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-8137895065134545969</id><published>2007-12-17T08:14:00.000+07:00</published><updated>2007-12-17T08:15:14.548+07:00</updated><title type='text'>Album Baru Siti Nurhaliza</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://www.sitizone.com/main/images/albumbaru-top.jpg" style="margin: 5px;" alt="Hadiah Dari Hati" height="285" width="388" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;KATA-KATA KHAS DARI DATO SITI NURHALIZA DALAM ALBUM TERBARUNYA…&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.sitizone.com/main/images/albumcover.jpg" style="margin: 5px; float: left;" alt="Hadiah Dari Hati Album Cover" height="191" width="126" /&gt;&lt;strong&gt;Assalammualaikum dan salam sejahtera&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;HADIAH DARIPADA HATI&lt;/strong&gt; adalah sesuatu yang diberi. Ia lahir daripada keikhlasan diri, alunan melodi, bunyi, komposisi dan tulisan puitis berseni. Sesuatu yang terhasil daripada pancaindera yang paling sunyi iaitu hati. Hati mampu berbicara, membisik kata, mententeramkan jiwa, menerbitkan arus rasa dan mengalirkan beribu-ribu makna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;HATI&lt;/strong&gt; yang sedang saya hadiahkan ini bukanlah milik saya seorang, ramai yang menjadi tulang belakang, memberi saya peluang, menghadiahkan karya terbilang dan membantu dalam setiap ruang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;KELUHURAN HATI&lt;/strong&gt; telah memungkinkan saya dapat meneruskan perjalanan ini, jejak seni yang tidak akan pernah mati. Waktu mula menapakkan kaki, saya temui banyak mimpi indah dan ngeri,saya diuji dengan terik mentari, dingin salji, rebut menghampiri namun kerana cekal hati, saya pasti pada satu janji bahawa akhirnya saya akan dapat menemui indahnya pelangi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bersyukur masih diberikan kelapangan untuk menghadiahkan sesuatu buat anda yang sedia menanti hasil terbaru ini. Setiap pengalaman yang saya timba dari mula menghasilkan album ini akan saya kenang hingga ke akhir nanti. Saya gembira kerana kerjaya menjadi sekolah yang terbaik untuk saya belajar banyak perkara yang adakala saya takkan temui dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemunculan album ini saya dedikasikan buat semua penerbit album, komposer, penulis lirik, semua pihak yang bekerja keras di sebalik produksi ini kerana telah memberikan keistimewaan dan sentuhan anda yang tersendiri. Banyak pengalaman yang saya kutip, ilmu mereka yang saya intip dan kini hasilnya telah dapat saya titip.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Paling istimewa kepada peminat-peminat saya di mana saja anda berada. Ada yang sering bersua, tak kurang yang tak terlihat dek mata, tak terjangkau sempadan dan benua tapi masih setia memberi sokongan dan kata-kata membina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada yang baru mahu berjinak-jinak mendengar lagu saya, semoga anda menemui sesuatu di sini dan inilah hadiah bagi `perkenalan’ kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya juga tidak akan melupakan banyak insan berjasa dalam kehidupan peribadi dan kerjaya saya. Buat suami tercinta, Dato Sri Khalid Mohamad Jiwa, keluarga saya dan keluarga mentua saya, seikhlasnya daripada hati saya amat berterima kasih kerana anda telah menjadi `erti dalam hidup saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada warga kerja Siti Nurhaliza Productions (M) Sdn.Bhd. dan Suria Records Sdn.Bhd. semoga kita akan terus bekerja keras menaikkan industri muzik dan memberikan sesuatu yang maksima daripada usaha kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada pihak media cetak dan media elektronik di dalam dan di luar negara, terima kasih di atas sokongan anda selama ini dan doa saya agar kerjasama ini tidak akan pernah berhenti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Terimalah Hadiah Daripada Hati Siti.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;hr /&gt; &lt;strong&gt;INFO ALBUM BARU SITI (EXCLUSIVE DI SITIZONE.COM)&lt;/strong&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Album solo yang ke 12&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengandungi 11 buah lagu dalam bentuk kaset dan cd&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerbit album adalah Dato Siti Nurhaliza, Aubrey Suwito, Audi Mok, Azlan Abu Hassan, Jenny Chin, Greg Henderson dan Sharon Paul&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Album akan diedarkan pada 10 Disember 2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Album terbitan Siti Nurhaliza Productions (M) Sdn. Bhd. dan diedarkan oleh Suria Records&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam album akan ada cara untuk  DOWNLOAD FULL SONG dan TRUE TONES&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;LAGU-LAGU DALAM ALBUM ‘HADIAH DARIPADA HATI’&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ku Mahu&lt;/strong&gt; (Audi Mok / Rina Khan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Melawan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; Kesepian&lt;/strong&gt; (Pongky Barata)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mulanya Cinta&lt;/strong&gt; (Dick Lee / Adlin Aman Ramly)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Tanpa Kalian&lt;/strong&gt; (Taufik / Taufik / Dato Siti Nurhaliza)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Biarkan&lt;/strong&gt; (Azlan Abu Hassan / Azalea)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kerana Dirimu&lt;/strong&gt; (Cynthia Lamusu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hati&lt;/strong&gt; (Sharon Paul / Shuhaimi Baba)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Wanita&lt;/strong&gt;ï¿½(Muhamad Fahmi / Shanty Ramadani / Dato Siti Nurhaliza)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Cintamu&lt;/strong&gt; (Sharon Paul / Fedtri Yahya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sutramaya&lt;/strong&gt; (Aubrey Suwito / Tinta S)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Sekian Lama&lt;/strong&gt; (Azlan Abu Hassan / Azalea)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;hr /&gt; &lt;strong&gt;Jangan lupa dapatkan album terbaru ini! Di pasaran pada 10 DISEMBER 2007!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-8137895065134545969?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/8137895065134545969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=8137895065134545969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/8137895065134545969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/8137895065134545969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/12/album-baru-siti-nurhaliza.html' title='Album Baru Siti Nurhaliza'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-4748544878523474114</id><published>2007-12-10T08:56:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T08:58:16.019+07:00</updated><title type='text'>DARI PARADIGMA MENUJU KE MUATAN LOKAL KURIKULUM*</title><content type='html'>Intisari&lt;br /&gt;Tulisan ini mengungkapkan potensi dasar yang dimiliki orang Minang yang selama ini terabaikan. Potensi dasar ini bila dikelola dengan baik melalui pendidikan yang berbasis local, kelak dapat diharapkan mengangkat kembali keunggulan SDM orang Minang di kancah nasional. Tiga potensi dasar itu adalah pendidikan yang menekankan pada bidang agama, sastra, dan filsafat.&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Pendidikan pada awalnya berangkat dari konsep yang sederhana. Islam mengajarkan manusia belajar seumur hidup, selama hayat dikandung badan. Ini berarti pendidikan dapat dijalani melalui guru (individu atau institusi), atau otodidak (mandiri), dan terus-menerus mencermati fenomena alam dan sosial. Falsafah orang Minang, alam takambang jadi guru**, berorientasi pada makna manusia mencari ilmu sepanjang alam masih ada. Makna ini sangat dalam, guru adalah alam, bukan person atau institusi.&lt;br /&gt;Bila pendidikan sudah dijadikan suatu legitimasi, komersialisasi, aroganisasi institusi, proyek nasional, dan sebagainya; maka carut-marut pendidikan bermunculan. Ijazah pasca-sarjana dijadikan simbul peningkatan status dalam masyarakat, maka tak heran ijazah palsu atau yang dapat dibeli, seperti: MM, MBA, dan DR (HC) mudah diperoleh tanpa melalui proses studi atau kualitas orang yang dianugerahi. PTN sudah antrian untuk diusulkan menjadi BHMN. Paradigm suatu keilmuan di PT yang sudah menjadi ciri khasnya (aliran mazhab pemikiran tertentu) tidak dapat dikritisi. Ujian Nasional (UNAS) telah menjadi proyek bagi birokrat di tingkat atas hingga bawah, percetakan, dan aparat keamanan. Inilah yang diantaranya wajah-wajah bopeng pendidikan nasional kita.&lt;br /&gt;Di tingkat kebijakan pemerintah, sesuatu yang dianggap dapat menyelesaikan masalah, malah meninggalkan sederetan masalah yang beranak-pinak. Sertifikasi guru dan UN dimaksudkan untuk mencari solusi meningkatkan mutu pendidikan, malah menimbulkan problem baru: menekan pihak guru dan ketakutan bagi anak didik. Ini hanya sekilas potret carut-marut pendidikan kita pada dataran teknis dan kebijakan pemerintah. Untuk sementara tetap merupakan problem tak terselesaikan, sepertinya, siapapun menterinya. Beralih membicarakan pendidikan pada tataran paradigm dalam masyarakat, mungkin masih menyisakan secercah harapan mengurangi carut-marut tersebut dengan sedikit kesegaran pemikiran.&lt;br /&gt;Paradigma Amerika Serikat&lt;br /&gt;Bangsa atau etnis yang mempunyai karakter kuat selalu menghasilkan orang-orang pioneer di eranya. Karakter yang kuat merupakan paradigm masyarakat yang selalu ditopang oleh pendidikan dan semangat ilmu pengetahuan di dalamnya. Masyarakat Islam sebelum abad pertengahan telah mengalami zaman gemilang karena ilmu pengetahuan dan pendidikan (Universitas). Hal yang sama juga dicapai bangsa-bangsa di daratan Eropa dan Inggris, pada masa pencerahan, setelah kegemilangan di Timur (Arab) meredup. Sekarang, Amerika Serikat menjadi hegemoni di duniam, yang merebut segala kesempatan melalui kompetisi yang ketat, salah satu karena pencerahan masyarakatnya, yakni memaksimalkan potensi masyarakat melalui pendidikan.&lt;br /&gt;Pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serika hanya menekankan tiga pelajaran untuk menghasilkan bangsa yang mempunyai karakter kuat untuk kompetisi dan optimis, yakni: sejarah, matematika dan bahasa.&lt;br /&gt;Pelajaran sejarah difokuskan pada periode kolonial ( ..-1776) dan revolusi Amerika (1776-1784), yakni perubahan Dunia lama dan Dunia baru (Kammen, 1985: 9-15); serta Perang Saudara antara Utara dan Sejarah (1861-1865) selama pembebasan perbudakan. Periode sejarah ini merupakan proses penggabungan Negara-negara bagian ke dalam federasi yang seringkali bertentangan. Sejarah hanya diajarkan pada makna perubahan, bukan pada hero (founding father). Person hanya titik kecil dalam sejarah, bukan yang mengubah sejarah. Pendidikan sejarah mampu membentuk identitas (menjadi) Amerika, dikenal dengan slogan I am proud to be American, tanpa menafikan kelompok/etnis atau mengaburkan asal usul leluhur.&lt;br /&gt;Pelajaran matematika di Amerika pada tingkat sekolah dasar dan menengah bersifat having fun, mengasah penalaran dan logika dan mendorong orang berpikiran kritis. Pelajaran dirancang untuk tidak menimbulkan ketakutan bagi anak didik, tetapi diramu sebagian dengan cara bermain. Matematika di Negara kita jauh lebih padat materi dan rumit, sehingga menjadi sosok yang menakutkan; lebih mengandalkan menghafal (rumus) daripada melatih berpikir sistematis, logis, dan deduktif (nalar). Pelajaran matematika yang sederhana dapat mengantarkan orang berpikir kritis. Di negeri ini orang yang berpikir sederhana, namun logis dan kritis masih kurang***.&lt;br /&gt;Pelajaran bahasa ditekankan pada tradisi membaca dan menulis. Di tingkat sekolah menengah atas pelajar sudah dilatih dan diberi tugas menulis paper. Kurikulum menargetkan sejumlah karya sastra klasik dibaca oleh pelajar SLTA. Anak-anak Amerika tahu siapa Tom Sawyer dan Huck Finn dalam karya Mark Twain. Negara menyediakan perpustakaan public untuk tingkat country. Bila kotapraja di Jawa mengsyaratkan terdapat alun-alun, kantor bupati/walikota, dan masjid terletak di pusat kota, maka di Amerika Serikat syarat menjadi: ada balaikota, kantor polisi, gereja dan perpustakaan public milik Negara.&lt;br /&gt;Paradigma Minangkabau&lt;br /&gt;Minangkabau selalu menjadi salah satu focus utama kajian Indonesian Studies oleh peneliti asing, karena merupakan salah satu puncak-puncak kebudayaan daerah di Nusantara, seperti Jawa, Bali, dan sebagainya. Ada kelebihan kajian Minangkabau, misalnya, daripada Bali. Minangkabau tidak saja merupakan bentuk budaya (Navis, 1986: 1), tetapi juga bentuk pergolakan. Daerah ini menghasilkan culture studies, maka Minangkabau menghasilkan kajian beragam, diantaranya: history, social change, dan cultural studies. Salah satu yang perlu dikaji adalah mengali kembali paradigma apa yang terjadi dalam masyarakat Minangkabau, sehingga pada suatu masa yang pendek menghasilkan sejumlah tokoh-tokoh nasional dan pada era lain, sesudahnya, tidak dapat melanjutkan mencetak kader-kader yang kualitasnya sama.&lt;br /&gt;Saya melihat ada tiga potensi dasar yang besar yang pernah dimiliki orang Minang pada masa lalu yang merupakan paradigm dalam masyarakat, yakni agama, bahasa dan filsafat. Pendidikan yang berbasis ketiga karakter tersebut mampu mencuatkan tokoh-tokoh Minang di kancah nasional. Ketiga karakter tersebut sebagian besar telah tecerabut dari akar masyarakat Minang, baik karena hegemoni rezim pemerintah, pergolakan daerah,maupun karena perubahan masyarakat, sehingga terputus kontinuitas SDM yang handal.&lt;br /&gt;Agama selalu menjadi inspirasi kuat bagi kebangkitan (dinamika) pergulatan internal dan eksternal orang Minang. Dimulai dari masuknya pengaruh ajaran Wahabi yang memunculkan gerakan dan Perang Paderi, persaingan thariqat Syathariyah dan Naqsyandiyah-Khalidiyah, Gerakan pembaharuan pemikiran Islam yang digerakan oleh murid dan guru-guru Perguruan Sumatera Thawalib, gagalnya Ahmadiyah mendirikan basis di Padang Panjang mencari pengaruh sebelum masuknya Muhammadiyah, gagalnya Ordonansi Guru tahun 1928 dan Ordonansi Sekolah Liar tahun 1932, persaingan pengaruh Perti dan Muhammadiyah di tingkat nagari, dan sekarang perda syariah di tingkat kabupaten/kota.&lt;br /&gt;Dahulu masyarakat Minang sangat menghargai ulama. Ulama dipandang sebagai kunci ke surge. Kaum dari berbagai nagari berebut manjapuik sang ulama kalau istrinya belum genap empat atau baru saja mendengar salah satu istrinya diceraikan. Bahkan menikahi janda sang ulama dapat dianggap tertutupnya pintu ke sorga. Ulama tidak perlu hidup dari pembiayaan sendiri karena sepenuhnya dari sokongan kaum dan nagari. Semua kebutuhan hidupnya dipenuhi. Penghargaan kepada ulama jauh melebihi penghargaan kepada guru besar (professor) dalam masyarakat. Dengan kondisi masyarakat yang demikian, banyak pemuda Minang mempersiapkan diri dan bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Makkah dan Al Azhar di Kairo. Dan kualitas yang dihasilkan dari kuliah lesehan (halaqah) di serambi Masjidil Haram setara dengan mutu lulusan doctor dari PT Islam di tanah air. Syaikh Ahmad Khatib, Haji Rasul, Djamil Djambek, Abdullah Ahmad, Inyiak Canduang, Hamka, M. Natsir, AR. Sutan Mansur dan lainnya, lahir dari produk masyarakat dengan paradigma ini.&lt;br /&gt;Paradigm ini telah menghilang dalam kehidupan masyarakat. Ulama dan calon ulama terpaksa mencari penghidupan sendiri untuk anak dan istri, maka yang muncul tokoh-tokoh ulama atau da’I dari kalangan akademisi, anggota DPRD, guru, birokrat, dan sebagainya. Integritas mereka sebagian terkadang diragukan karena terkotori oleh kasus dugaan korupsi, persaingan dalam merebut pengaruh dan posisi politik, jabatan akademik dan pangkat. Seiring dengan itu, tradisi dan komunitas pesantren telah hilang. Yang ada hanya orang-orang belajar di pesantren sebagai pendidikan alternatif, tanpa dukungan guru dan ulama yang disegani masyarakat sehingga anak-anak didik belajar tanpa motivasi yang kuat dan lulus tanpa kualitas yang dibanggakan. Degradasi itu berlangsung begitu cepat. Imam Zarkasyi, lulusan Normal Islam di Minangkabau tahun 1935, sukses mendirikan Pondok Pesantren Gontor Ponorogo (Junus, 1971: 67). Sekarang muncul kecendrungan sebagian putri-putri Minang tidak lagi belajar agama ke Diniyah Putri Padang Panjang tetapi ke Pondok Pesantren Gontor (Zusreni, 1996). Ini sisi ironis perubahan dalam pendidikan dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang bahasa, terutama sastra, jurnalistik, bahasa lisan; potensi orang Minang terangkat ke tingkat nasional. Era Balai Pustaka tidak hanya mengangkat sastrawan asal Minang, seperi Marah Rusli, Abdul Moeis, Nur St. Iskandar, Tulis St. Sati, dan lainnya; tetapi juga menghasilkan karya dengan tema-tema adat Minang. Di bidang jurnalistik memunculkan Djamaluddin Malik (Adinegoro) sebagai Bapak Pers Nasional dan tokoh senior Rosihan Anwar. The Grand Oldman, Haji Agus Salim, dikenal dengan debat dan pidato ulungnya, suatu karakter yang hampir tidak dapat ditemui di kalangan elite dan diplomat sekarang. Hanya di ranah sastra kontinuitas generasi dapat berjalan, karena potensi itu masihn terasah.&lt;br /&gt;Bung Hatta, Tan Malaka, M. Natsir, dan Hamka menjadi besar karena dari pendidikan dasar dan menengah telah dibekali atau mempelajari sendiri filsafat dan berbagai aliran pemikiran. Bung Hatta semasa studi di Belanda telah menghasilkan buku tentang filsafat Yunani Kuno. Tan Malaka dimitoskan lebih besar dari realitanya karena penyebaran ide-idenya melalui tulisan di jurnal partai (Kahin, 2005: 79). Natsir merupakan tokoh tangguh dan terdepan menghadapi Soekarno dalam polemic ideology Negara antara Islam dan Nasionalisme Sekuler sebelum kemerdekaan. Tanpa menggali filsafat lebih dalam tak mungkin Hamka menulis Tafsir Al Azhar dengan produktivitas yang mengagumkan****.&lt;br /&gt;Di era reformasi yang seharusnya orang dapat berbicara lantang dan tanpa perasaan takut, anggota DPR dan DPD asal Minang tidak mampu angkat bicara di tingkat nasional, padahal mereka telah diantarkan oleh orang Minang ke kancah nasional, tanpa harus berjuang keras lebih dahulu seperti generasi terdahulu. Mereka tidak mampu mengemas masalah, mengembangkan isu, menyampaikan ide-ide dan solusi alternative melalui lisan (bicara atau debat) dan tulisan, menggalang kerjasama dengan tokoh-tokoh lain. Ini tidak lain karena SDM mereka lemah. Pendidikan kesarjanaan tanpa dibekali filsafat, pengetahuan sejarah, dan berbagai aliran pemikiran; tak mampu mengangkat mereka bergulat di kancah nasional padahal mereka telah didudukan di sana.&lt;br /&gt;Dari Paradigma ke Muatan Lokal Pendidikan&lt;br /&gt;Saya melihat tidak munculnya tokoh-tokoh Minang ke kancah nasional dengan kualitas generasi terdahulu, diantaranya sebagai produk dari system pendidikan nasional. Ketika orang Minang telah memilih (karir) menjadi dokter, insiyur teknih/pertanian, pengacara/konsultan hukum, perwira polisi/tentara, akademisi, dan bidang spesialisasi lainnya, maka kemunduran kualitas SDM di tingkat nasional meningkat. Pendidikan vokasional dengan sendirinya menjauhkan seseorang dari mengemari karya-karya sastra, berpikiran general atau memahami disiplin ilmu orang lain dan merasa cukup dengan keahlian yang dimiliki. Saya mengambil kesimpulan, terputus atau gagalnya pengkaderan tokoh-tokoh nasional asal Minang dari generasi terdahulu, diantaranya, pelajar-pelajar Minang telah meninggalkan mempelajari agama, bahasa dan filsafat.&lt;br /&gt;Karena pemerintah telah memberi ruang terhadap muatan lokal dalam pendidikan nasional di daerah, maka saya member solusi alternative agar orang Minang dapat terangkat lagi harkatnya ke tingkat nasional, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Muatan local itu bukan berarti kandungan kebudayaan daerah atau keminangkabauan, melainkan materi universal dari tiga komponen yang telah saya sampaikan di atas.&lt;br /&gt;Pertama, kurikulum MTs dan MA mengandung muatan umum 70% dan agama 30% (Sirozi, 2004), sebagai kebijakan menteri dalam era pemerintah Soeharto yang bertujuan mencabut akar Islam dalam masyarakat dikembalikan lagi ke muatan awal: 70% materi agama dan 30% materi umum. Karena ruh pesantren telah hilang dalam masyarakat maka satu-satunya jalan mempelajari agama melalui pendidikan formal, MTs dan MA. Lulusan MAN sekarang tidak mampu mengantarkan seseorang melanjutkan studi ke Makkah, Madinah atau ke Kairo. Salah satunya penguasaan bahasa Arab dan hafalan Al Qur’an yang minim. Pada program studi tertentu di UIN/IAIN, misalnya tafsir hadist, lulusan MAN mendapat kendala dalam kemajuan studi karena minim penguasaan bahasa Arab. Lulusan pesantren di Jawa, lebih siap dalam hal ini.&lt;br /&gt;Kedua, pendidikan bahasa di tingkat sekolah dasar dan menengah dirombak, dengan muatan sastra yang lebih besar. Well educated masyarakat tidak ditentukan dengan indicator gelar kesarjanaan tetapi dari tradisi kegemaran membaca dan menulis. Pengajaran sastra dari kecil dan porsi yang lebih besar diyakini dapat menimbulkan minat membaca dan berpikir. Pelajar-pelajar SLTP dan SLTA diwajibkan dalam kurikulum sebelum lulus membaca puluha n karya sastra klasik sastarwan Minang, non Minang, maupun Barat yang telah diterjemahkan. Kontrol dapat dilakukan melalui penulisan review. Masing-masing kabupaten/kota di Sumatera Barat mendirikan perpustakaan daerah yang dikelola pemda. Di tingkat universitas perlu dibuka program studi baru seperti jurnalistik dan penulisan scenario drama/penulisan.&lt;br /&gt;Ketiga, filsafat, minimal filsafat keilmuan telah diberikan pada tingkat dua universitas atau PT*****. Ini dapat mereduksi ego keilmuan, sehingga tidak terdengar lagi perkelahian antar mahasiswa berdasarkan fakultas atau jurusan. Perlunya membuka program studi atau fakultas Filsafat di Unand atau UNP di setiap jenjang keilmuan. Program studi filsafat di IAIN Imam Bonjol perlu didukung oleh pengajar yang andal, perpustakaan, dan kurikulum yang baru karena selama ini aktivitasnya kurang darah. Di tingkat Sumatera Barat saja, mereka belum melahirkan pemikir handal.&lt;br /&gt;*Disampaikan dalam rangka peluncuran edisi kelima Jurnal Kebudayaan Gurindam Suaru Tua, Yogyakarta, 23 Juni 2007.&lt;br /&gt;** Terlepas dari kontroversi, apakah falsafah ini hanya mengacu pada berpikir secara logis (rasional), namun tidak mengacu menyakini yang gaib.&lt;br /&gt;*** Sekedar contoh, para sarjana dan lulusan SLTA masih banyak yang tertipu oleh pola penyimpanan uang dengan bunga yang tidak rasional yang ditawarkan oleh lembaga non bank. Apakah tidak pernah terpikirkan bagaimana lembaga tersebut memutar uang, sehingga salah satu pasti ada pihak yang dirugikan? Dengan (hitungan) matematika sederhana sekolah menengah, dapat diyakinkan kedok penipuan lembaga keuangan non-bank tersebut.&lt;br /&gt;**** Di kancah nasional, diantaranya Gus tf, Rusli Marzuki saria (puisi), Darman Munir, Wisran Hadi (novel dan roman) dan Harris Effendi Thahar (cerpen).&lt;br /&gt;***** Jangankan PT di Sumatera Barat di UGM mata kuliah filsafat yang terkait pogram studi menjadi barang mewah diajarkan pada tingkat S-1. Umumnya mata kuliah tersebut diajarkan pada tingkat S-2 dan wajib pada tingkat S-3. Dari cermatan saya, di Universitas Andalas, mata kuliah yang terkaiy dengan keilmuan pada tingkat S-1 (hampir ?) tidak ada karena tidak adanya keinginan dosen untuk mempelajari dan mengembangkan sendiri materi kuliah.&lt;br /&gt;Rujukan&lt;br /&gt;Junus, Mahmud . 1971. Sedjarah Islam di Minangkabau (Sumatera Barat). Al Hidayah: Djakarta.&lt;br /&gt;Kahin, Audrey. 2005. Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatera Barat dan Politik Indonesia 1926 – 1998. Yayasan Obor Indonesia: Jakarta.&lt;br /&gt;Kammen, Michael. 1985. Bangsa yang Penuh Paradoks: Suatu Penulusuran mengenai Asal Muasal Peradaban Amerika. Terjemahan Mochtar Pabotinggi. Cetakan Kedua. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.&lt;br /&gt;Navis, A.A. Alam Takambang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Cetakan Kedua. Pustaka Grafiti Press: Jakarta.&lt;br /&gt;Sirozi, Muhammad. 2004. Politik Kebijakan Pendidikan di Indonesi: Peran Tokoh Islam dalam Penyusunan UU No. 2/1989. Terjemahan Lilian D. Tedjasudhana. INIS: Jakarta.&lt;br /&gt;Zusreni, Isna. 1996. Faktor-Faktor yang Mendorong Puteri Minangkabau Masuk Pesantren: Studi Kasus Pesantern Puteri Pondok Modern Darussalam Gontor di Mantingan Ngawi. Skripsi S-1 Jurusan Antropologi UGM Yogyakarta.&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Ahmad Iqbal Baqi&lt;br /&gt;· Lulusan Jurusan Matematika FMIPA UNPAD Bandung (1992)&lt;br /&gt;· S-2 Kependudukan UGM (2000)&lt;br /&gt;· Sedang menyelesaikan S-3 Kependudukan UGM&lt;br /&gt;· Sekarang tercatat sebagai pengajar di Jurusan Matematika FMIPA UNAND Padang&lt;br /&gt;· Lahir di Padang tahun 1967&lt;br /&gt;· Asal kenagarian Maninjau, Kec. Tanjung Raya, Kabupaten Agam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-4748544878523474114?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/4748544878523474114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=4748544878523474114' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4748544878523474114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4748544878523474114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/12/dari-paradigma-menuju-ke-muatan-lokal.html' title='DARI PARADIGMA MENUJU KE MUATAN LOKAL KURIKULUM*'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-263362605299775760</id><published>2007-12-05T11:13:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T11:15:40.907+07:00</updated><title type='text'>Liku-liku Kehidupan Mahasiswa Indonesia di Kairo</title><content type='html'>Ada sekitar 3.000 mahasiswa Indonesia di Kairo Mesir, dan umumnya mereka menjadi mahasiswa Universitas al-Azhar, meskipun masih ada universitas lain, seperti Universitas Ainun Syams, Universitas Kairo (Jami’ah Qahira), dan the American University in Cairo. Bahkan meskipun masih banyak universitas di luar Kairo, seperti Universitas Zagoziq, Universitas Almenia, dan lainnya, jarang sekali mahasiswa Indonesia tertarik belajar di luar Universitas al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan singkat ini berusaha menjawab secara singkat pula pertanyaan; bagaimana kondisi Universitas al-Azhar, mengapa mahasiswa Indonesia memilih Universitas al-Azhar, dan bagaimana kehidupan mahasiswa Indonesia di kota Kairo. Kuliah di Universitas al-Azhar dipisahkan dan berdiri sendiri kelas untuk laki-laki dan kelas untuk perempuan. Maka muncul sebutan kuliah li al-Banân, kuliah untuk mahasiswa (laki-laki), dan kuliah di al-Banât, kuliah untuk mahasiswi (perempuan). Universitas al-Azhar di Kairo mempunyai 14 fakultas untuk banân/mahasiswa, dan 7 fakultas ditambah satu jurusan untuk banât/mahasiswi. Masih banyak fakultas di cabang-cabang al-Azhar yang terletak di beberapa kota sekitar Kairo, seperti al-Zagoziq, Tanta, al-Mansurat, dan Asyût. Fakultas-fakultas untuk laki-laki di Kairo adalah: (1) Ushuluddin, (2) Al-Syari’ah wa al-Qanun (Syari’ah dan Perundang-Undangan), (3) al-Lughah al-’Arabiyah (Bahasa Arab), (4) al-Dirâsât al-Islamiyah wa al-’Arabiyah (Studi Islam dan Arab), (5) al-Dakwah al-Islamiyah, (6) al-Tijârah (Ekonomi/Bisnis), (7) al-Tarbiyah (Ilmu Pendidikan), (8) al-Lughah wa al-Tarjamah (Bahasa dan Terjemah), (9) al-Tib (Kedokteran), (10) al-Saidalah (Apotik), (11) al-Tib al-Asnân (Kedokteran Gigi), (12) al-Handasah (Teknik), (13) Al-Ulum (Sains), dan (14) al-Zirâ’ât (Pertanian). Sementara untuk perempuan (banât/mahasiswi) adalah: (1) al-Dirâsât al-Islamiyah wa al-’Arabiyah (Studi Islam dan Arab), (2) al-Dirâsât al-Insanîyah (Humaniora), (3) al-Tijârah (Ekonomi/Bisnis), (4) Al-Tib (Kedokteran), (5) al-’Ulum (Sains), (6) al-Saidalah (Apotik), (7) Al-Tib al-Asnân (Kedokteran Gigi), ditambah Jurusan Sains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di beberapa cabang al-Azhar ada beberapa fakultas dan/atau jurusan. Cabang-cabang dimaksud adalah Tanta, Mansurat, Zagoziq. Sementara dari sisi lokasi, Universitas al-Azhar yang ada di Kairo terletak di dua tempat, yakni di Husein, sebagai kampus lama, dan di Maqtal Sadat (tempat pembunuhan Sadat) sebagai kampus baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sama-sama Universitas al-Azhar, kedua lokasi ini mempunyai perbedaan. Di kampus lama hanya ada Fakultas Agama, yang meliputi Fakultas al-Syari’ah wa al-Qanûn, Ushuluddin, dan Bahasa Arab (al-Lughah al-’Arabîyah). Sementara di kampus baru, di samping ada al-Dirâsât al-Islamiyah wa al-’Arabiyah (studi Islam dan Arab), al-Dakwah al-Islamiyah, dan al-Tarbiyah (Ilmu Pendidikan), sebagai fakultas agama, ada fakultas umum. Fakultas Syari’ah dibagi menjadi dua jurusan, al-Syari’ah al-Islamiyah dan al-Syari’ah wa al-Qanun. Sementara Fakultas Ushuluddin meliputi empat jurusan, Tafsir, Hadis, Dakwah, dan Aqidah &amp;amp; Filsafat. Fakultas Bahasa Arab mempunyai jurusan; jurusan umum, sejarah, budaya, publikasi/komunikasi &amp;amp; Iklan. Adapun sistem perkuliahan yang dipakai umumnya masih menggunakan sistem ceramah dan sistem tingkat. Maksud sistem ceramah adalah, mahasiswa belajar dengan jalan mendengarkan ceramah dari dosen di kelas yang jumlah mahasiswanya ratusan untuk kelas-kelas tertentu, bukan sistem kelas kecil dan dialogis, bukan pula mahasiswa membuat makalah untuk didiskusikan. Kehadiran mahasiswa di kelas tidak menjadi perhitungan untuk kelulusan. Konon kalau mahasiswa hadir semua, kelas yang tersedia tidak cukup menampung mahasiswa. Maka kelulusan ditentukan oleh murni hasil ujian. Perlu dicatat, setiap dosen menyediakan diktat kuliah. Maksud sistem tingkat adalah, kelulusan mahasiswa diukur berdasarkan tingkat, bukan jumlah satuan kredit semester (SKS). Maka mahasiswa yang lulus seluruh mata kuliah di satu tingkat akan naik ke tingkat berikutnya, sementara mahasiswa yang gagal harus mengulang lagi di tingkat yang sama dan dengan mengambil mata kuliah yang sama pula. Dengan catatan ada toleransi. Bahwa mahasiswa tetap naik ke tingkat berikutnya kalau hanya 2 mata kuliah yang tidak lulus, dengan syarat 2 mata kuliah tersebut harus diulang. Sementara mahasiswa yang gagal lebih dari 2 mata kuliah berarti harus mengulang seluruh mata kuliah yang ditempuhnya di tingkat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mahasiswa Indonesia umumnya, untuk tidak mengatakan seluruhnya, kuliah di 2 fakultas, Syari’ah dan Ushuluddin. Di dua fakultas inipun terbatas di jurusan Syari’ah Islamîyah untuk Fakultas Syari’ah, dan jurusan Tafsir dan Hadis untuk Fakultas Ushuluddin. Ketika beberapa mahasiswa Indonesia ditanya alasannya, adalah karena di luar dua jurusan tersebut terlalu sulit bagi mahasiswa Indonesia. Tentang tempat tinggal, mahasiswa Indonesia umumnya tinggal di luar asrama al-Azhar dan memilih tinggal sesama mahasiswa Indonesia. Bahkan beberapa daerah mempunyai asrama daerah yang pembangunannya dibantu oleh pemda setempat, seperti Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara mahasiswa yang tinggal di asrama al-Azhar juga tinggal satu kamar dengan mahasiswa Indonesia, meskipun bertetangga dengan mahasiswa internasional lain dari berbagai negara. Ketika ditanya mengapa tidak satu kamar dengan mahasiswa internasional lainnya, adalah karena mempunyai kebiasaan yang berbeda. Misalnya mahasiswa Afrika mempunyai kebiasaan berbicara keras-keras, kalau nonton sepakbola kadang bersorak, dan kebiasaan-kebiasaan lain yang tidak sejalan dengan kebiasaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perbandingan jumlah mahasiswa, bahwa mahasiswa Indonesia menjadi mayoritas apabila dibandingkan dengan mahasiswa negara lain, baik dari Asia; Asia Tenggara dan Asia Tengah, maupun Afrika. Setelah Indonesia, untuk wilayah Asia Tenggara ditempati masing-masing oleh Malaysia, Thailand, Philipina, Brunei, Kamboja, Vietnam, Burma, dan Singapore. Hanya saja ada perbedaan antara mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa Malaysia dan Brunei. Kalau mahasiswa Indonesia berhak mendapatkan beasiswa dari al-Azhar, sementara mahasiswa Malaysia dan Brunei tidak berhak. Alasannya adalah, mahasiswa Malaysia dan Brunei oleh pemerintah Mesir dimasukkan kelompok negara kaya. Bahkan beasiswa yang diterima mahasiswa Indonesia pun jauh lebih kecil dari yang diterima mahasiswa Malaysia dan Brunei. Lebih mengecewakan lagi konon, kalau mahasiswa Indonesia mencari tempat tinggal selalu menawar harga, sementara mahasiswa Malaysia dan Brunei langsung membayar tanpa pernah menawar. Konon kondisi keuangan mahasiswa Indonesia dengan segala konsekuensi tersebut, memberikan implikasi pada perlakuan orang Mesir kepada mahasiswa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Prof Dr Khoiruddin Nasution, Guru Besar Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan sedang Visiting Profesor di Mesir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-263362605299775760?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/263362605299775760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=263362605299775760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/263362605299775760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/263362605299775760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/12/liku-liku-kehidupan-mahasiswa-indonesia.html' title='Liku-liku Kehidupan Mahasiswa Indonesia di Kairo'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-372595760388161434</id><published>2007-12-05T11:08:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T11:10:43.443+07:00</updated><title type='text'>TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; “In 1831 the Englishman set forth on his famous vayage in the Beagle. After 28 years he published Origin of Species, which revolutionized man’s view of nature and his place in it” (Loren C. Elseley, February 1956)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dahulu kala manusia selalu mempertanyakan asal-usul  kehidupan dan dirinya. Jawaban sementara atas pertanyaan tersebut ada tiga altenatif, yaitu penciptaan, transformasi, atau evolusi biologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi evolusi biologi bermacam-macam tergantung dari aspek biologi yang dikaji. Beberapa definisi yang umum dijumpai di buku-buku biologi, antara lain: evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan, sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru: evolusi adalah perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa; dan evolusi adalah perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Evolusi telah mempersatukan semua cabang ilmu biologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idea tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Namun, di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling dapat teori . Darwin (1858) mengajukan 2 teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Perkembangan tentang teori evolusi sangat menarik untuk diikuti. Darwin berpendapat bahwa berdasarkan pola evolusi bersifat gradual, berdasarkan arah adaptasinya bersifat divergen dan berdasarkan hasilnya sendiri selalu dimulai terbentuknya varian baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya teori evolusi Darwin mendapat tantangan (terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan – Universal Creation), dukungan dan pengkayaan-pengkayaan. Jadi, teori sendiri juga berevolusi  sehingga teori evolusi biologis yang sekarang kita kenal dengan label “Neo Darwinian” dan “Modern Sintesis”, bukanlah murni seperti yang diusulkan oleh Darwin. Berbagai istilah di bawah ini merupakan hasil pengkayaan yang mencerminkan pergulatan pemikiran dan argumentasi ilmiah seputar teori evolusi: berdasarkan kecepatan evolusi (evolusi quasi dan evolusi quantum); berdasarkan polanya (evolusi gradual, evolusi punctual, dan evolusi saltasi) dan berdasarkan skala produknya (evolusi makro dan evolusi mikro).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topic yang akan dibahas dibawah ini meliputi perkembagan teori evolusi Darwin dan implikasi dari teori evolusi biologi Darwin terhadap cara pandang kita tentang keberadaan makhluk dan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkembangan Teori Evolusi Darwin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.      Sejarah Singkat Charles Darwin (1809 – 1882)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1831-1836: Perjalanan laut dengan kapal Beagle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1844: Draft buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” telah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1858: Afred Russel Wallace mengirim manuscript kepada J. Hooker anggota Royal Society, berisi tentang perluasan ide dari Malthus. Makalah bersama oleh Darwin dan Wallace di forum Society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1859: Publikasi buku “ On The Origin of Species by Means of Natural Selection”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1860: Perdebatan antara Huxley dan Wilbeforce tanpa kehadiran Darwin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin menghabiskan sisa masa hidupnya untuk penelitian dan publikasi buku “Descen of Man” (1871) dan “The Expression of Emotion in Man and Animals” (1871).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku “Origin of Species by Means of Natural Selection” yang diterbitkan tahun 1959 ini, menurut indeks sitasi merupakan buku yang paling banyak diacu oleh penulis lain (selain kitab suci) selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Perkembangan Teori Evolusi&lt;br /&gt;Banyak hal dan pemikiran ahli lain yang mempengaruhi perkembangan teori Darwin, antara lain:a.     Ekspedisi ke lautan Galapagos ditemukan bahwa perbedaan bentuk paruh burung Finch disebabkan perbedaan jenis makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.     Geolog Charles Lyell (1830) menyatakan bahwa batu-batuan di bumi selalu mengalami perubahan. Menurut Darwin, hal-hal tersebut kemungkinan mempengaruhi makhluk hidupnya. Pikiran ini juga didasarkan pada penyelidikannya pada fosil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.     Pendapat ekonom Malthus yang menyatakan adanya kecendrungan kenaikan jumlah penduduk lebih cepat dari kenaikan produksi pangan. Hal ini menimbulkan terjadinya suatu persaingan untuk kelangsungan hidup. Oleh Darwin hal ini dibandingkan dengan seleksi yang dilakukan oleh para peternak untuk memperoleh bibit unggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.     Pendapat beberapa ahli seperti Geoffroy (1829), WC Wells (1813), Grant (1826), Freke (1851), dan Rafinisque (1836).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1858 Darwin mempublikasikan The Origin yang memuat  2 teori utama yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Evolusi terjadi melalui seleksi alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Darwin, agen tunggal penyebab terjadinya evolusi adalah seleksi alam. Seleksi alam adalah “process of preserving in nature favorable variations and  ultimately eliminating those that are ‘injurious’”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, tanggapan ahli lain terhadap teori Darwin adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.     Mendapat tantangan terutama dari golongan agama, dan yang menganut paham teori penciptaan (Universal Creation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.     Mendapat pembelaan dari penganut Darwin antara lain , Yoseph Hooker dan Thomas Henry Huxley (1825-1895).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.     Mendapat kritik dan pengkayaan dari banyak ahli antara lain Morgan (1915), Fisher (1930), Dobzhansky (1937), Goldschmidt (1940) dan Mayr (1942).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbagai perkembangan dalam perkembangan dalam ilmu biologi, khususnya genetika maka kemudian Teori Evolusi Darwin diperkaya. Seleksi alam tidak lagi menjadi satu-satunya agen penyebab terjadinya evolusi, melainkan ada tambahan faktor-faktor  penyebab lain yaitu: mutasi, aliran gen, dan genetic drift. Oleh karenanya teori evolusi yang sekarang kita seirng disebut Neo-Darwinian atau Modern Systhesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat, proses evolusi oleh seleksi alam (Neo Darwinian) terjadi karena adanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.     Perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.     Perubahan dan genotype yang terakumulasi seiring berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.     Produksi varian baru melalui pada materi genetic yang diturunkan (DNA/RNA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.     Kompetisi antar individu karena keberadaan besaran individu melebihi sumber daya lingkungan tidak cukup untuk menyokongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.     Generasi berikut mewarisi “kombinasi gen yang sukses” dari individu fertile (dan beruntung) yang masih dapat bertahan hidup dari kompetisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  Implikasi Teori Evolusi Darwin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.      Asal Usul Spesies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori utama Darwin bahwa spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies lain yang hidup di masa lampau dan bila diurut lebih lanjut semua spesies makhluk hidup diturunkan dari nenek moyang umum yang sama. Seperti yang juga diperkirakan oleh Darwin. Teorinya akan ditentang banyak pihak. Para penentang teori ini dikategorikan dalam tiga kelompok utama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.     Kelompok yang berpendapat bahwa teori Darwin tersebut tidak cukup “ilmiah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.     Kelompok “Creationist” yang berpendapat bahwa masing-masing spesies diciptakan khusus oleh yang Maha Kuasa untuk tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.     Kelompok penganut filsafat “idealist” yang berpendapat bahwa spesies tidak berubah. Variasi yang ada merupakan tiruan tidak sempurna dari pola umum “archetypes”. Goethe mengabstaksikan satu archetype atau Urbild untuk semua tanaman (Urplanze) dan beberapa Bauplane untuk hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para penentangnya dari dua kelompok pertama di atas Darwin cukup menandaskan bahwa keajaiban-keajaiban atau intervensi dari kekauatan supranatural dalam pembentukan spesies adalah tidak ilmiah. Dalam menanggapi kelompok Idealist (seperti Owen dan Lois Agassiz) Darwin mampu menangkis dengan baik. Pada Origin edisi pertama, Darwin (1959) di halaman 435, menyimpulkan bahwa penjelasan Owen pada masalah archetype adalah “interesting” dan “unity of type”nya merupakan “hukum” biologi yang penting. Kemudian setelah Owen lebih keras lagi menentang teorinya. Darwin pada edisi berikutnya menambahkan “…tetapi itu bukan penjelasan ilmiah”. Menurut Darwin penjelasan tentang “homologi” dan “unity of types” terkait dengan nenek moyang adalah ilmiah, sementara penjelasan terkait dengan archetype tidak ilmiah. Oleh karena Darwin memandang masalah ini sebagai proses, sementara konsep archetype adalam timeless. Secara umum Darwin adalam penganut paham Materialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Seleksi Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin mengemukakan bahwa seleksi alam merupakan agen utama penyebab terjadinya evolusi. Darwin (dan Wallace) menyimpulkan seleksi dari prinsip yang dikemukakan oleh Malthus bahwa setiap populasi cendrung bertambah jumlahnya seperti deret ukur, dan sebagai akibatnya cepat atau lambat akan terjadi perbenturan antar anggota dalam pemanfaatan sumber daya khususnya bila ketersediaannya terbatas. Hanya sebagian, seringkali merupakan  bagian kecil, dari keturunannya bertahan hidup: sementara besar lainnya tereliminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berkembangnya ilmu genetika, teori itu diperkaya sehingga muncul Neo Darwinian. Menurut Lemer (1958), definisi seleksi alam adalah segala proses yang menyebabkan pembedaan non random dalam reproduksi terhadap genotype; atau allele gen dan kompleks gen dari generasi ke generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota populasi yang membawa genotype yang lebih adaptif (superior) berpeluang lebih besar untuk bertahan daripada keturunan yang inferior. Jumlah individu keturunan yang superior akan bertambah sementara jumlah individu inferior akan berkurang dari satu generasi ke generasi lainnya. Seleksi alampun juga masih bekerja, sekalipun jika semua keturunan dapat bertahan hidup dalam beberapa generasi. Contohnya adalah pada jenis fauna yang memiliki beberapa generasi dalam satu tahun. Jika makanan dan sumberdaya yang lain tidak terbatas selama suatu musim, populasi akan bertambah seperti deret ukur dengan tidak ada kematian di antara keturunannya. Hal itu tidak berarti seleksi tidak terjadi, karena anggota populasi dengan genotype yang berbeda memproduksi keturunan dalam jumlah yang berbeda atau berkembang mencapai matang seksual pada kecepatan yang berbeda. Musim yang lain kemungkinan mengurangi jumlah individu secara drastic tanpa pilih-pilih. Jadi pertumbuhan eksponensial dan seleksi kemungkinan akan dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya. Pebedaan  fekunditas, sesungguhnya juga merupakan agent penyeleksi yang kuat karena menentukan perbedaan jumlah individu yang dapat bertahan hidup atau dan jumlah individu yang akan mati, yang ditunjukkan dalam angka kematian (Dobzhansky, 1970).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin telah menerim, namun dengan sedikit keraguan, slogan Herbert Spencer “survival of the fittest in the struggle for life” sebagai altenatif untuk menerangkan proses seleksi alam, namun saat ini slogan itu nampaknya dipandang tidak sepenuhnya tepat. Tidak hanya individu atau jenis yang terkuat tetapi mereka yang lumayan pas dengan lingkungan dapat bertahan hidup dan bereproduksi. Dalam kondisi seleksi yang lunak atau halus semua individu atau jenis pembawa genotype yang bermacam-macam dapat bertahan hidup ketika populasi berkurang. Individu yang fit (individu yang sesuai dengan lingkungan dapat bertoleransi dengan lingkungan) tidak harus mereka yang paling kuat, paling agresif atau paling bertenaga, melainkan mereka yang mampu bereproduksi menghasilkan keturunan dengan jumlah terbanyak yang viable dan fertile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi alam tidak menyebabkan timbulnya material baru (bahan genetic yang baru yang di masa mendatang akan datang diseleksi lagi),melainkan justru menyebabkan hilangnya suatu varian genetic atau berkurang frekuensi gen tertentu. Seleksi alam bekerja efektif hanya bila populasi berisi dua atau lebih genotype, yang mana dari varian itu ada yang akan tetap bertahan atau ada yang tereliminasi pada kecepatan yang berbeda-beda. Pada seleksi buatan, breeder akan memilih varian genetic (individu dengan genotype) tertentu untuk dijadikan induk untuk generasi yang akan datang. permasalahan yang timbul adalah dari mana sumber materi dasar atau bahan mentah genetic penyebab keanekaragaman genetic pada varian-varian yang akan obyek seleksi oleh alam. Permasalahan itu terpecahkan setelah T.H Morgan dan kawan-kawan meneliti mutasi pada lalat buah Drosophilia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mutasi menyuplai bahan mentah genetic yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman genetic dimana nantinya seleksi alam bekerja (Dobzhansky, 1970).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi dari teori evolusi melalui ala mini sangat luas, tidak hanya mencakup bidang filsafat namun juga social-ekonomi dan budaya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.     Penggantian cara pandang bahwa dunia tidak statis melainkan berevolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.     Paham creationisme berkurang pengaruhn ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.     Penolakan terhadap teleology kosmis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.     Penjelasan “desain” di dunia oleh proses materialistic seleksi alam, proses yang mencakup interaksi antara variasi yang tidak beraturan dan reproduksi yang sukses bersifat oportunistik yang sepenuhnya jauh dari dogma agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.     Penggatian pola pikir Essensialisme oleh pola pikir populasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.        Memberiakn inspirasi yang disalahgunakan untuk tujuan yang tidak baik seperti gerakan Nazi di Jerman, Musolini di Italia, kebijakan “eugenic” di Singapura di masa Lee Kuan Yu dan berkembangnya ekonomi liberal yang dikemas dengan label Social-Darwinian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Islam Dan Teori Darwin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmiah teori evolusi Darwin utama belum dapat dikatakan runtuh, karena sebelum ditemukan bukti-bukti empiris yang bertentangan dengan kesimpulan teori tersebut, maka pernyataan dalam teori itu masih dianggap benar. Akan tetapi sampai saat ini banyak kalangan masih meragukan kebenaran teori itu terutama dari kalangan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Indonesia kebanjiran buku-buku Islam yang diproduksi Dr. Harun Yahya yang “menyerang” teori Darwin. Dari segi teologis ada kekuatiran bahwa teori Darwin akan mengusir Tuhan dari kehidupan, namun Haidar Bagir, pakar filsafat Islam, tidak sepenuhnya sependapat dengan Harun Yahya. Bagir (2003) menanggapinya dengan mengatakan “Sikap kita terhadap keyakinan Darwinian mengenai sifat kebetulan dan materialistic asal-usul kehidupan yang terkandung dalam teori itu sudah jelas. Kita menolaknya. Tidak demikian halnya dengan kesimpulan utama teori ini mengenai sifat-sifat evolusioner kehidupan. Karena betapapun demikian, tetap saja Tuhan bisa dipercayai sebagai Dzat di balik semua gerakan evolusi itu…”. Tentang prinsip survival of the littest, Bagir justru membenarkannya dan kita harus mengambil hikmahnya, karena hal itu sesuai dengan kenyataan sehari-hari dan didukung oleh tidak bertentangan dengan kandungan Alqur’an. Dingin dari dari dua sisi yaitu aspek teologis dan sisi etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagir, Haidar. 2003. Islam dan Teori Evolusi (Butir-butir tanggapan terhadap Harun Yahya). Harian Republika 14 Maret 2003. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bowler, P. J. 1989. Evolution: The History of an Idea. University of California Press. Los Angeles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darwin, Charles. 1859. The Origin of Species by Means of Natural Selection or The Preversation of Favoured Race in The Struggle for Life. Penguin Books. London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dawkins, R. 1976. The Selfish Gene. Oxford University Press. Oxford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dobzhansky, T. 1970. Genetics of The Evolutionary Process. Columbia University Press. New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dodson, E. O. and G. F. Howe. 1990. Creation or Evolution: Correspondence on The Current Controversy. University of Ottawa Press. Otttawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eiseley, L. C. 1956. Charles Darwin: Reading from Scientific American; Scientific Genius and Creativity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ereshefsky, M. 1992. The Unit of Evolution: Essays on The Nature og Species. A Bradford Book The MIT Press. Cambridge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Greene, J. C. 1977. Science, Ideology, and World View. University of California Press. Los Angeles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hull, D. L. 1988. Science as A Process: An Evolutionary Account of The Social and Conceptual Development of Science. The University of Chicago Press. Chicago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaye, H. L. 1983. The Social Meaning of Modern Biology. Yale University Press. London.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayr, E. 1982. The Growth of Biological Thought: Diversity, Evolution, and Inheritance. The Belknap Press of Harvard University Press. Cambridge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pettman, R. 1981. Biopolitics and International Values: Investigating Liberal Norms. Pergamon Press. Oxford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sober, E. 1993. Phylosophy of Biology. Westview Press. San Fransisco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya, H. 1987. Keruntuhan Teori Evolusi. Penerbit Dzikra. Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Drs. Bambang Agus Suripto, SU., M.Sc. (Dosen Fakultas Biologi UGM)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-372595760388161434?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/372595760388161434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=372595760388161434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/372595760388161434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/372595760388161434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/12/teori-evolusi-charles-darwin.html' title='TEORI EVOLUSI CHARLES DARWIN'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-1868263747833129139</id><published>2007-12-05T11:01:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T11:06:30.412+07:00</updated><title type='text'>Halal bi Halal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada 1428 H</title><content type='html'>Ahad 4 November 2007 bertempat di aula kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta Jln. Cik di Tiro, keluarga besar IMM UGM mengadakan halal bi halal syawal 1428 Hijriah. Dihadiri sekitar 50 alumni dan kader, acara ini berlangsung hidup.&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu Ustadz Wawan Darmawan, Lc, M.Ag. dari Majelis Tarjih PP Muhammadiyah yang menyampaikan ceramah hikmah syawalan. Berikut akan saya sampaikan point-point penting yang beliau sampaikan.&lt;br /&gt;Ceramah beliau diawali dengan kritik terhadap istilah syawalan. “Dalam Muhammadiyah tidak ada syawalan, tapi yang ada silaturahmi”, ujar beliau.&lt;br /&gt;Suatu ketika Hudzaifah bertemu dengan Umar bin Khatab yang saat itu menjabat sebagai khalifah. Umar bertanya kepada Hudzaifah, “bagaimana keadaang engkau pagi ini wahai Hudzaifah?”. Hudzaifah menjawab, “ Pagi ini saya suka fitnah, membenci kebenaran, sholat tanpa wudhu’, di bumi ini saya punya dimana Allah di langit sana tidak memilikinya”. Mendengar perkataan seperti itu, spontan saja Umar marah. Tapi ia tidak berani meluahkannya, karena beliau tahu kedudukan Hudzaifah yang special di sisi Rasulullah.&lt;br /&gt;Hudzaifah memang sosok yang unik di antara para sahabat. Beliau sering meneliti kebiasaan sahabat-sahabat yang lain kemudian mencatatnya. Hudzaifah memiliki kebiasaan yang lain dari sahabat yang lain. Beliau sering bertanya tentang kejahatan, dimana para sahabat lebih suka menanyakan hal kebaikan kepada Rasulullah (beliau mengatakan, saya menanyakan kejahatan agar bisa menjauhinya), dan kalau berbicara beliau sering memakai logika terbalik.&lt;br /&gt;Dalam suasana hati yang tak enak di antara kedua sahabat yang mulia ini, datang Ali bin Abi Thalib. Umar menyampaikan peristiwa yang barusan terjadi. Beliau berharap Ali berpihak kepadanya. Tapi Ali malah tersenyum ketika Umar selesai bercerita. Semakin panas hati Umar.&lt;br /&gt;Karena tak ingin terjadi salah paham antara Umar dan Hudzaifah, Ali pun menjelaskan tentang perkataan Hudzaifah. “Fitnah yang dimaksudkan oleh Hudzaifah adalah harta, anak. Saya pagi ini suka fitnah, maksudnya, saya pagi ini sedang menyukai anak dan mencari harta. Benci kebenaran, bukankah ada hadist yang menyatakan ‘Sorga, Neraka, Kiamat, Mati adalah haq’. Maksud beliau mengatakan pagi ini saya sedang benci kebenaran adalah saya tidak ingin segera mati. Sholat tanpa wudhu’? bukankah kata sholat bisa berarti do’a, salawat dan sembahyang. Yang dimaksud Hudzaifah dengan sholat tanpa wudhu’ adalah beliau bersalawat pada Nabi sementara keadaan beliau tiada berwudhu’. Sedangkan yang beliau maksudkan dengan saya punya di bumi ini sementara Allah tidak memilikinya di langit adalah anak dan istri, yang tentu tidak layak bagi Allah.”&lt;br /&gt;Setelah mendengar penjelasan Ali tadi, barulah cair suasana dan kemarahan Umarpun mereda seketika.&lt;br /&gt;Apa hikmah dari sepenggal cerita di atas?&lt;br /&gt;1. Umar adalah seorang khalifah, cerdas, keras dan sahabat special. Namun beliau juga manusia biasa yang bisa salah. Kehebatan beliau adalah tidak menggunakan kekuasaannya untuk menghadang sahabat yang telah membuatnya marah. Hudzaifah adalah sahabat yang senantiasa mencatat perilaku masyarakat. Sehingga ketika ada orang yang Meninggal apabila Hudzaifah tidak menyolatkannya, maka Umar pun tidak ikut sholat, karena Hudzaifah memiliki pengetahuan tentang keberadaan orang-orang Munafik di Madinah. Dua sosok sahabat ini punya dua perbedaan karakter, namun dalam hati mereka merekat kuat, terjalin relasi yang erat meski berbeda pandangang dan sifat.&lt;br /&gt;2. Silaturahmi penting dalam rangka menjernihkan persoalan dan menghilangkan su’udzan. Memaafkan tidaklah sekedar berjabat tangan. Tapi adanya hati yang lapang untuk menerima keberadaan orang lain yang berbeda dengan kita.&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Wawan, munculnya aliran-aliran sesat belakangan ini, tidak lepas dari factor kurangnya silaturahim di antara umat Islam. Sehingga Mahasiswa Muhammadiyah harus mampu berkiprah di masyarakat, menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat seraya berdakwah menyampaikan kebenaran Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Itulah ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Wawan Darmawan, yang berasal dari tanah sunda. Setelah hikmah syawalan acara dilanjutkan penyampaikan kilas sejarah IMM UGM oleh bapak dr. Muhammad Was’an ketua IMM UGM tahun 1967 dan Mas Arif Nurcholis ketua IMM UGM tahun 2001-2003.&lt;br /&gt;Adzan Dzuhur pun bergema, seiring dengan itu berakhir pula acara halal bi halal IMM UGM pada hari itu….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-1868263747833129139?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/1868263747833129139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=1868263747833129139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/1868263747833129139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/1868263747833129139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/12/halal-bi-halal-ikatan-mahasiswa.html' title='Halal bi Halal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada 1428 H'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-1156006416509299229</id><published>2007-11-15T08:48:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:49:16.043+07:00</updated><title type='text'>KOMITMEN MASYARAKAT MINANGKABAU DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pada kesempatan dalam acara “Halal bi Halal Masyarakat Minangkabau Yogyakarta”, di gedung Graha Sabha Pramana UGM pada tanggal 23 November 2006 yang lalu, Prof. Dr. Syafi’I Ma’arif, seorang intelektual Minang dalam ceramah “Hikmah Syawalan” menyampaikan suatu pernyataan terkait sikap orang Minang terhadap keutuhan NKRI. “Seandainya seluruh daerah yang ada saat ini, satu per satu memisahkan diri dari NKRI, maka Minangkabau (Sumatera Barat) adalah daerah yang terakhir kali yang akan memisahkan diri”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt; Dalam pemaparannya Buya Syafi’i tidak merinci secara jelas mengapa beliau mengutarakan tesis tersebut. Penulis mencoba untuk mencari informasi terkait dengan hal ini. Jawaban yang penulis temukan berangkat dari perspektif historis. Paling tidak ada 3 sejarah yang membuktikan hal ini:&lt;br /&gt;a.Pendiri NKRI banyak berasal dari Minangkabau&lt;br /&gt;Siapa tidak kenal Muhammad Yamin dan Muhammad Hatta? Beliau berdua adalah putra Minangkabau yang berjuang untuk kemerdekaan RI. Bukan hanya berjuang secara politik, beliau berdua berperan memformat Negara Indonesia.&lt;br /&gt;Muhammad Yamin adalah tokoh yang tergabung dalam Tim Sembilan BPUPKI yang bertugas merumuskan dasar Negara Indonesia merdeka. Beliau pulalah yang mengajukan konsep dasar Pancasila sebagai dasar Negara.&lt;br /&gt;Sebuah kisah yang membuktikan bagaimana komitmen Bung Hatta dalam persatuan NKRI, dapat kita lihat dalam penetapan Piagam Jakarta sebagai dasar NKRI. Sore 17 Agustus 1945, Hatta diberitahu oleh salah seorang perwira Jepang, bahwa ada laporan “pemimpin di Indonesia Timur enggan untuk bergabung NKRI, jika redaksi Piagam Jakarta masih seperti semula”. Akhirnya Hatta berembuk dengan tokoh Nasional lainnya dan diputuskan kata-kata “…dengan kewajiban kewajiban menjalankan syari’at…”, dihapuskan keesokkan harinya dalam rapat PPKI. Hal ini membuktikan komitmen Hatta dalam menjaga keutuhan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan kematangannya, beliau menjelaskan secara jernih kepada tokoh-tokoh Islam yang menginginkan dasar Negara tetap berdasarkan piagam Jakarta tanpa dirubah sedikitpun, supaya “legowo” menerima hal ini demi persatuan dan kesatuan Indonesia.&lt;br /&gt;b.Penyelemat Kemerdekaan Indonesia melalui PDRI&lt;br /&gt;Perjuangan kemerdekaan nasional dalam saat krisis antara bulan desember 1948 sampai juli 1949 di saat tertawannya Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, serta hamper seluruh anggota cabinet, tetap berlanjut di bawah pemerintahan darurat Republik Indonesia yang dipimpin oleh Syafroeddin Prawira Negara di Sumatera (Bukittinggi). Perjuangan tersebut telah menyelamatkan Republik Indonesia, baik di tingkat Nasional maupun internasional (Buku “Dua Sejoli”, terbitan Yayasan Mataram Minang Lintas Budaya Yogyakarta tahun 2003, hal 228).&lt;br /&gt;c.Sumbangsih Kepada Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu yang menjadi sarana komunikasi bagi seluruh suku bangsa yang berbeda-beda bahasanya yang ada di tanah air. Prof. Bahder Johan menyatakan, “Minangkabau berpuluh tahun lamanya memberi inspirasi ke dalam perkembangan bahasa Melayu/Indonesia. Kalau kita tinjau sejak awal perkembangan bahasa, bagaimana tumbuhnya bahasa Minang dan kedudukannya di samping bahasa Melayu, akan mengertilah pula kita betapa besarnya bahagian Minangkabau dalam perkembangan bahasa Indonesia modern (Hamka, “Islam dan Adat Minangkabau”, Panjimas; Jakarta hal 123). Sumbangsih Minangkabau bukan hanya dari segi bahasanya saja, tetapi sastra Indonesia telah diwarnai oleh pujangga-pujangga besar dari Minang.&lt;br /&gt;Demikianlah secara singkat menurut penulis, sejarah yang menanamkan semangat masyarakat Minangkabau untuk tetap menjunjung tinggi dan menjaga keutuhan NKRI.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang pakar sejarah dari Universitas Andalas Padang menyampaikan kisah yang menarik terkait dengan komitmen ini. “Pada saat gelombang reformasi 1997-1998, kondisi Indonesia diperparah oleh keinginan beberapa tokoh daerah yang ingin melepaskan diri dari NKRI (separatism). Hal ini juga terjadi di Sumatera. Ada Aceh Merdeka, Riau Merdeka, dan lain sebagainya. Dalam sebuah pertemuan aktivis Minang di sebuah kota di Sumatera Barat, mencuat wacana “Minang Merdeka”. Dengan emosi meledak sang dosen ini, yang ikut diundang dalam pertemuan itu, angkat suara, “Engku-engku ini latah. Tidak tahu sejarah. Orang berkata merdeka, engku teriakan juga merdeka. Apakah engku-engku tidak tahu siapa yang mendirikan Negara ini?” Terdiamlah semua yang hadir saat itu.&lt;br /&gt;Perjalanan sejarah menjadi bukti akan komitmen Minangkabau kepada NKRI. Mungkin pembaca sekalian akan mematahkan argument ini dengan mengemukakan fakta sejarah lainnya, bahwa di Sumatra Barat pernah terjadi pemberontakan PRRI. Berdasarkan pengetahuan penulis , PRRI tidaklah bertujuan untuk memisahkan diri dari NKRI namun sebuah bentuk “meminta perhatian” dari Pemerintah Pusat di Jawa untuk menengok kehidupan dan penderitaan yang terjadi di luar Jawa. Bagaimana kesenjangan kesejahteraan dan perlakuan kebijakan tidak mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat.&lt;br /&gt;Namun, apa yang terjadi, Pemerintah Pusat mengirimkan tentara ke Sumatra Barat dan melakukan pembunuhan terhadap masyarakat sipil. Sebuah cerita yang disampaikan oleh seorang guru di Batusangkar yang pada saat itu masih SMA, menggambarkan kegananasan tentaraterhadap orang-orang PRRI, “suatu ketika pejuang PRRI ditangkap, kemudian dijejer di tepi jurang Ngarai Sianok (Bukittinggi). Mereka ditembaki. Dalam keadaan sekarat, mereka ditendang kejurang. Bukan hanya itu saja, siswa-siswa SMA dipaksa menonton kekejaman ini”. Tragedy ini, masih menysakan luka mendalam bagi masyarakat Minangkabau. Mungkin pergantian generasi saja yang bisa menghapus jejak-jejak kepedihan ini.&lt;br /&gt;Sebenrnya kalau kita pelajari secara seksama budaya Minangkabau secaara utuh, maka kita akan temui bagaimana demokratisnya orang Minang dalam menghadapi perbedaan pendapat. Cerita ringan yang menggambarkan hal ini, pernah suatu kali orang Minang ditanya, kenapa dalam bersilat, didahului oleh berbalas pantun dulu ?. ini adalah symbol budaya yang menggambarkan orang Minang lebih mendahulukan diplomasi dibandingkan pendekatan militer dan kekerasan fisik. Ketidakmampuan pemerintah Soekarno dalam membaca PRRI, telah membuat kecelakaan sejarah yang perih bagi Minangkabau.&lt;br /&gt;Penamaan Minangkabau akan memperjelas tentang berakarnya budaya diplomasi, dan musyawarah masyarakat Minang. A.A Nafis dalam satu bukunya menuliskan kisah klasik ini.&lt;br /&gt;“ pada suatu masa datanglah bala tentara yang dipimpin anggang dari laut yang hendak menaklukkkan mereka. Melihat kekuatan pasukan, mufakatlah Datuk yang berdua (Datuk Katumanggungan dan Datuk Parpatih nan Sabatang ) beserta Cati BilangPandai untuk mencari akal bagaimana menangkis serangan musuh.&lt;br /&gt;Akhirnya didapat kata sepakat kata sepakat bahwa untuk melawan pasukan yang kuat itu haruslah dengan strategi. Strategi yang dipilih ialah mengadu kerbau. Kerbau siapa yang menang itulah yang memenangkan pertempuran. Usul diterima oleh panglima pasukan yang dating itu.&lt;br /&gt;Pihak musuh mendatangkan kerbau yang sangat besar. Jarak kedua ujung tanduknya empat depa. Untuk menandinginya tidak ada kerbau yang sepadan. Lalu dirundingkan lagi. Cati Bilang Pandai mengajukan saran agar kerbau besar itu dilawan dengan anak kerbau yang lagi syarat menyusui. Sebelum dilepas kegelanggang, anak kerbau itu beberapa hari tidak dibiarkan menyusu pada induknya. [ada hidungnya diikatkan sepotong besi yang runcing. Besi itu disebut minang.&lt;br /&gt;Demikianlah, pada hari yang ditetapkan pihak musuh melepaskan kerbaunya yang besar ke gelanggang. Kemudian pihak yang menanti melepaskan anak kerbau yang kecil itu. Ketika melihat seekor kerbau yang besar di gelanggang, anak kerbau itu menyangka induknya . berlarilah anak kerbau itu dan menyeruduk ke perut kerbau besar itu. Ia lari kesakitan, sejak kemenangan itu, tempat gelanggang itu menjadi kampong yamng dinamakan Minangkabau”.&lt;br /&gt;Apa pelajaran yang dapat dipetik dari cerita ini. Sesungguhnya orang Minangkabau akan mendahulukan akalnya dari kekuatan fisiknya. Berhubungan dengan ini pendekar hebat di Minangkabau bukanlah hanya jawara di gelanggang, akan tetapi “Pandeka” (Pendekar) adalah orang yang “panjang aka” (cerdik-pandai).&lt;br /&gt;Salah satu sikap budaya yang dimiliki masyarakat Minangkabau adalah merantau. Konsep merantau orang Minang dijiwai oleh semangat “dima bumi dipijak, di sini langik dijunjuang” (dimana bumi diinjak, di situ langit dijunjung). Artinya, dimanapun daerah tujuan merantau, maka orang Minang akan menyesuaikan diri dengan budaya setempat. Bukan berarti meninggalkan identitas, namun toleransi dan memahami budaya orang lain didahulukan oleh orang Minang.&lt;br /&gt;Sebagai penutup makalah ini, penulis kutipkan pernyataan Bike Parekh seorang proponen Multikulturalisme, “budaya yang berbeda mempresentasikan system makna dan visi tentang kehidupan yang baik yang juga berlainan. Karena masing-masing menyadari kapasitasnya dan emosi manusia dan hanya mampu menangkap sebagian saja dari totalitas eksistensi manusia. Ia membutuhkan budaya-budaya lain membantunya memahami dirinya secara lebih baik, mengembangkan cakrawala intelektualnya, merentangkan imajinasi dan menyelamatkannya dari narcisme untuk menjaganya dari godaan mengabsolutkan diri (Budiman, Hikmat (Ed). 2005. “Hak Minoritas: Dilema Multikulturalisme di Indonesia”. Yayasan TIFA; Jakarta. Hal 3-4).&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-1156006416509299229?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/1156006416509299229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=1156006416509299229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/1156006416509299229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/1156006416509299229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/komitmen-masyarakat-minangkabau-dalam.html' title='KOMITMEN MASYARAKAT MINANGKABAU DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-2075013821333748622</id><published>2007-11-15T08:44:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:45:08.944+07:00</updated><title type='text'>Mutiara Filsafat</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/mutiara-filsafat/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Mutiara Filsafat"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p align="center"&gt;Pemikiran filsafat hanya akan berhenti&lt;br /&gt;Apabila pemikiran non-falsafi juga berhenti…&lt;br /&gt;Filsafat adalah bersifat terus menerus (perennial).&lt;br /&gt;Kehidupan segi dalamnya dan lingkungan intelektualnya&lt;br /&gt;Menghadapkan seorang filosof kepada&lt;br /&gt;Bentuk persoalan-persoalan yang selalu berubah&lt;br /&gt;Dan tidak akan membebaskannya dari tugas untuk berpikir lagi.&lt;br /&gt;(Stephan Korner, “Fundamental Question in Philosophy”)&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Kata-kata “kamu tidak dapat mengubah watak manusia”&lt;br /&gt;Sering ditolak oleh kaum reformer sebagai suatu ucapan putus asa&lt;br /&gt;Dan suatu alasan yang mudah untuk bersikap masa bodoh&lt;br /&gt;Terhadap kekalutan-kekalutan dunia. Walaupun begitu kata-kata tersebut&lt;br /&gt;Mempunyai aspeknya yang positif. Mengatakan bahwa watak manusia tak dapat diubah berarti bahwa watak manusia itu merupakan kenyataan dan berarti pula sebagian dari kenyataan tersebut dalah berharga.&lt;br /&gt;(Joseph Wood Krutch, “The Measure og Man”)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-2075013821333748622?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/2075013821333748622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=2075013821333748622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/2075013821333748622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/2075013821333748622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/mutiara-filsafat.html' title='Mutiara Filsafat'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-174773646097466075</id><published>2007-11-15T08:43:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:44:34.784+07:00</updated><title type='text'>Socrates</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/socrates/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Socrates"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Socrates (469-399 SM) seorang filosof Yunani dari Athena. Ia tersohor dengan pendapatnya tentang filsafat sebagai suatu usaha pencarian yang perlu bagi tiap intelektual. Ia merupakan contoh seorang yang menghayati prinsip-prinsipnya, walaupun akhirnya prinsip itu berakibat fatal bagi nyawanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Socrates adalah anak Sophronicus, seorang ahli pahat; dalam usia pertengahan ia kawin dengan Xanthippe, yang dikatakan suka mengomel dan mencaki-maki, walaupun tak ada dasar kuat untuk sangkaan tersebut. Socrates termasyur dengan kekuatan intelektualnya sebelum berusia 40 tahun. Pada waktu itu, menurut buku Plato yang berjudul Apology (meriwayatkan tentang pidato pembelaan Socrates), Dewa di Delphi (Oracle at Delphi) mengatakan bahwa Socrates adalah orang yang paling bijaksana di Yunani.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia menjadi yakin bahwa tugasnya adalah untuk mencari kebijaksanaan tentang perilaku yang benar yang dapat dipakai untuk mengarahkan perkembangan moral dan intelektual bagi warga Athena. Dengan melupakan urusan-urusan pribadinya, ia selalu sibuk dengan pembicaraan mengenai kebajikan, keadilan, dan ketaqwaan di tempat-tempat pertemuan penduduk Athena.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 399 SM Socrates diadili dengan tuduhan merusak kaum remaja dan meyiarkan ajaran agama yang salah. Peradilan serta kematian Socrates dibentangkan dalam buku-buku Plato yang berjudul Apology; Crito dan Phaedo. Buku-buku ini ditulis dengan cara yang dramatis&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-174773646097466075?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/174773646097466075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=174773646097466075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/174773646097466075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/174773646097466075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/socrates.html' title='Socrates'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-4164627919929932553</id><published>2007-11-15T08:42:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:43:14.143+07:00</updated><title type='text'>Aristoteles</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/aristoteles/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Aristoteles"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt; Aristoteles (384-322 SM) adalah seorang filosof, saintis dan ahli pendidikan. Ia secara luas dianggap sebagai satu dari ahli-ahli pikir yang sangat berpengaruh dalam kebudayaan Barat. Ia dilahirkan di Stagira, di bagian utara dari Yunani. Pada umur 18 tahun ia masuk Akademi Plato dan menetap di situ selama hampir 20 tahun, yakni sampai Plato meninggal. Ia sering melakukan perjalanan, dan pernah semala empat tahun menjadi guru Prince Alexander yang kemudian terkenal dengan nama Raja Alexander yang Agung (“The Great”).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar tahun 334 SM, Aristoteles kembali ke Athena dan mendirikan perguruannya sendiri, yang dinamakan Lyceum. Ia meringkaskan dan mengembangkan pengetahuan pada masanya, serta memperkayanya dengan penyelidikan-penyelidikannya sendiri serta pemikiran yang kritis. Aristoteles menaruh perhatian kepada ilmu kedokteran dan ilmu hewan serta ilmu-ilmu lainnya; ia juga mendirikan laboratorium-laboratorium dan museum-museum. Muridnya, Raja Alexander, pernah menyediakan tenaga sebanyak 1000 orang di Yunani dan Asia untuk membantu Aristoteles mengumpulkan dan melaporkan perincian-perincian tentang kehidupan dan kebiasaan binatang-binantang. Ia juga mengumpulkan konstitusi-konstitusi dan dokumen-dokumen mengenai struktur kehidupan berpolitik di beberapa Negara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tulisan-tulisannya menunjukkan perhatian dalam segala ilmu pengetahuan, termasuk sains (alam), masyarakat dan Negara, sastra dan kesenia serta kehidupan manusia. Karangannya tentang logika (organon) mengembagkan logika deduktif dan syllogistic. Etikanya (Nichomachean Ethic) merupakan karangan sistematik pertama yang pernah ditulis dalam bidang etika dan sampai sekarang masih dibaca umum.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-4164627919929932553?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/4164627919929932553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=4164627919929932553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4164627919929932553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4164627919929932553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/aristoteles.html' title='Aristoteles'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-6155332224827127570</id><published>2007-11-15T08:41:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:42:13.735+07:00</updated><title type='text'>Charles R. Darwin</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/charles-r-darwin/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Charles R. Darwin"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt; Charles R. Darwin (1809-1882) adalah seorang ahli pengetahuan alam (naturalis) berkebangsaan Inggris. Teorinya tentang evolusi organic melewati seleksi alamiah telah menyebabkan perubahan besar dalam sains biologi, filsafat dan pemikiran keagamaan. Ia mendapat pendidikan di Universitas Edinburgh dan Universitas Cambridge. Kemudian ia mengabungkan diri dengan ekspedisi Inggris di kapal H.M.S. Beagle untuk melakukan penyelidikan selama lima tahun (1831-1836) tentang tumbuh-tumbuhan binatang, fosil dan bentukan-bentukan geologi di tempat-tempat yang terpencil jauh, kebanyakan di pantai Amerika Selatan dan pulau-pulau di samudera Pasifik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karya-karya Darwin, Origin og Species (1859) dan Descent of Man (1871) memberikan bukti dengan fakta kepada anggapan bahwa species-species itu mempunyai hubungan satu dengan lainnya dalam garis ke atas; dan bahwa manusia itu berasal dari kelompok binatang yang sama seperti chimpanse dan lain-lain jenis yang berlangsung selama beberapa puluh tahun.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-6155332224827127570?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/6155332224827127570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=6155332224827127570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/6155332224827127570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/6155332224827127570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/charles-r-darwin.html' title='Charles R. Darwin'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-7879216615897203150</id><published>2007-11-15T08:39:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:41:41.669+07:00</updated><title type='text'>Thomas Hobbes</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/thomas-hobbes/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Thomas Hobbes"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt; Thomas Hobbes (1588-1679) dilahirkan sebelum waktunya ketika ibunya tercekam rasa takut oleh ancaman penyerbuan armada Spayol ke Inggris. Ia belajar di Universitas Oxford, kemudian menjadi pengajar pada suatu keluarga terpandang. Hubungan dengan keluarga tersebut memberi kesempatan kepadanya untuk membaca buku-buku, bepergian ke negeri asing dan berjumpa dengan tokoh-tokoh penting. Simpatinya kepada sistim kerajaan pada waktu Inggris dilanda perang saudara, mendorngnya untuk lari ke Perancis. Di sanalah ia mengenal filsafat Descartes dan pemikir-pemikir Perancis lainnya. Karena sangat terkesan dengan ketepatan sains, ia berusaha menciptakan filsafat atas dasar matematika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hobbes menolak tradisi skolastik dalam filsafat dan berusaha menerapkan konsep-konsep mekanik dari alam fisika kepada pikirannya tentang manusia dan kehidupan mental. Hal ini mendorongnya untuk menerima materialism,mekanisme dan determinisme. Karya utamanya dalam filsafat, Leviathan (1651), mengekspresikan pandangannya tentang hubungan antara alam, manusia dan masyarakat. Hobbes melukiskan manusia-manusia ketika mereka hidup dalam keadaan yang ia namakan “state of nature” (keadaan alamiah), yang merupakan kondisi manusia sebelum dicetuskannya suatu Negara atau masyarakat beradab. Kehidupan dalam keadaan alamiah adalah buas dan singkat, karena merupakan keadaan perjuangan dan peperangan yang terus-menerus. Oleh karena manusia menginginkan kelangsungan hidup dan perdamaian, ia mengalihkan kemauannya kepada kemauan Negara dalam suatu kontrak social yang membenarkan kekuasaan tertinggi yang mutlak.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-7879216615897203150?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/7879216615897203150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=7879216615897203150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/7879216615897203150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/7879216615897203150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/thomas-hobbes.html' title='Thomas Hobbes'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-8683067440528802317</id><published>2007-11-15T08:37:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:38:15.408+07:00</updated><title type='text'>TRADISI ”INTELEKTUAL” DI DUNIA BARAT DAN ISLAM</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/09/26/tradisi-%e2%80%9dintelektual%e2%80%9d-di-dunia-barat-dan-islam/" rel="bookmark" title="Link Permanen : TRADISI ”INTELEKTUAL” DI DUNIA BARAT DAN ISLAM"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Kuala Lumpur, hari ke-23 bulan September 2007. Jarum jam menunjukkan pukul&lt;br /&gt;4.30 pm. Sebuah diskusi santai dan bermuatan berat sedang digelar. Suasana&lt;br /&gt;nampak sejuk, manakala hujan menyelesaikan gerimis terakhirnya dan para peserta&lt;br /&gt;mulai bergerak dari ruang teduhnya masing-masing. Tak ketinggalan Dr. Adi Setia,&lt;br /&gt;Khalif Muammar, MA., Malki Abd. Natsir, MA., Nirwan Syafrin, MA., dan beberapa&lt;br /&gt;senior INSISTS ikut menikmati ramuan ilmiah sang pemateri, Dr. Syamsuddin Arif,&lt;br /&gt;seorang yang sempat singgah di Frankfurt, Jerman, untuk menempuh program doktor&lt;br /&gt;keduanya. Diskusi ini megambil topik “Intelektual dan Intelektualisme:&lt;br /&gt;perspektif Barat dan Islam”. Slide yang sudah dihidangkan menambah semakin&lt;br /&gt;renyahnya pemateri mengurai lembar demi lembar khazanah keilmuannya. Peserta pun&lt;br /&gt;nampak antusias dan takjub manakala fakta-fakta sejarah mengemuka dengan&lt;br /&gt;detailnya, disertai ide-ide cemerlang mengelaborasi “intelektual” dan&lt;br /&gt;“intelektualisme” dengan framework (islamic worldview) yang&lt;br /&gt;disiapkan untuk membedahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Intelektual Barat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Uraian tentang fakta-fakta sejarah tentang citra buruk “intelektual” mengawali&lt;br /&gt;presentasi pemateri. Katanya, pada tahun 1898, seorang perwira berpangkat kapten&lt;br /&gt;‘keturunan Yahudi dipecat dari dinas ketentaraan Perancis karena dicurigai&lt;br /&gt;bekerja sebagai mata-mata pihak asing’. Namanya Albert Dreyfus. Kasus Dreyfus&lt;br /&gt;inilah kemudian menjadikan masyarakat Prancis terbelah dua; yang membela dan&lt;br /&gt;yang mengutuk. Yang mengutuk Dreyfus disebut oleh yang pertama sebagai&lt;br /&gt;anti-semit atau rasis dan pembela Dreyfus disebut sebagai les intellectuels dan&lt;br /&gt;déracinés oleh yang kedua. Diantara pembelanya seperti Emile Zola (1840-1902),&lt;br /&gt;Emile Durkheim (1858-1917) dan Anatole France (1844-1924), sedang yang mengutuk&lt;br /&gt;adalah seperti Maurice Barrés (1862-1923) dan Fedinand Brunetiére.&lt;br /&gt;Nah, dari kasus inilah kemudian sebutan intelektual lebih merupakan pemburukan&lt;br /&gt;dari pada sanjungan, yang berlaku tidak hanya di Perancis, tapi juga di Inggris&lt;br /&gt;dan Amerika. Oleh karenanya pemateri mencibir fakta-fakta sejarahnya, mulai dari&lt;br /&gt;Perancis, Inggris, Jerman, bahkan Rusia.&lt;br /&gt;Ada beberapa teori intelektual yang dikemukakan pemateri. Ia memulai dengan&lt;br /&gt;teori intelektual ala Julien Benda (1867-1956). Lewat buku monumentalnya, La&lt;br /&gt;Trahison Des Clercs (1927), Benda memberi beberapa catatan tentang intelektual.&lt;br /&gt;Diantaranya, seorang intelektual adalah pejuang kebenaran dan keadilan, tekun&lt;br /&gt;dan menikmati bidang yang digelutinya, tidak ditunggangi ambisius materi dan&lt;br /&gt;kepentingan sesaat, berani keluar dari sarangnya untuk memprotes ketidakadilan&lt;br /&gt;dan menyuarakan kebenaran, walau mahal resikonya, dan oleh itu ia tidak takut&lt;br /&gt;penjara atau hidup susah. Singkatnya, sosok-sosok semacam Socrates, Yesus, dan&lt;br /&gt;Spinoza adalah profil yang sangat pas bagi Benda.&lt;br /&gt;Kalau teori Benda terlihat sangat elitis, mengawang-awang, sebagaimana Edward&lt;br /&gt;Said (1935-2003) dan Ernest Gellner (1925-1995) mengkritiknya, maka lain halnya&lt;br /&gt;dengan seorang sosiolog Régis Debray yang lebih praktis dan dinamis. Ia membagi&lt;br /&gt;tiga generasi intekletual. Pertama, 1900-1930, terdiri dari para pengajar&lt;br /&gt;(teachers) yang membela Dreyfus, seperti Émile Zola, Émile Durkheim dan Anatole&lt;br /&gt;France. Kedua, 1930-1960, diwakili oleh para penulis (writers; novelist,&lt;br /&gt;essayist). Ketiga, dari tahun 1960-sekarang, mereka yang disebut sebagai&lt;br /&gt;“Cendekiawan Selebritis”, yang suka tampil di media massa, yang punya pesona,&lt;br /&gt;sensasional dan ingin terkenal dan mengabaikan standar keilmuan dan kejujuran.&lt;br /&gt;Seorang Jean Francois Sirinelli pun merasakan fenomena generasi ketiga ini,&lt;br /&gt;seraya ia berteriak lantang, “Faut-il sonner le glas des intellectuals?”, atau&lt;br /&gt;“Apakah intelektual kini sudah tiba ajalnya?”&lt;br /&gt;Lain lagi dengan pandangan Antonio Gramsci (1891-1937), yang membagi&lt;br /&gt;intelektual menjadi dua macam; intelektual “tradisional” dan intelektual&lt;br /&gt;“organik”. Intelektual yang pertama adalah mereka para tokoh agama, guru/dosen,&lt;br /&gt;birokrat, dan seperti mereka inilah profil intelektual yang tidak membumi, hidup&lt;br /&gt;dalam ilusi dan utopia. Sedangkan yang kedua adalah intelektual yang aktif,&lt;br /&gt;tidak pernah diam, senantiasa berbuat sesuatu untuk masyarakatnya. Di sini&lt;br /&gt;pemateri meminjam ungkapan Edward Said “always on the move, on the make”.&lt;br /&gt;Karena intelektual di Barat tidak bisa lepas dari istilah intelligentsia, maka&lt;br /&gt;pemateri mengajak kroscek ke negara asal pemproduksi istilah ini. Ternyata ia&lt;br /&gt;berasal dari Polandia dan Russia. Di Polandia, ‘inteligentsia’ adalah para&lt;br /&gt;lulusan sekolah, minimal sekolah menengah, dan yang mengerti sejarah Polandia.&lt;br /&gt;Mereka ini yang disebut mature (dewasa), lebih layak memimpin dan mengelola&lt;br /&gt;negara ketimbang kaum borjuis yang tidak punya idealisme dan suka korupsi.&lt;br /&gt;Sementara di Russia, intelligentsia adalah orang-orang bangsawan yang&lt;br /&gt;mengambil jarak dari kaum borjuis kapitalis dan merasa terpanggil untuk&lt;br /&gt;memanggil bangsa. Kelompok inilah yang kemudian dijuluki ‘slavophile’ karena&lt;br /&gt;merekalah yang menuntut penghapusan feodalisme dan tsarisme, menghendaki&lt;br /&gt;perombakan total sistem politik, ekonomi dan sosial. Kelompok ini sempat eksis&lt;br /&gt;setelah Tsar digulingkan pada revolusi Oktober 1917, setelah kemudian ditumpas&lt;br /&gt;habis oleh Stalin.&lt;br /&gt;Sedangkan di Inggris dan Amerika, istilah intelektual mempunyai konotasi&lt;br /&gt;negatif. Bagi masyarakat Inggris, intelektual itu sebutan bagi orang-orang yang&lt;br /&gt;irrasional, egois, ‘sok pintar’. Bahkan seorang sekretaris luar negeri di masa&lt;br /&gt;PM Margaret Thatcher, Sir Geoffrey Howe, menyifati Salman Rushdie (penulis buku&lt;br /&gt;“ayat-ayat setan”) sebagai ‘arrogant’, ‘a dangerous opportunist’, dan ‘a&lt;br /&gt;multiple renegade’. Lebih jauh lagi, Paul Johnson, lewat karyanya Intellectuals&lt;br /&gt;(1988), mengutuk kalangan inteletual dengan menyatakan, “no wises as mentors, or&lt;br /&gt;worthier as exemplars, than the witch doctors or priest of old” atau ‘tak layak&lt;br /&gt;jadi teladan.’&lt;br /&gt;Melihat akar sejarahnya, maka pemateri memberikan beberapa karakter penting&lt;br /&gt;intelektual di Barat. Yakni: non-committal, tak terikat dari segi ide;&lt;br /&gt;independent, tak terikat dari segi aksi; non-sectarian, untuk semua golongan;&lt;br /&gt;non-partisan, tidak memihak; non-conformis, pantang menyerah; rebellion,&lt;br /&gt;cenderung memberontak; oppositional, menentang arus; dan dissident, berani&lt;br /&gt;berbeda; resistent, menunjukkan perlawanan. Bagaimana dengan intelektual di&lt;br /&gt;dalam Islam?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Intelektual Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Istilah “intelektual” dikenal baru-baru ini saja di dunia Islam, menurut&lt;br /&gt;pemateri. Nah inilah istilah impor dari peradaban lain, seperti halnya&lt;br /&gt;“falsafah”. Oleh karena itu mesin worldview Islam bermain di sini. Istilah ini,&lt;br /&gt;“intelektual”, dengan konteks masyarakat Barat yang sudah disebut di atas,&lt;br /&gt;tidak boleh dipindah begitu saja ke dalam Islam. Itu tidak bisa. Selama ini,&lt;br /&gt;cendekiawan-cendekiawan muslim di Indonesia sangat memaksakan penggunaan istilah&lt;br /&gt;itu dengan segala motifnya. Sebagai contoh, ketika muncul kasus Ahmadiyah,&lt;br /&gt;tampillah pembela ahmadiyah atas nama kaum intelektual dan membela atas nama&lt;br /&gt;HAM. Nah itu baru contoh kecil penggunaan istilah itu yang sangat dipaksakan.&lt;br /&gt;Contoh lainnya, ketika kalangan modernis atau liberalis dengan lantangnya&lt;br /&gt;menggugat otoritas Al-Quran, Hadits, ulama, dll. mereka mengatasnamakan&lt;br /&gt;intelektual. Nah itu sikap yang sangat Barat dan tidak bijak serta terburu-buru&lt;br /&gt;menggunakan istilah asing.&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan, ada makna universal dalam istilah intelektual, seperti&lt;br /&gt;‘memperjuangkan keadilan dan kebenaran’, ‘pendirian kuat’, ‘tidak mudah terbawa&lt;br /&gt;arus’, dll. Makna universal ini ada di mana-mana, tidak saja di Barat.&lt;br /&gt;Masalahnya adalah ketika makna universal diterapkan ke dalam partikular. Seperti&lt;br /&gt;menentang arus dalam konteks di dunia Kristen tidak akan sama kasusnya dengan&lt;br /&gt;menentang arus dalam konteks di dunia Islam. Membela kebenaran dalam konteks&lt;br /&gt;dunia Barat tidak sama dengan membela kebenaran dalam konteks dunia Islam.&lt;br /&gt;Dengan demikian, dengan melepaskan makna partikulernya dan mengambil makna&lt;br /&gt;unversalnya, maka pemateri mengajak melihat makna-makna universal itu dalam&lt;br /&gt;Islam. Ternyata, kata pemateri, cendekiawan dan intelektual sejati itu dalam&lt;br /&gt;Islam adalah para Nabi dan penerusnya, waratsat al-Ambiya’ (pewaris para nabi)&lt;br /&gt;dan penerus risalah profetis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Intelektual Profetik atau Diabolik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Intelektual dalam khazanah Islam mempunyai dua tipe, mengikut sejarah dan&lt;br /&gt;konteks keislaman, yaitu (1) intelektual profetik; dan (2) intelektual diabolik.&lt;br /&gt;Intelektual profetik adalah para nabi dan waratsat al-ambiya’, pewarisnya.&lt;br /&gt;Merekalah para pembela kebenaran, sebagaimana kebenaran yang terkonsep dalam&lt;br /&gt;al-Quran. Sedangkan cendekiawan diabolik adalah iblis dan para pengikutnya.&lt;br /&gt;Kalau diamati lebih jauh, karakter Iblis sangat pas dengan ciri intelektual di&lt;br /&gt;Barat. Ia tidak mau terikat dengan aturan Allah (non-committal, independent),&lt;br /&gt;tidak mau menyerah (non-conformis), memberontak (rebellion), menentang arus&lt;br /&gt;(oppositional), dll. yang menyatu dalam kata “takabbur”.&lt;br /&gt;Contoh-contoh cendekiawan diabolik ini sangat banyak sekali dalam sejarah.&lt;br /&gt;Sepeti Kan’an putra nabi Nuh yang menolak naik ke atas perahu, Haman sebagai the&lt;br /&gt;intellectual in the service of tyrant, Fir’aun, Musa Samiri sebagai cendikiawan&lt;br /&gt;yang membuat tuhan dari patung lembu, kaum kuffar dari ahlu kitab di zaman Nabi&lt;br /&gt;Muhammad sebagai para-pakar yang kafir, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Sendangkan contoh cendekiawan profetik adalah seperti para nabi, sahabat,&lt;br /&gt;ulama. Dari para nabi sebut saja Nabi Ibrahim yang menentang kuasa Namrudz. Nabi&lt;br /&gt;Luth juga intelektual yang menentang arus kaumnya yang masyoritas lesbi dan guy.&lt;br /&gt;Dari kalangan sahabat, Abu Darda’ disebut sebagai intelektual yang berani&lt;br /&gt;mengatakan kebenaran dengan lantang di depan Muawiyah, penguasa waktu itu. Dari&lt;br /&gt;kalangan ulama, seperti Hasan al-Basri, Imam Syafii, Ibnu Taimiyah, Imam Ahmad&lt;br /&gt;bin Hambal, dll, dan di Indonesi seperti HAMKA, Syeh Yusuf Al-Makasari, Mohammad&lt;br /&gt;Natsir, di mana mereka berani mengeraskan suara kebenaran dan merelakan resiko&lt;br /&gt;yang terus mengancam.&lt;br /&gt;Dari uraian di atas, inteletual dalam Islam cukup dikenali dengan tiga&lt;br /&gt;cirinya. Pertama, ia tidak ada rasa takut menyuarakan kebenaran (la khaufun&lt;br /&gt;alaihim wa la hum yahzanun). Kedua, tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan&lt;br /&gt;pribadi, kelompok, partai dan lain-lain (la yas alukum alaihi ajran wahum&lt;br /&gt;muhtadun). Ia hanya ditunggangi kepentingan misi Tuhannya. Ketiga, ia adalah&lt;br /&gt;agent of change/agen perubahan, dan bukan subject of change/yang dirubah oleh&lt;br /&gt;lingkungannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu a’lam,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: http://groups.yahoo.com/group/insistnet/messages&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-8683067440528802317?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/8683067440528802317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=8683067440528802317' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/8683067440528802317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/8683067440528802317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/tradisi-intelektual-di-dunia-barat-dan.html' title='TRADISI ”INTELEKTUAL” DI DUNIA BARAT DAN ISLAM'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-4752399309254668494</id><published>2007-11-15T08:35:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:36:30.892+07:00</updated><title type='text'>Kecantikan Diplomasi Ahmadinejad</title><content type='html'>&lt;div id="content" class="widecolumn"&gt;               &lt;div class="post" id="post-339"&gt;    &lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;     &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Langkah diplomatik Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, mengambil inisiatif dalam konteks hubungan AS-Iran yang kian memanas tampaknya akan memiliki dampak yang luas. Sekalipun mendapat caci-maki kekanak-kanakan dari Presiden Universitas Columbia, Lee Bollinger, langkah berani Ahmadinejad bukan tak mungkin akan terbukti menghunjam lebih dalam ketimbang yang diperkirakan para musuhnya di AS.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p&gt;Bagi setiap orang yang dapat berpikir dengan lebih tenang, keberanian Ahmadinejad untuk tanding tandang, menahan segala celaan dan cemooh hadirin, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan sikap kekanak-kanakan dan kepicikan sang rektor dan sebagian audiens untuk memperolok tamu yang diundangnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemandangan kontras ini dapat dilihat sebagai pertanda keyakinan akan kemenangan di pihak Ahmadinejad dan semua yang dia wakili, sekaligus menandakan suasana frustrasi serta kegelisahan di pihak Bollinger dan semua yang diwakilinya. Di bawah ini adalah sebagian kecil kandungan ceramah kedua pihak yang mewakili dua peradaban yang berbeda itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bollinger memulai ‘ceramah penyambutannya’, antara lain, dengan menyatakan bahwa acara tersebut tidak berhubungan sama sekali dengan hak pembicara (Ahmadinejad), tapi hanya berkaitan dengan haknya untuk mendengar dan berbicara. ”Kami melakukan ini demi diri kami sendiri,” kata Bollinger. Kemudian Bollinger melanjutkan, ”Suatu hari pada Desember 2005 dalam sebuah acara siaran televisi negara, Anda menggambarkan holocaust sebagai sebuah legenda yang dibuat-buat. Satu tahun kemudian, Anda mengadakan konferensi dua hari yang menghimpun para pengingkar holocaust. Bagi orang awam dan bodoh sekalipun, ini adalah propaganda yang berbahaya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tepuk tangan memecah ketegangan. Bollinger menandaskan, ”Sekarang Anda datang ke tempat ini (tempat bagi banyak pengungsi holocaust), maka Anda tampak menggelikan. Anda hanya menjadi seorang yang secara angkuh bersifat provokatif atau secara mengejutkan tidak berpendidikan.” Lagi-lagi tepuk tangan membahana. Bollinger meneruskan, ”Dua belas hari yang lalu Anda berkata negara Israel tidak lagi bisa hidup. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan ini menggemakan berbagai pernyataan provokatif yang Anda sampaikan pada dua tahun terakhir, termasuk pada Oktober 2005, ketika Anda berkata Israel itu harus dihapuskan dari peta. Nah, di Columbia banyak mahasiswa yang tinggal di Israel atau berasal dari Israel, apakah penghapusan itu itu juga mencakup Columbia? Mengapa Anda mendukung organisasi-organisasi teroris yang senantiasa menghantam perdamaian dan demokrasi di Timur Tengah, menghancurkan hidup dan masyarakat sipil di kawasan itu?” Tepuk tangan memuncak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bollinger meneruskan kecamannya, ”Dalam sebuah pengarahan di hadapan National Press Club, Jenderal David Petraeus melaporkan senjata-senjata yang datang dari Iran, termasuk 240 milimeter roket dan proyektil peledak, berandil pada `serangan-serangan canggih yang sama sekali tidak akan mungkin tanpa dukungan Iran.’ Sejumlah lulusan Columbia dan para mahasiswa ada di antara para anggota militer pemberani yang sedang bertugas di Irak dan Afghanistan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka, seperti kebanyakan orang Amerika lainnya dengan putra, putri, ayah, suami, dan istri yang bertugas di medan pertempuran, benar-benar melihat pemerintahan Anda sebagai musuh, Mengapa Anda memilih membuat orang-orang di negara Anda menjadi lemah akibat sanksi-sanksi ekonomi internasional, dan mengancam untuk menelan dunia dalam pembasmian nuklir?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah melihat kecaman yang bertubi-tubi itu, sekarang marilah kita simak ringkasan pernyataan Ahmadinejad di forum Universitas Columbia petang 24 September 2007 itu. Ahmadinejad mengawali ceramahnya dengan mempersoalkan sikap Lee Bollinger yang telah membacakan pernyataan politik yang melecehkan dirinya sebelum ada pernyataan dari tamu yang diundangnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Menurut saya, teks yang dibacakan oleh tuan di sini (Bollinger), bukan hanya menyangkut saya, melainkan lebih merupakan penghinaan atas informasi dan pengetahuan para pendengar yang hadir di sini. Dalam lingkungan universitas, kita harus membiarkan seseorang mengatakan pikirannya, mengizinkan setiap orang untuk berbicara sehingga kebenaran pada akhirnya bisa diungkapkan. Sudah tentu dia (Bollinger) mengambil lebih banyak waktu ketimbang yang dialokasikan untuk saya. Tapi tak apalah. Kita biarkan semua itu sebagai tambahan dalam daftar klaim penghormatan atas ‘kebebasan berbicara’ di negeri ini.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmadinejad melanjutkan ceramah singkatnya dengan memaparkan arti penting pengetahuan, informasi, dan riset bagi semua orang, terutama kalangan terpelajar. ”Kunci untuk memahami realitas sekitar kita ada di tangan para peneliti, yakni mereka yang mau menguak yang tersembunyi, ilmu-ilmu yang belum diketahui. Seluruh jendela realitas yang mungkin hanya bisa dibuka oleh para sarjana dan kaum terpelajar di dunia,” tutur dia. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Ajaran para nabi, dari Adam sampai Muhammad, bertujuan membebaskan manusia dari kebodohan, keterbelakangan, tahayul, perilaku tidak etis dan pola berpikir yang keliru. Salah satu bahaya yang ditimpakan pada pengetahuan ialah pembatasannya pada bidang eksperimental dan fisik, lantaran realitas jauh lebih luas daripada yang dapat ditampung oleh ranah materi.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmadinejad menambahkan bahwa di sisi lain, ilmu pengetahuan dapat disalahgunakan oleh individu atau kelompok yang korup dan egois. Akibatnya, ilmu hanya dipakai untuk melayani nafsu dan memuaskan amarah. Di dunia dewasa ini, negara-negara berkuasa hanya menyalahgunakan para ilmuwan untuk kepentingan mereka semata-mata. Negara-negara ini juga memanfaatkan semua peluang demi kepentingan mereka. Misalnya, dengan menggunakan metode-metode ilmiah, kini mereka menipu masyarakat dengan menciptakan musuh-musuh yang sebenarnya tiada, dan menimbulkan atmosfer ketakutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua ini, menurut dia, agar mereka bisa mengendalikan segala sesuatu atas nama (perang) melawan terorisme. Negara-negara adikuasa ini juga melanggar privasi, menyadap telepon dan terus-menerus merekayasa suasana psikologis yang tidak aman agar mereka bisa terus berkuasa atas rakyat mereka. Misal lain, dengan metode-metode ilmiah dan perencanaan yang matang, mereka melancarkan serangan pada budaya lokal yang merupakan buah interaksi, kreativitas, dan aktivitas kesenian ribuan tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal yang lebih memilukan adalah upaya kekuatan-kekuatan besar untuk memonopoli sains dan mencegah negara-negara lain dalam mencapai pengembangan ilmiah yang sama. Mereka berdalih dengan ribuan alasan, melemparkan tuduhan tanpa bukti, memberlakukan sanksi-sanksi ekonomi untuk mencegah perkembangan dan percepatan. Semua itu merupakan akibat pudarnya nilai-nilai kemanusiaan, moral dan ajaran para nabi Ilahi. Dengan sangat menyesal, mereka memang belum terlatih untuk melayani umat manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ilmuwan seharusnya menjadi orang-orang yang memandu umat manusia menuju masa depan yang lebih baik. Tuhan menyadari semua realitas. ”Saya berharap akan datang suatu hari manakala para ilmuwan memerintah dunia dan Tuhan itu sendiri akan datang bersama Nabi Musa, Isa, dan Muhammad untuk memerintah dunia ini dan membawa kita menyongsong keadilan,” ujar Ahmadinejad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengacu pada dua poin yang dikatakan (Bollinger) di pengantar, Ahmadinejad mengaku terbuka bagi setiap pertanyaan. ”Tahun lalu, atau dua tahun lalu, saya mengajukan dua pertanyaan. Anda tahu pekerjaan utama saya adalah dosen. Walau menjadi presiden, saya masih mengajar di tingkat pascasarjana dan doktoral setiap minggu. Mahasiswa saya banyak bekerja dengan saya dalam berbagai bidang ilmu. Saya percaya bahwa saya adalah seorang akademisi. Maka itu, saya berbicara dengan Anda dari sudut pandang akademis. Saya pernah mengajukan dua pertanyaan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, alih-alih mendapat tanggapan, saya malah menerima gelombang hujatan dan tuduhan. Dan sayangnya, kebanyakan penghujat dan penuduh itu datang dari kelompok yang mengklaim percaya pada kebebasan berbicara dan kebebasan mendapat informasi. Anda pasti tahu bahwa Palestina adalah luka yang telah berusia tua 60 tahun.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Ahmadinejad, selama 60 tahun, orang-orang ini diusir; terus dibantai didera konflik dan teror. Kaum wanita dan anak-anak mereka yang tidak bersalah dibinasakan, dihancurkan, dan dibunuh oleh segala rupa helikopter dan pesawat tempur (Israel) yang meluluhlantakkan rumah mereka dari atas. Anak-anak (Palestina) usia sekolah banyak yang dipenjarakan dan disiksa. Keamanan Timur Tengah selalu berada dalam bahaya; dan selama 60 tahun ini, menurut dia, masyarakat sering mendengar slogan ekspansionisme ‘Dari Nil hingga Efrat’. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Dua pertanyaan yang sama akan saya ajukan lagi di sini. Dan Anda dapat menilai apakah tanggapan atas pertanyaan-pertanyaan ini harus berupa hujatan dan tudingan atau mencuatkan segala propaganda negatif? Atau haruskah kita benar-benar mencoba menghadapi dua pertanyaan ini dan menjawabnya? Seperti Anda, seperti umumnya para akademisi, saya akan berupaya diam sampai saya mendapat jawaban. Maka itu, saya menunggu jawaban logis dan bukannya hujatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertanyaan pertama saya adalah jika memang holocaust itu kenyataan yang terjadi di zaman ini, mengapa tidak ada riset memadai yang dapat mendekati topik ini dari perspektif-perspektif yang berbeda? Teman kita (Bollinger) merujuk pada 1930 sebagai titik awal perkembangan ini; tapi saya menduga holocaust, dari apa yang kita baca, terjadi selama Perang Dunia II pada 1940-an. Maka, Anda tahu, kita harus benar-benar mampu melacak peristiwa itu,” tutur Ahmadinejad.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmadinejad menganggap pertanyaan itu sederhana. Kata dia, ada sejumlah peneliti yang ingin mendekati topik ini dari suatu perspektif yang berbeda, namun mereka dijebloskan ke penjara. Sekarang ini, ada beberapa akademisi Eropa yang dikurung karena mencoba menulis tentang holocaust. Padahal mereka hanya mencoba mempertanyakan aspek-aspek tertentu berkenaan dengan holocaust dari perspektif berbeda. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Pertanyaan saya adalah mengapa hal ini tidak terbuka bagi semua bentuk riset? Saya diberi tahu bahwa sudah terdapat cukup riset mengenai topik ini. Dan saya bertanya, bukankah topik-topik seperti kebebasan, demokrasi, konsep-konsep dan norma-norma seperti Tuhan, agama, fisika, bahkan kimia, juga sudah beroleh banyak riset? Tapi mengapa kita masih melanjutkan, bahkan mendorong, lebih banyak riset dalam topik-topik itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu, kenapa kita tidak mendorong lebih banyak riset mengenai peristiwa historis yang sudah menjadi akar dan penyebab banyak bencana besar di kawasan (Timur Tengah) pada zaman ini? Tidakkah seharusnya ada lebih banyak riset mengenai penyebab utamanya? Itulah pertanyaan pertama saya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedang pertanyaan yang kedua adalah, jika memang peristiwa historis ini suatu kenyataan, maka publik masih perlu mempertanyakan apakah rakyat Palestina harus menanggungnya atau tidak? Bagaimanapun, peristiwa itu terjadi di Eropa. Bangsa Palestina tidak punya peran di dalamnya. Jadi kenapakah orang-orang Palestina harus terus menanggung akibat peristiwa yang tidak berkaitan dengan mereka?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan perihal isu nuklir Iran, Ahamdinejad mengungkapkan negaranya adalah anggota International Atomic Energy Agency (IAEA). Undang-undang IAEA dengan tegas menyatakan bahwa semua negara anggota mempunyai hak atas teknologi bahan bakar nuklir yang damai. Ini adalah pernyataan tegas dan eksplisit yang dibuat di dalam hukum. Dan hukum itu mengatakan tidak ada alasan atau dalih, bahkan pemeriksaan yang dilakukan IAEA sendiri, yang dapat mencegah negara anggota untuk memiliki hak itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Tetapi sayangnya, dua atau tiga kekuatan monopolistik, kekuatan-kekuatan yang egois, ingin memaksakan pendapat mereka pada bangsa Iran sembari mengingkari hak mereka. Saya mau katakan ini pada Anda, di masa lalu, kami memiliki kontrak dengan pemerintah AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Kanada dalam pengembangan nuklir untuk tujuan damai. Lalu, secara sepihak, negara-negara tadi membatalkan kontrak-kontrak mereka dengan kami. Akibatnya, bangsa Iran harus membayar kerugian miliaran dolar,” tutur dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ahmadinejad menambahkan, ”Untuk apa kami perlu bahan bakar dari kalian? Kalian bahkan tidak memberikan suku cadang yang kami perlukan untuk maskapai penerbangan sipil selama 28 tahun, atas nama embargo dan sanksi-sanksi lain, karena kami menentang, hak asasi manusia atau kebebasan? Dengan dalih itu pula, kalian menolak hak kami atas teknologi?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal, apa yang kami inginkan ialah hak untuk menentukan nasib sendiri di masa depan. Kami ingin independen. Jangan mencampuri urusan kami. Jika kalian tidak memberikan kepada kami suku cadang pesawat terbang sipil, mengapa kami harus berharap kalian akan memberikan kepada kami bahan bakar untuk pengembangan nuklir demi tujuan damai?” musa kazhim, dosen Islamic College for Advance Studies (ICAS) Paramadina&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber: http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=308770&amp;amp;kat_id=3&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-4752399309254668494?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/4752399309254668494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=4752399309254668494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4752399309254668494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4752399309254668494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/kecantikan-diplomasi-ahmadinejad.html' title='Kecantikan Diplomasi Ahmadinejad'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-886299091663053715</id><published>2007-11-15T08:33:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:34:34.549+07:00</updated><title type='text'>Symposium di Northwest University-Seattle-AS : Menepis Kekaburan Tentang Islam</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Benarkan Muslim itu musuh kita? Mengapa kita harus berbaik hati pada mereka sedangkan mereka malah membenci kita? Benarkah kekerasan menjadi inti dasar ajaran agama ini?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;            &lt;p&gt;Pertanyaan senada terdengar beberapa kali dalam sebuah simposium yang dihajat Northwest University, Seattle, Amerika Serikat. Tak seperti biasanya, acara itu diadakan di kafe yang berada di lingkungan universitas. Pesertanya, selain pada dosen dan mahasiswa, juga utusan dari gereja-gereja di kota itu. Simposium ini, kendati diadakan di kafe, didukung penuh pihak universitas yang memiliki 1.200 orang mahasiswa ini. Bahkan, seperti dilaporkan Seattle Times, Northwest Ministry Network of the Assemblies of God, payung dari 340 gereja di Washington dan Idaho bagian utara juga mendukung acara ini.&lt;!--[if gte vml 1]&gt;                                                  &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt; &lt;img src="http://c/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" height="15" width="16" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Simposium ini digagas pertama kali oleh David Oleson, profesor di bidang studi interkultural di universitas itu. Salah satu alasannya, ia ingin mendudukkan persoalan para proporsinya. “Saya melihat gereja sangat kabur dalam melihat Islam, dan mereka lebih memposisikannya sebagai musuh,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mencontohkan bagaimana reaksi para jamaah ketika di beberapa gereja diputarkan film berjudul &lt;a href="http://www.obsessionthemovie.com/" target="_blank"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Obsession: Radical Islam’s War Against the West&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. “Mereka sangat marah pada Islam, ujarnya, Menurut saya, itu hanya pandangan dari satu sisi saja. Kita belum mengenal Islam secara menyeluruh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di satu sisi, ia melihat hal yang berbeda saat isu mengenai Israel dikemukakan. “Mereka meyakini seperti apa yang disebut dalam Alkitab bahwa Israel memang harus dikembalikan ke Kota Suci Jerusalem sebelum kedatangan Yesus untuk kedua kalinya,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan karena Islam dianggap musuh Israel, maka mereka pun “harus” membenci Islam. “Saya kira, kita harus melihat dari sisi Arab atau Islam dalam hal ini,” kata dia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diskusi semacam ini sangat disukai para mahasiswa. David Thompson, mahasiswa berusia 19 tahun, misalnya, mengaku akan mengikuti diskusi lanjutan yang akan diselenggarakan di Butterfield Chapel, Northwest University, kendati harus merogoh kocek 50 dolar AS sebagai biaya registrasi. “Saya sungguh terpesona,” ujarnya sesaat setelah menyeruput coffee latte-nya. “Bahwa di dalam komunitas Kristen yang hangat, mereka membuka diri untuk sebuah perspektif segar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: red;"&gt;Tanpa pembicara Muslim&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, kendati mendiskusikan tentang Islam, tak ada satu pun pembicara Muslim dalam simposium ini. “Saya tak ingin menyuguhkan konfrontasi di sini,” ujar Oleson. “Ini bukan dialog Muslim-Kristen. Saya hanya ingin membuka jalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang panelis, Sandra Cosby, 28 tahun, mendukungnya. Menurut dia, tanpa pembicara Muslim membuat diskusi itu justru lebih fair. “Kita bisa mendengarkan apa kata para pembicara tanpa takut bahwa kita sedang dipengaruhi untuk menjadi Muslim,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cosby, seorang analis intelijen, menyatakan sama seperti teman-temannya yang sudah melanglang buana ke berbagai negara untuk bertugas, berpikir bahwa Muslim membenci Amerika. Namun teman-temannya yang bertugas di Irak memberi pandangan yang baru baginya. “Tidak semua Muslim demikian. Hanya fraksi kecil saja.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun bagi Thompson, seorang barista paruh waktu yang juga menjadi peserta simposium, ketidakhadiran pembicara Muslim dalam acara itu adalah sesuatu yang problematis. Dia sendiri mengaku kini tengah belajar tentang Islam. “Di tengah komunitas kita, Muslim ketakutan. Apalagi media tidak berkontribusi apapun selain mempertebal stereotip atas mereka,” lanjut Thompson. &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt; &lt;!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: red;"&gt;Dunia ‘tak terjamah’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Simposium setengah hari itu memberi pencerahan baru bagi pesertanya. Baik mahasiswa maupun evangelis Kristen yang hadir menyepakati simpulan yang disepakati usai simposium bahwa tak ada yang salah dengan Islam yang mereka sebut unreachable world itu. “Kami percaya, mereka bukan musuh,” ujar James Wellman, asisten profesor bidang perbandingan agama di University of Washington.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sangat disayangkan bila seorang evangelis menggambarkan secara seragam tentang Muslim dan mengobarkan kebencian,” ujarnya. “Karena saya pikir, bukan itu tugas seorang evangelis,” tambahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia sepakat dengan simpulan beberapa panelis tentang komunitas Muslim bahwa dunia Islam adalah dunia yang selama ini tak terjamah. “Perlu membangun pemahaman yang lebih baik.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun seperti jamaknya sebuah diskusi, tak semua sepakat dengan kesimpulan yang diambil. Pastor Joseph Fuiten dari Cedar Park Assembly of God Church di Bothell, misalnya, percaya bahwa Islam adalah agama yang menjadikan kekerasan sebagai core mereka. Ia menyatakan, pemutaran film Obsession itu diperlukan agar jamaah melihat sendiri bagaimana Islam yang sesungguhnya. “Saya pikir saya tahu apakah saya perlu atau tidak untuk memahami Islam,” ujarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setuju atau tidak setuju dengan hasil simposium, demikian Seattle Times dalam alinea terakhir tajuknya menuliskan, simposium ini merupakan langkah maju dalam dialog lintas agama. “Untuk membangun saling pengertian budaya, religi, dan kekurangan dari orang-orang yang berbeda latar belakang budaya,” tulisnya, mengutip omongan Wellman dalam diskusi itu. “We need to love them, minister to them.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;( tri/seattle times/RioL )&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-886299091663053715?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/886299091663053715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=886299091663053715' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/886299091663053715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/886299091663053715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/symposium-di-northwest-university.html' title='Symposium di Northwest University-Seattle-AS : Menepis Kekaburan Tentang Islam'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-3847414221047230403</id><published>2007-11-15T08:27:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T08:32:32.916+07:00</updated><title type='text'>Haramnya Filsafat dan Bepergian Tanpa Mahram</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sabtu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;22 September 2007 yang lalu, dalam sebuah kajian di sebuah Masjid di Yogyakarta yang kala itu membahas tentang keutamaan ilmu dan orang yang menuntutnya, ada beberapa hal yang menarik untuk penulis angkat pada kesempatan kali ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Penulis tidak akan banyak berbicara tentang hadist keutamaan penuntut ilmu yang dibahas saat itu, tapi lebih kepada 2 lontaran yang diberikan Ustadz tersebut ketika menjawab pertanyaan dari peserta kajian.&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: 0.25in;" align="left"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Berdosanya wanita yang berpergian jauh tanpa didampingi mahram.Sang penanya mengutarakan masalah “bagaimana hukumnya wanita yang berpergian untuk menuntut ilmu, sekolah atau kuliah di luar kota, dimana di kota itu dia tidak punya mahram? Serta merta sang Ustadz menjawab “haramnya hukumnya wanita yang safar tanpa ditemani mahram. Kemudian beliau mencoba untuk sedikit berkelakar dengan mencontohkan orang yang pergi pengajian ke masjid yang masih dalam kota, dengan menyatakan kalau kasus seperti tidak perlu didampingi mahram. Diakhir jawabannya ia kembali menegaskan “berdasarkan pembacaan saya terhadap karya-karya ulama, maka berdosalah wanita yang pergi jauh tanpa ditemani mahram”.&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Dalam kesempatan ini saya tidak ingin mempersoalkan dalam masalah agama (karena saya tidak punya integritas di bidang ini), tapi akan lebih melihat dari sudut pandang yang lain, yang saya yakin agama tidak akan menghiraukan hal ini (karena pemahaman saya menyatakan Islam datang dengan konteks dan tidak membahas tanpa pijakan realitas social). Ada banyak pertanyaan yang muncul di pikiran saya terkait jawaban Ustadz tadi. Kalau begitu betapa banyak teman-teman perempuan yang berdosa, karena ia harus meninggalkan kampung halaman untuk kuliah di kota lain atau mungkin ke luar negeri. Banyak problem tentang masalah ini. Mulai dari, tidak universitas atau sekolah di kampong dia yang mengharuskan ia keluar kota, kualitas sekolah di luar lebih baik dari sekolah yang ada di kampungnya, sampai betapa banyak kita lihat teman-teman perempuan yang akhirnya belajar agama, mendapat hidayah ketika ia meninggalkan kotanya, padahal keberadaan ia di kota tempat ia belajar tanpa ditemani mahram. Belum lagi persoalan pemerataan pembangunan yang membuat orang dari daerah harus ke Jawa untuk kuliah atau sekolah karena dari segi kualitas dan fasilitas mumpuni jauh mumpuni.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Saya tidak tahu apakah kita harus menutup mata dengan semua ini. Dan secara berani menyatakan orang-orang seperti ini berdosa ? Atau apakah kita bisa mengklaim itu perbuatan haram (berarti dimurkai oleh Allah), tanpa menilik Maha Tahunya Allah dengan keadaan hambaNya yang mengharuskan ia harus melakukan perjalanan semacam ini. Apakah tidak baiknya kita mengkategorikan ini sebuah keadaan darurat, sehingga ada rukhsoh (keringanan).&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt; Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel di sebuah Koran daerah terbitan Yogyakarta, tentang aksi protes yang dilakukan oleh beberapa perempuan Saudi yang menentang aturan pemerintah “tidak bolehnya seorang perempuan menyetir sendiri”. Sehingga kebijakan itu membuat banyak perempuan di Saudi harus menyewa seorang sopir laki-laki (tidak tidak punya mahram yang bisa selalu mengantar). Yang jadi pertanyaan adalah apakah ini bukan sebuah kemungkaran (mungkin menurut versi aturan Saudi)? Dimana ada laki-laki yang mengantar wanita yang bukan mahramnya? Ataukah orang-orang Saudi menganggap Sopir ini tak lebih daripada budak, sehingga tak perlu khawatir akan fitnah yang akan ditimbulkan? Betapa ini sangat kontradiktif, padahal Nabi Muhammad sangat membenci perbudakan dan apakah bisa kita menyamakan status sopir dengan budak?&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengenai haramnya ilmu dan belajar Filsafat&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Ustadz tersebut menyebutkan haramnya filsafat dengan merujuk pada sebuah kenangan pahit di abad pertengahan saat dinasti Abbasiyah berkuasa. Beliau menyatakan betapa banyak kerusakan yang ditimbulkan filsafat dalam meracuni umat Islam termasuk juga para Ulamanya. Dan betapa banyak orang yang menjadi “gila” karena belajar filsafat.&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Yang saya ketahui tentang filsafat adalah jawaban-jawaban yang diberikan oleh orang baik itu di timur atau di barat tentang masalah-masalah manusia dan realitas alam semesta sehingga diketahui apa hakikat sebenarnya dari suatu entitas dan realitas. Setahu saya, bapak-bapak yang menempuh jenjang S2 dan S3 sangat banyak muatan filsafatnya. Jika argument Ustadz tadi kita kedepankan, maka tidak akan ada Master ataupun Doktor (sehingga tidak mungkin ada Profesor) di dunia ini, di Indonesia tentu saja, kecuali Universitas yang tidak memberikan ilmu filsafat dalam kuliah-kuliahnya (apakah ada perguruan tinggi sem acam ini?).&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Kedua, ketakutan yang timbul dari filsafat adalah pengaruhnya dalam merusak agama. Saya katakan apakah filsafat hanya membahas masalah agama saja. Apakah ilmu-ilmu yang lain baik itu social science ataupun natural science tidak lepas dalam landasan epistemology filsafat? Sungguh lupakah kita bahwa hegemoni ilmu yang terjadi saat ini adalah hegemoni epistemology Barat? Sehingga kalau mau konsekuen dengan pernyataan Ustadz tadi, maka semua ilmu akan menjadi haram?&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Saya tidak mengerti dengan beraninya beberapa orang yang berstatus sebagai Ustadz untuk mengemukakan klaim-klaim kebenaran sepihak dengan berlandaskan pembacaan tekstual saja, tanpa sebuah penelitian lebih lanjut tentang kenyataan yang terjadi sebenarnya di lapangan. Banyak orang yang menyatakan kita harus mengikuti pola pada zaman Nabi. Tapi kehidupan Nabi dibaca dalam sebuah kesaklekan pemahaman. Menafsirkan kehidupan pada zaman Nabi begitu ketat dan penuh euphoria. Akhirnya yang timbul adalah sebuah perkataan-perkataan idealis yang akhirnya terpental dalam dunia nyata. Sehingga yang terjadi, lahirnya generasi-generasi yang hidup dalam mimpi. Ataupun ketika ia menyadari apa yang dia hadapi tidak semudah, tak seindah yang ia terima dari gambaran Ustadz yang memberikan wejangan semacam ini, maka serta merta ia akan berputar 180 derajat atau menjadi linlung dengan perkataan yang tak ia temukan dalam kehidupannya.&lt;/p&gt; &lt;p class="ListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"&gt;Akhirnya, sikap dan hal apa saja yang patut diberikan oleh seorang yang mendakwahkan agama kepada para penuntut ilmu dan orang awwam? Apakah sebuah doktrin agama yang ia pahami dan dianggapnya benar serta merta disampaikan tanpa melihat persoalan lebih dalam? Atau adanya sebuah kesadaran, bahwa ada dialektis penerapan ajaran mulia Allah yang dibawa RasulNya dengan realitas kehidupan yang dihadapi saat ini? Ini bukan berkaitan dengan perdebatan tekstualitas dan kontekstualitas saja, tapi lebih dari itu, bagaimana sebuah kebenaran dapat dibuktikan kebenarannya dengan fakta adanya rahmatan lil’alamin atas terimplementasikannya kebenaran itu.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-3847414221047230403?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/3847414221047230403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=3847414221047230403' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3847414221047230403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3847414221047230403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/haramnya-filsafat-dan-bepergian-tanpa.html' title='Haramnya Filsafat dan Bepergian Tanpa Mahram'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-583119504461717191</id><published>2007-11-13T08:32:00.001+07:00</published><updated>2007-11-13T08:32:57.523+07:00</updated><title type='text'>Orang Minangkabau = Suku Bangsa Pencemooh?</title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/11/13/orang-minangkabau-suku-bangsa-pencemooh/" rel="bookmark" title="Link Permanen : Orang Minangkabau = Suku Bangsa Pencemooh?"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Memuji-muji seseorang merupakan sesuatu yang “tabu” dalam kehidupan social masyarakat Minangkabau. Boleh jadi karena mereka tidak suka pada pengkultusan. Atau “merasa rendah” dan “tidak berarti” bila ada orang lain yang lebih berjasa daripadanya. Sikap “sama rendah dan sama tinggi” yang pada satu sisi dapat menumbuhkan kehidupan yang demokratis itu, tapi pada sisi lain dapat menjadikan mereka tidak suka ada seseorang yang terlalu “tinggi” tempatnya, yang selalu disanjung-sanjung. Mereka lebih suka melihat seseorang sebagaimana diri mereka sendiri yang tidak terlalu istimewa dan tidak perlu diistimewakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Di samping itu, masyarakat Minang yang dianggap sangat kritis itu pun telah memberikan dampak yang lain pula. Mereka menjadi orang yang suka “mengomentari” sesuatu sampai ke ujung-ujungnya dengan berbagai aspek. Bahkan sering mereka menjadi “pencemooh” terhadap sesuatu keadaan yang tidak disukai. Tidak jarang pula mereka menjadi skeptic dan bahkan tidak mempedulikan orang lain sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Kapan orang Minang mau menghargai jasa orang lain?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Tidak semua orang saat ini suka dicemooh. Pengertian cemooh saat ini sudah jauh berubah. Bila dulu cemooh berarti “pertanda kuatnya perhatian” dan “pertanda kritisnya masyarakat” telah berubah menjadi “serangan” dan “tidak menyukai”. Bila ada orang mencemooh sesuatu, maka orang itu dianggap menyerang dan tidak menyukai sesuatu. Orang yang suka “mencikaraui” (mencampuri) urusan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Akibat perubahan pengertian kata demikian, orang Minang menjadi “takut” untuk dikatakan “pencemooh”. Karenanya pula, orang Minang menjadi “tidak kritis” lagi. Cemooh sebagai muara dari daya kritis masyarakat, hilang bersamaan dengan ketakutan yang tak beralasan itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;Apakah sekarang masyarakat Minang tidak pencemooh lagi, tidak lagi kritis, atau benar-benar mereka telah kehilangan “nyali”???.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;"&gt;(Wisran Hadi dalam Abrar Yusra, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Otobiografi A. A. Navis: Satiris dan Suara Kritis dari Daerah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Penerbit Gramedia; Jakarta.1994)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-583119504461717191?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/583119504461717191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=583119504461717191' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/583119504461717191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/583119504461717191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/orang-minangkabau-suku-bangsa-pencemooh.html' title='Orang Minangkabau = Suku Bangsa Pencemooh?'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-4913639030482349892</id><published>2007-11-13T08:26:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T08:29:03.554+07:00</updated><title type='text'>Kilas Sejarah Gebu Minang</title><content type='html'>&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kenapa perlu sesegera mungkin mewujudkan Gebu Minang didorong oleh kesadaran atas masa depan yang merisaukan. Sumatera Barat memerlukan antisipasi atau terobosan yang jitu ke masa depan yang suram, terutama untuk menyiapkan generasi anak cucu untuk melayani dan mengatasi problematic-problematik masa depan. Dilihat begitu, maka Gebu Minang merupakan suatu terobosan.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;           &lt;div class="snap_preview"&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Haruslah diakui bahwa Gebu Minang jelas suatu percobaan atau upaya mencari konsep alternative pembangunan Indonesia dari bawah, yang tumbuh dan digerakkan masyarakat. Tapi ia pun sesuatu yang baru bagi orang Minang. Gebu Minang adalah suatu mobilisasi atau ajakan pengumpulan dana dari orang di kampong dan orang di rantau untuk kegiatan ekonomis yang dikelola secara modern. Pertumbuhan BPR di seluruh Sumatera Barat diharapkan nantinya akan memancing tumbuhnya kegiatan dan tenaga bisnis yang relative professional dan pada gilirannya memancing dinamika perekonomian dan social dalam arti luas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Kini Gebu Minang bersifat aktif dan berpusat di Jakarta, dikelola oleh Yayasan Gebu Minang dan digerakkan oleh Lembaga Gebu Minang. Konsep-konsep kerja di atas kertas selesai dibuat dengan berbagai modifikasi sehingga cocok dengan keunikan orang Minang. Gebu Minang misalnya, adalah wadah kerjasama para perantau dan saudara-saudaranya di kampong halaman sehingga yang satu tak merasa terhimpit oleh yang lain. Orang Minang yang merdeka amat sensitive terhadap hal-hal semacam itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Maka masalah utama Gebu Minang adalah masalah lain justur terdapat di dalam tubuh para pendukung gerakan Gebu Minang ini. Memang mereka sama-sama orang Minang, namun sebagai perantau setidaknya mereka memiliki perbedaan dalam keterikatan atau kecintaannya terhadap Minang.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Pertama, &lt;strong&gt;orang Minang kota&lt;/strong&gt; karena lahir di kota. Minang bagi mereka cendrung hanya satu, yaitu suatu lingkungan masyarakat etnis yang luas dan pendukung kebudayaan Minangkabau.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Kedua, &lt;strong&gt;orang Minang tradisional&lt;/strong&gt;, perantau yang hanya memikirkan kampungnya sendiri. Yang berpikir kenapa memikirkan kampung yang lain? Kampong saya sendiri kan susah. berGebu Minang bagi mereka merupakan bagian dari cara mengangkat kampungnya sendiri dengan “mengalahkan” kampong-kampung lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Ketiga, &lt;strong&gt;Minang kota sekaligus tradisional. &lt;/strong&gt;Biasanya yang lahir di kampong, besar di rantau (kota). Mereka memiliki sikap orang Minang kota, tapi juga memiliki rasa hidup orang Minang tradisional di kampong-kampung, yang dulunya satu sama lain tak jarang berkelahi atau berperang. Bagi mereka, solidaritas Minang ya, tapi solidaritas kampong tak bisa ditinggalkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Namun, masalah-masalah umum yang dihadapi masyarakat dan daerah di masa depan, tantangan-tantangan yang makin sulit mudah-mudahan akan lebih menyatukan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Cita-cita umum orang Minang adalah ingin menhadi orang berpangkat, kaya dan ternama. Kalau tidak ia sendiri, kaum keluarganya, atau tokoh-tokoh urang awaknya. Banyak orang Minang yang berhasil mencapai pangkat tinggi atau menjadi kaya-raya. Namun, yang memiliki nama besar dan tuah, kian sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Pengalaman-pengalaman saya mengurus koperasi di Maninjau meyakinkan saya, bahwa kalau pengelolaan Lembaga Gebu Minang dengan BPR_BPRnya berjalan secara terbuka, bersih dan efisien maka akan sukses. Moga-moga saja demikian sebab pengalaman LPN-LPN yang ada bisa dijadikan pelajaran.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;Kalau Gebu Minang tidaklah sukses secara manajerial dan ekonomis barangkali bisa untuk mendatangkan tuah urang awak secara keseluruhan. Sebab ada yang konon sudah puas sebab urang awak merupakan pelopor yang melaksanakan pembangunan dari bawah secara murni! Urang awak memang terkenal aktif dalam berbagai aktivitas dan gerakan kepeloporan akan tetapi biasanya juga gagal dalam memilihara dan mengembangkannya. Dan paling celakanya, mereka tak pandai berorganisasi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;(Abrar Yusra. Otobiografi A.A. Navis: Satiris dan Suara Kritis dari Daerah). Penerbit Gramedia. Jakarta. 1994.)&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-4913639030482349892?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/4913639030482349892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=4913639030482349892' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4913639030482349892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/4913639030482349892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/kilas-sejarah-gebu-minang.html' title='Kilas Sejarah Gebu Minang'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-6518859466488470578</id><published>2007-11-12T10:51:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T10:58:05.617+07:00</updated><title type='text'>Pesantren (Thawalib Putra Padang Panjang)</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, dan untuk memeberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya’(Q.S. Attaubah : 122)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menuntut ilmu itu kewajiban setiap muslim dan muslimah “(Hadis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia” (Hadis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*1. SEJARAH RINGKAS&lt;br /&gt;Jauh sebelum tahun 1900 dibawah asuhan Syekh Abdullah Ahmad Perguruan Thawalib telah memulai pendidikannya dengan sisitim halaqah bertempat di Surau Jembatan Besi Padang Panjang, yang kemudian pada tahun 1991 dilanjutkan oleh DR. Abdul Karim Amarullah, seorang ulama besar yang baru pulang dari Mekah yang dikenal dengan sebutan Inyiak Rasul (ayah alm. Buya Hamka). Beliau sekaligus merubah sistim belajar dari halaqah menjadi klasikal.&lt;br /&gt;Pada tahun 1926 dibawah pimpinan Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim dibangun lokal belajar di jalan lubuk mata kucing (Kampus Thawalib Putra sekarang).&lt;br /&gt;Mulai tahun 1959 Perguruan Thawalib dipimpin oleh H.Mawardy Muhammad, dan pada tahun 1974 membuka Perguruan Tinggi Fakultas Dakwah dan Publistik, Fakultas Syari’ah wal Qanun bersama-sama dengan Prof.KH. Zainal Abidin Ahmad (alumni Thawalib, mantan ketua parlemen RI, Wartawan dan Pengarang).Perguruan Thawalib dipimpin oleh murid-murid H. Mawardy Muhammad.&lt;br /&gt;tAHUN 1989 Perguruan Thawalib menerima siswi khusus putri , tempat belajar asramanya terpisah dari Thawalib Putra.&lt;br /&gt;Tahun 2002 Thawalib menambah lagi jenjang pendidikan, yaitu dengan mendirikan Taman Kanak-kanak Al Quran (tka), yang kemudian dilanjutkan membuka Madrasah Ibtidaiyah unggul Terpadu (MIUT) pada tahun 2004.&lt;br /&gt;Saat ini Perguruan Thawalib telah berkembang dengan memilki empat jenjang pendidikan mulai TKA, MIUT, Madrasah Tsanawiyah dengan nama Thawalib A, Madrasah Aliyah dengan nama Kulliyatul ‘ulum el islamiyah (KUI)Putra dan Putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. VISI &amp;amp; MISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;Terwujudnya pendidikan yang konsern dan konsisten, ysng Tafaqquh Fiddin (mendalami ilmu-ilmu agama Islam) agar siswa/i yang dididik menjadi muslim-muslimah yang berakhlaq mulia, cerdas, dan menguasai serta mengamalkan ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;Menyelenggarakan pendidikan Islam yang berorientasi mutu, baik keilmuan maupun moral serta memproses anak didik untuk mendapatkan kecerdasan sosial untuk menuju masyarakat madani yang islami, dengan semangat ” Bangkit Menjawab Tantangan, Maju Memandu Perubahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tujuan Pendidikan&lt;br /&gt;a. Mendidik para santri agar menjadi kader-kader umat untuk mendalami masala-masalah agama dalam bentuk pemahaman yang benar serta mengaplikasikannya dalam kehidupannya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membina para santri berprilaku islami dan berakhlak mulia yang mulia, melatih dan membiasakan santri berpuasa sunnah senin-kamis dan shalat malam, sehingga bisa menjadi contoh teladan dan ikutan yang baik bagi lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengarahkan para siswa untuk bisa menselaraskan dasar-dasar agama dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi modern dalam memenuhi kebutuhan hidup dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. TINGKAT PENGAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenaga Pengajar di Thawalib Padang panjangsaat ini terdiri dari guruguru yang sudah berpengalaman dalam bidang pengetahuan agama dan umum sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negri, seperti :&lt;br /&gt;Universitas Ibnu Su’ud Riyadh, Universitas al-Azhar Cairo, UNP, IAIN, Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat, Lipia Jakarta, Akademi Managemen Ilmu Komputer Padang, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kegiatan Ekstra&lt;br /&gt;*Muhadharah 3 bahasa (indonesia, arab, inggris)&lt;br /&gt;*Tahfizul quran&lt;br /&gt;*Kaligrafi&lt;br /&gt;*Kesenian : rebana, nasyid&lt;br /&gt;*Keorganisasian&lt;br /&gt;*OLAH RAGA&lt;br /&gt;*PENCAK SILAT&lt;br /&gt;*KEPRAMUKAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://na-sya84.blogspot.com/2007/08/pesantren-thawalib-putra-pada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-6518859466488470578?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/6518859466488470578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=6518859466488470578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/6518859466488470578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/6518859466488470578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/pesantren-thawalib-putra-padang-panjang.html' title='Pesantren (Thawalib Putra Padang Panjang)'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-7865627799064419182</id><published>2007-11-10T10:30:00.000+07:00</published><updated>2008-01-08T10:58:59.914+07:00</updated><title type='text'>Donasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Bagi Pengunjung yang simpati dan mau membantu penulis dalam kelangsungan web ini ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 153);"&gt;SILAHKAN MENGKLIK  LOGO DI SAMPING KANAN LAMAN INI ---&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih atas Apresiasinya...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-7865627799064419182?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/7865627799064419182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=7865627799064419182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/7865627799064419182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/7865627799064419182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/donasi.html' title='Donasi'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-3428345960183845302</id><published>2007-11-08T14:29:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T14:32:31.835+07:00</updated><title type='text'>Anwar Ibrahim</title><content type='html'>Malam ini, setelah sms dengan seorang sahabat yang ada di Padang, ada sebuah pesan “Uda, ada Anwar Ibrahim di Metro Tv”. Segera saja kulangkahkan kaki ku ruang TV. Teman-teman yang lagi nonton terbawa hanyut dalam guyonan Tukul dengan Empat Matanya. Segera saja ku pinta untuk alihkan chanel ke Metro TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dapat jua aku menyaksikan Tokoh Malaysia yang luar biasa itu. Setelah beberapa bulan yang lalu, aku sempat bermimpi bertemu dengan beliau dalam sebuah pertemuan. Ada beberapa penyataan beliau yang menarik. “apalah guna hidup hanya tidur dan hidup tenang, jika rakyat dibawah terinjak-injak dan ditindas. Saya tidak bisa tidur sementara rakyat menderita”. Dalam kesempatan tadi beliau juga menyatakan ada 2 pemimpin Asia saat ini yang memiliki prospek dan punya integritas, Perdana Mentri Turki Erdogan dan Perdana Mentri India. Beliau melihat kebijakan pembangunan yang hanya berorientasi kepada angka-angka pertumbuhan ekonomi, membangun dengan menginjak-injak rakyat hanyalah sebuah kesemuan belaka. Beliau menyuarakan kebebasan pers yang di Malaysia sangat dikekang oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah Korupsi dan Sodomi yang dituduhkan kepada beliau, ternyata diakibatkan sikap penolakan beliau ketika diminta untuk menandatangani surat senilai 2 milliar dollar untuk kepentingan keluarga Perdana Mentri Malaysia pada waktu itu. Ternyata korupsi di Malaysia setali tiga uang dengan Malaysia. Hanya karena media telah dikuasai oleh pemerintah maka ekspos tidak terlalu kentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah hidup seseorang punya idelisme dan luhur dengan perjuangannya. Beliau mengatakan berjuang melawan ketidakadilan dan menginginkan kebebasan bagi rakyat. Karena begitu luhurnya perjuangan beliau, tiada sedikitpun dendam kesumat kepada Mahathir Muhammad yang telah memenjarakan beliau selama 6 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kisah di penjara adalah lahirnya syair yang beliau alunkan karena kerinduan beliau terhadap Azizah sang istri tercinta. Seorang istri yang lembut dengan profesi sebagai dokter mata lulusan Irlandia dan seorang dengan 6 orang anak, yang bangkir menjadi “garang” melawan ketidakadilan yang menerpa suaminya sampai lahir Partai Keadilam Malaysia. Sebuah syair cinta suci suami kepada istri yang selalu berkasih karena maghligai kasih suci. Di akhir acara Anwar Ibrahim didaulat untuk melantunkan syair tersebut. Luar biasa…&lt;br /&gt;Ada satu lagi yang tak boleh terlewatkan, Anwar Ibrahim diberikan sebuah kado teramat indah yaitu hadirnya seorang cucu. Tak disebutkan dari anaknya yang mana. Tapi rasa-rasanya dari buah hati beliau, sang putri reformasi, gadis melayu nan anggun, Nurul Izzah.&lt;br /&gt;Lagi-lagi, luar biasa. Mungkin itulah dapat saya ungkapkan untuk sosok satu ini. Betapa mulia hidup untuk rakyat, demi keadilan, bertumpu idealisme teguh dengan keyakinan Allah subhanahu wa ta’ala saja tempat kesudahan segalanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggun Gunawan…Malam Jum’at, 18 Oktober 2007 11.36 Mersi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-3428345960183845302?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/3428345960183845302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=3428345960183845302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3428345960183845302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3428345960183845302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/anwar-ibrahim.html' title='Anwar Ibrahim'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-3148151179616353265</id><published>2007-11-08T14:00:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T14:03:55.974+07:00</updated><title type='text'>Penghambat Kepada Pemikiran yang Jelas</title><content type='html'>Sebagaimana cacat lisan dapat menghalang seseorang untuk bicara dengan jelas, ada hambatan-hambatan pikiran yang tidak memungkinkan seseorang untuk berpikir secara jelas. Emosi, kepentingan pribadi, desakan-desakan dari luar dapat pikiran kita. Hambatan-hambatan terhadap pemikiran yang jernih sebagaimana tersebut di atas mungkin menyebabkan sains dan filsafat kita berpijak di atas dasar yang salah, dan semua itu dapat mempengaruhi dan mengubah kumpulan pendapat-pendapat paham orang awam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arca-arca Akal (Idols of the Mind)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Francis Bacon (1561-1626) telah member kita pernyataan yang klasik tentang kesalahan-kesalahan berpikir dalam “Idols of the Mind”.&lt;br /&gt;Pertama, arca-arca (idols of the trible. Kita condong menerima bukti-bukti dan kejadian-kejadian yang menguntungkan pihak atau kelompok kita (suku atau bangsa). Kedua, arca-arca gua (idols of the cave). Kita cendrung memandang diri kita sebagai pusat dunia dan menekankan pendapat kita yang terbatas. Ketiga, arca-arca pasar (idols of the market) yang menjadikan kita terpengaruh oleh kata-kata atau nama-nama yang kita kenal dalam percakapan kita sehari-hari. Kita disesatkan oleh kata-kata yang diucapkan secara emosional. Sebagai contoh, dalam masyarakat (Amerika) kata-kata komunis dan radikal. Dan akhirnya arca panggung (idols of the theatre) yang timbul karena sikap kita yang berpegang kepada partai, kepercayaan atau keyakinan. Tingkah laku, cara-cara dan aliran-aliran pikiran adalah seperti panggung, dalam arti bahwa mereka membawa kita kepada dunia khayal. Akhirnya arca panggung membawa kita kepada kesimpulan yang salah dasar. Hambatan-hambatan kepada pemikiran yang jernih dapat disajikan dengan istilah-istilah yang lain, yakni tidak dengan istilah klasik tersebut. Kita dapat memakai kata-kata purbasangka (prejudice) kerawanan terhadap propaganda (susceptibility to propaganda) dan sumonngo-dawuhisme, abs-isme, patuh mutlak tanpa reserve keapda seseorang atau suatu badan atau otoriterianisme (authoritarianism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Purbasangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Purbasangka selalu menganggu pemikiran yang jernih. Akal manusia biasanya meras sukar untuk menunda pertimbangan (judgment) sampai semua bukti sudah tersedia. Walaupun bukti-bukti sudah terkumpul, purbasangka mempersukar menarik kesimpulan yang tepat. Purbasangka adalah suatu pertimbangan yang terburu-buru, suatu dasar pemikiran yang salah yang mendorong kita menganggap sepi atau memperkecil bukti atau menilai bagian-bagian lain dari bukti tersebut secara berlebihan. Purbasangka biasanya timbul atas dasar emosional dan cenrung untuk sejalan dengan kenikmatan, kebanggaan dan kepentingan kita. Jika kita dihadapkan dengan purbasangka kita, kita selalu mengambil sikap membenarkannya, yakni kita mecari sebab atau argumentasi untuk percaya apa yang kita ingin percayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Propaganda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hambatan lain untuk pikiran jernih fakta bahwa kita sangat mudah terpengaruh oleh proganda. Wlaupun kita ingin menghadapi fakta dan berpikir secara jelas, pikiran kita dapat tersesat karena informasi kita telah diwarnai dan dimanipulasi oleh sumber-sumbernya. Propagandis dari keompok-kelompok berkepentingan memakai radio, televise, surat kabar dan gambar hidup untuk mengontrol jalan pikiran kit. Mula-mula propagandis atau juru penerang berusaha untuk membangkitkan dalam diri kita suatu emosi atau keinginan dan kemudian, dengan melalui sugesti, menyajikan kemungkinan-kemungkinan bertindak yang Nampak sebagai jalan yang memuaskan untuk mengekspresikan emosi atau keinginan tersebut. Akan tetapi sesungguhnya tak ada hubungan antara emosi yang dibangkitkan seperti rasa cinta kepad istria dan tindakan yang diusulkan seperti membeli benda-benda, dari bunga sampai piano.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Otoriterianisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti kekuasaan secara buta atau tanpa kritik adalah suatu cara untuk memperoleh pengetahuan tetapi sifatnya tidak filosofis atau tidak ilmiah. Hal ini benar, apakah kekuasaan itu ada atau tradisi, keluarga atau gereja,Negara atau alat-alat media massa. Tunduk kepada kekuasaan secara tidak kritis dinamakan otoriterianisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otoriterianisme berbeda dari sekedar tunduk kepada suatu kekuasaan dalam sesuatu hal. Otoriterianisme berarti keyakinan bahwa pengetahuan itu dijamin atau disahkan oleh otoritas. Jika seseorang menerima otoritas secara tidak kritis, ia menghentikan usaha-usahanya yang bebas untuk mencari yang benar atau yang salah. Tanpa memandang bentuknya, kesaksian yang diterima karena kepercayaan yang membabi-buta tanpa memperhatikan apakah kesaksian itu sesuia dengan pengalaman atau akal adalah berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dan bahaya otoriterianisme itu banyak. Sebagai suatu sikap yang menonjol, sikap yang tidak menggunakan sarana untuk mengetahui betul tidaknya sesuatu kecuali karena ia datang dari yang berkuasa, otoriterianisme condong untuk menghambat kemajuan dan mengesampingkan pemikiran dan penyelidikan yang lebih jauh. Kita hidup dalam zaman di mana masyarakat itu berubah dengan cepat dan oleh karena itu kepercayaan dan praktek-praktek pada suatu waktu tidak sesuai dengan waktu berikutnya. Kedua, jika para penguasa berselisih atau konfli, dan hal ini biasa terjadi, kita jadi binggung kecuali jika kita mempunyai sumber lain untuk pegangan. Ketiga, kita dapat tersesat oleh karena prestise penguasa kita, dan kita tak memahami hal ini jikasi penguasa itu bicara mengenai bidang-bidnag pengetahuannya. Seseorang yang sangat mahir dalam suatu bidang akan dipercaya jika ia berbicara tentang hal-hal yang tidak ia mempunyai keahlian mengenainya. Keempat, kita mungkin tersesat jika suatu keyakinan telah lama dan meluas. Sikap menerima yang telah meluas itu akan menambah prestise dan daya tariknya serta mempersulit kita untuk membuka kesalahan-kesalahan lama. Ada baiknya untuk menginggat bahwa banyak dari kepercayaan-kepercayaan itu salah, bahkan sesungguhnya telah banyak yang sudah dibuktikan kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh otoriterianisme klasik kita sebutkan pemikir-pemikir filsafat skolastik pada abad pertengahan yang tidak berani menyimpang dari ajaran gereja dan tulisan-tulisan Aristoteles. Contoh lain, tetapi modern juga ada. Barangkali garis partai komunis dapat kita rasakan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang percaya kepada otoritas oleh karena mereka tidak percaya kepada diri sendiri atau secara intelektual bersifat malas. Untuk menerima kata-kata orang lain merupakan jalan yang mudah untuk mendapat kenikmatan dan jaminan. Pada umumnya orang itu bersifat peniru, suka percaya dan mudah diberi sugesti. Mendengar, membaca, sama dengan percaya, oleh karena itu mereka menerima ide: masuklah ke kendaraan jama’ah, ikutilah garis partai. Untuk mengikuti orang banyak dan pendapat umum merupakan perlindunganbagi orang yang binggung dan berpikiran yang lelah. Kecendrungan konformis semacam itu merukan tanah yang subur bagi iklan dan propaganda yang lihai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesalahan semantik, kesalahan formal dan kesalahan empiris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tekanan pendapat umum, purbasangka, propaganda serta tunduk secara buta terhadap otoritas bukan merupakan semua hambatan berpikir. Kita semua memiliki dorongan dan adat. Adat adalah sangat baik untuk memilihara kegiatan hidup yang rutin, tetapi ia tidak membantu malah kadang-kadang banyak menyulitkan jika kita menghadapi situasi baru yang belum terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat juga banyak kesalahan berpikir atau pelanggaran terhadap prinsip-prinsip logika dan konsistensi. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat dibagi dalam tiga kelompok. Kesalahan semantic disebabkan oleh pemakaian kata-kata secara tidak teliti atau tidak tepat. Kata-kata mungkin berganti arti selama kita mengadakan diskusi. Sebagai contoh: jika kata hukum (law) dalam pembicaraan tentang hokum alam (natural law), secara tidak terasa diganti dengan hokum Negara atau hokum moral dalam arti kaidah tingkah laku, kita telah mengganti arti kata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan format terjadi kita mengambil kesimpulan yang salah dari dasar pikiran (premise) kita. Mungkinj kita membicarakan tentang semua anggota kelompok, sedangkan dasar pikiran kita hanya membicarakan tentang sebagian dari anggota kelompok. Kesalahan empiris terjadi karena kita melakukan generalisasi secara tergopoh-gopoh. Karena sesuatu kejadian terjadi sesudah kejadian lain, mungkin kita condong untuk mengatakan bahwa kejadian pertama adalah sebab dari kejadian kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjauhi generalisasi yang tergopoh-gopoh, kita perlu mengetahui corak premise yang daripadanya kita dapat menarik kesimpulan yang benar, dan juga kondisi-kondisi di mana kita dapat mengadakan generalisasi dari pengetahuan tentang hal-hal yang khusus (particular). Deduksi dan induksi adalah proses pemikiran yang kita perlukan untuk mengetahuinya supaya kita dapat menjauhkan diri dari hambatan yang serius dalam pemikiran kita. Deduksi dan induksi adalah dua istilah untuk melukiskan metoda yang kita pakai untuk bergerak dari bukti kepada kesimpulan yang didasarkan kepadanya. Deduksi adalah proses yang kita pakai untuk menarik suatu suatu kesimpulan dari satu dasar pikiran (premise) atau lebih. Jika cara penarikan kesimpulan itu benar, dan kesimpulannya betul-betul muncul, maka deduksi itu benar. Sebagai contoh: jika kita berkata: “semua orang itu mati (mortal)”, dan “Socrates adalah manusia”, maka kesimpulan yang kita ambil adalah “Socrates akan mati (mortal)”. Di sini semua dasar pikiran (premise) adalah bukti yang relevan untuk kebenaran kesimpulan.&lt;br /&gt;Di lain pihak, induksi adalah empiris, karena hubungan dengan benda. Ia berusaha untuk mengambil kesimpulan mengenai semua anggota kelas setelah menyelidiki sebagian saja atau mengenai anggota kelas yang tidak diselidiki. Tujuannya adalah untuk menyelidiki sebagian saja atau mengenai anggota kelas yang tidak diselidiki. Maksudnya adalah untuk membentuk suatu pernyataan yang benar. Sebagai contoh, setelah menyelidiki beberapa burung gagak atau bilangan lebih banyak lagi, dapatlah kita menarik kesimpulan bahwa burung gagak yang kita lihat berwarna hitam? Bentuk-bentuk deduksi dan induksi adalah terlalu banyak untuk disebutkan di sini, tetapi pembaca yang belum biasa dengan cara-cara berpikir ini serta bentuk-bentuk yang akan diambilkan, begitu juga kesalahan-kesalahan yang dapay menyesatkan pemikiran, dianjurkan untuk membaca buku logika yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesalahan “Ad Hominem”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu dari hambatan yang sangat sering terjadi terhadap pemikiran yang jelas adalah kesalahan “ad hominem” (kepada manusia). Pemikiran yang salah beralih dari suatu issue kepada orang. Kita dapatkan hal ini dalam berita-berita, tajuk rencana, pidato-pidato politik, perdebatan agama bahkan dalam pecakapan biasa antara seorang dengan seorang lain. “Saya tahu bahwa Tuhan itu tidak ada, karena semua orang percaya kepada Tuhan karena sebab-sebab psikologis”. Perhatikanlah apa yang telah terjadi. Yang menjadi issue adalah wujud Tuhan. Tetapi cara berpikir dari penyelidikan issue tersebut telah beralih kepada perhatian terhadap motivasi manusia untuk percaya. Motivasi manusia telah membuktikan atau meniadakan wujud Tuhan. Walaupun umpamanya dapat dibuktikan bahwa semua orang yang beragama itu mempunyai pikiran yang tidak sehat, issue terpisah, yakni issue tentang adanya Tuhan, telah dianggap sepi. Sesungguhnya, motivasi manusia tidak mengisbatkan (menetapkan) atau menafikan sesuatu issue; motivasi tersebut hanya menyajikan sebab-sebab yang mugkin untuk persetujuan atau penolakan orang terhadap sesuatu ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Musuh saya adalah pembohong. Ia tak dapat dipercaya”. Menyerang budi pekerti seseorang adalh suatu metoda ad hominem yang lain. Pembicara tidak bersandar kepada bukti untuk membuktikan atau membatalkan isu; sebagai gantinya, ia mengandalkan: mengundang nama (name calling). Ia menyerang pribadi musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jones percaya kepada manfaat penjemputan anak dengan bis. Apakah yang ia ketahui tentang hal itu. Ia tidak punya anak.”&lt;br /&gt;“Jangan percaya akan apa yang ia katakana; ia itu berbeda”. Suatu metoda ad hominem menjauhi usaha pikiran untuk memeriksa isu. Ia gagal untuk memperkuat atau menolak suatu pernyataan; ia menggunankan serangan pribadi sebagai ganti bukti yang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Harold H Titus (Denilson University), Marilyn S. Smith (University of Hartford) dan Richard T. Nolan (Mattutuck Community College).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-3148151179616353265?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/3148151179616353265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=3148151179616353265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3148151179616353265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3148151179616353265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/penghambat-kepada-pemikiran-yang-jelas.html' title='Penghambat Kepada Pemikiran yang Jelas'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-578840663179916986</id><published>2007-11-08T13:58:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T13:59:48.399+07:00</updated><title type='text'>Jangan Mudah Mengatakan Haram</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya tujukan kepada yang terhormat para ulama yang sangat ringan lisannya dalam kata-kata “haram” yang sering mereka ucapkan pada waktu member fatwa dan dalam pembahasan-pembahasan mereka ketika menulis. Hendaklah mereka mengingat Allah ketika mengucapkan kata-kata serta menyadari bahwa kata-kata “haram” itu merupakan perkataan yang membahayakan,karena yang dimaksud oleh kata-kata ini ialah dikenakannya hukuman/siksaan dari Allah terhadap perbuatan (yang dikatakan haram) itu. Dan hal ini tidak dapat diketahui dengan menerka-nerka dan kelakar, tidak pula dengan hadist, dan juga dengan semata-mata yang termaktub dalam kitab terdahulu. Tetapi pengharaman suatu atau ijma’ yang muktabar dan sahih. Kalaulah tidak terdapat dasar yang demikian, maka daerah kemaafan dan kebolehan itu adalah luas, dalam hal ini terdapat teladan yang bagus pada para salaf yang saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik, berkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat bagi saya daripada saya ditanya tentang suatu masalah, halal atau haram, karena ini merupakan sesuatu yang qath’I (pasti) dalam hokum Allah. Saya dapati ahli-ahli ilmu di negeri kami, jika ditanya tentang suatu masalah, seakan-akan mereka sedang dihadapkan kepada kematian. Sementara saya lihat orang-orang pada zaman kita sekarang ini suka berbicara tentang fatwa, dan seandainya mereka mengetahui apa yang bakal mereka hadapi, niscaya mereka akan menyedikitkan hal ini. Adapun Umar Ibnu Khattab, Ali dan sahabat-sahabat besar lainnya, apabila menghadapi persoalan-persoalan – padahal mereka adalah sebaik-baik generasi kenabian nabi Muhammad – mereka mengumpulkan sahabat-sahabat yang lain (barangkali ada infomasi dari Nabi yang mereka ketahui atau bagaiman pandangan mereka mengenai masalah ini), kemudian mereka tetapkan fatwa mengenai masalah tersebut. Sedangkan orang-orang zaman sekarang suka membanggakan diri, yang dengan demikian terbukalah bagi mereka pintu kezaliman menurut kadar ukuran masing-masing.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik juga berkata, “ Orang-orang salaf yang menjadi panutan dan menjadi sandaran Islam, tidak pernah mengatakan, ‘ Ini halal dan ini haram.’ Tetapi mereka suka mengatakan, ‘ Saya tidak suka ini dan saya pandang begini.’ Sedangkanmenetapkan hokum halal dan haram, maka yang demikian itu adalah mengada-ada terhadap Allah. Apakah anda tidak mendengar firman Allah:&lt;br /&gt;“Katakanlah, terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal. ‘Katakanlah, Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?’ “ (Yunus, 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, yang halal ialah apa yang dihalalkan Allah dan RasulNya dan yang haram itu ialah apa yang diharamkan Allah dan RasulNya.”&lt;br /&gt;Imam Syafi’I meriwayatkan dalam Al Umm dari Imam Abu Yusuf, sahabat Imam Abu Hanifah, beliau berkata, “Saya dapati syekh-syekh kita dari kalangan ahli ilmu, di dalam memberi fatwa itu mereka tidak suka mengatakan, ‘ Ini halal dan ini haram’, kecuali apa yang terdapat keterangannya secara jelas dalam kitab Allah Azza wa Jalla tanpa memerlukan penafsiran.”&lt;br /&gt;Sementara itu, as Saib menceritakan kepada kami (Imam Syafi’i) dari Rabi’ bin Khaitsam – seorang tabi’in yang agung – bahwa beliau berkata, “Janganlah salah seorang di antara kamu mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah telah menghalalkan ini atau meridhainya! Lantas Allah menempelak dengan mengatakan kepadanya, ‘Aku tidak menghalalkan ini dan tidak meridhainya.’ Dan jangan sampai berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan ini ,’ lalu Allah menyangkal, ‘Engkau berdusta, Aku tidak mengharamkannya dan tidak melarangnya.’ “&lt;br /&gt;Sebagian sahabat kami menceritakan kepada kami dari Ibrahim an Nakha’I bahwa beliau bercerita mengenai sahabat-sahabat beliau bahwa apabila mereka berfatwa tentang sesuatu atau melarangnya, mereka mengatakan, “ Ini tidak disukai dan ini tidak apa-apa.” Adapun mengatakan ini halal dan ini haram, maka yang demikian itu dianggap perkara yang terlalu besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yang dikemukakan oleh al Qadhi Abu Yusuf dan dikutip oleh Imam Syafi’I, dan tidak ada seorangpun yang menyangkal kutipan ini beserta kandungannya, bahkan sebaliknya mereka mengakuinya. Dan tidaklah seseorang mengakui sesuatu melainkan karena ia menyakini kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta ‘ini halal dan ini haram’, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah tidaklah beruntung.” (An Nahl; 116)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Yusuf Qardhawi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-578840663179916986?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/578840663179916986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=578840663179916986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/578840663179916986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/578840663179916986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/jangan-mudah-mengatakan-haram.html' title='Jangan Mudah Mengatakan Haram'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-6276215083538525152</id><published>2007-11-08T13:47:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T13:52:32.351+07:00</updated><title type='text'>Teori Evolusi</title><content type='html'>Teori evolusi berawal dari sebuah pertanyaan besar yang telah menganggu pikiran manusia dari dahulu, yaitu “DARI MANA ASAL MANUSIA?”. Banyak pandangan lahir, namun Teori Evolusilah yang paling mengemparkan.&lt;br /&gt;    Teori Evolusi secara kasar digambarkan sebagai teori yang mengatakan bahwa manusia berasal dari binatang, jelasnya dari kera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    Evolusi dari segi bahasa (Bahasa Inggris: evolution), berarti perkembangan. Dalam ilmu sejarah, evolusi diartikan sebagai perkembangan social, ekonomis, politis yang berjalan sedikit demi sedikit, tanpa unsur paksaan. Dalam ilmu pengetahuan, istilah evolusi diartikan sebagai perkembangan berangsur-angsur dari benda yang sederhana menuju benda yang lebih sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks biologi modern, evolusi berarti perubahan frekuensi gen dalam suatu populasi. Akumulasi perubahan gen ini menyebabkan terjadinya perubahan pada makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tokoh-Tokoh Teori Evolusi Awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. B. de Lamarck (1774-1829)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Lamarck adalah seorang sarjana Perancis, merupakan orang pertama yang secara tegas menyatakan bahwa kehidupan berkembang dari tumbuh-tumbuhan menuju binatang, dan dari binatang menuju manusia. Namun, pandangannya pada waktu itu belum mendapat banyak perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Charles Darwin (1809-1882)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Darwin adalah ahli zoology yang berasal dari Inggris. Dalam bukunya “The Origin of Species)” (Terjadinya Jenis-Jenis), yang terbit tahun 1859, ia merumuskan pandangan bahwa: semua jenis binatang berasal dari satu sel purba. Sel-sel purba ini menurut Darwin diciptakan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1871, terbit buku kedua Darwin, “The Descent of Man” (Asal Usul Manusia). Dalam buku ini, ia mengatakan: binatang yang paling maju, yaitu kera, dengan proses struggle of life, sedikit demi sedikit berubah, dan dalam jenisnya yang paling sempurna, mengarah menuju wujud kemanusiaan. Binatang menjadi manusia. Pandangan ini diperkuat dengan ditemukannya tengkorak Manusia Neanderthal tahun 1856 di Lembah dekat Dusseldorf, Jerman Barat. Manusia Neanderthal menyerupai kera dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ernst Heirich Haeckel (1834-1919)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Haeckel adalah sarjana ilmu pengetahuan berkebangsaan Jerman. Ia menolak penciptaan sama sekali. Menurutnya, dunia ini kekal, tak ada permulaan, dan hidup tercipta dengan sendirinya secara mekanis. Demikian juga halnya dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haeckel dalam bukunya “Naturliche Schopfungsgeschichte” (Sejarah Penciptaan) mengatakan, bahwa sebelum manusia Neanderthal tentu pernah hidup semacam “keramanusia” yang disebutnya “Pithecanthropus”. Namun sampai waktu fossil semacam keramanusia itu belum ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pengaruh Haeckel timbullah kebiasaan untuk menyamaratakan manusia dengan kera, melalui ungkapan “manusia berasal dari kera”. Haeckel yang sikapnya atheis membuka lebar jalan bagi penganut teori evolusi yang menentang Tuhan terutama Marxisme dan Komunisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkembangan Teori Evolusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biologis (Aspek Lahiriah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar bukti biologis/fisically yang membuktikan teori evolusi ada 3, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Penemuan fosil-fosil dari zaman purba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fosil adalah kerangka atau bagian kerangka baik dari hewan, tumbuh-tumbuhan, atau manusia, yang pernah hidup di zaman purbakala. Menurut fosil, manusia purba dapat di golongkan atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Manusia pra-Neanderthal (antara 600.000-150.000 tahun yang lalu)&lt;br /&gt;Dari hasil penemuan-penemuan pada zaman ini, Klaatsch ,menyimpulkan bahwa manusia tidak berasal langsung dari kera primat (kera modern), tapi dari semacam makhluk turunan dari species kera umum, yang merupakan pendahulu baik dari kera-kera modern maupun dari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Manusia Neanderthal (hidup 150.000-60.000 tahun yang lalu)&lt;br /&gt;Kebudayaan Manusia Neanderthal tampak jelas yaitu dengan ditemukannya alat-alat kerja dari batu dan tulang dan juga tempat kuburan serta tempat makanan. Sehingga kemanusiaan manusia Neanderthal tidak dapat diragukan lagi. Kesadaran untuk beragama telah mulai membenih dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.    Manusia Post-Neanderthal (60.000-10.000 tahun yang lalu)&lt;br /&gt;Manusia pada zaman ini dizamakan Homo sapiens. Mereka tidak hanya mengenal alat-alat kerja yang halus, lebih dari itu, mereka telah menguburkan yang mati, memiliki kemampuan untuk merenungkan hidupnya sendiri dan seluruh alam. Ia menjadi pelukis, manjadi seniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Keajaiban Atom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah benar benda-benda itu statis, mati. Kenyataannya adalah benda itu sanggup berubah dari intinya (atom), tidak sekedar berubah secara fisik saja. Terjadi perubahan dalam inti atom dan kefleksibelannya dalam menyatukan diri dengan atom lain. Susunan dari bagian-bagian elementer (proton, neutron, electron) sangat berbeda dengan variasi yang tak terbatas, apalagi peralihannya. Hal dapat ditafsirkan sebagai cermin dari perubahan-perubahan yan berlangsung dalam bidang yang lebih tinggi, yaitu dalam alam tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Inti pendorong evolusi adalah enersi. Para ahli tidak bisa memastikan apakah bentuk enersi itu berupa materi, karena bagian elementer atom sama sekali tidak dapat dilihat, tidak dapat dibayangkan atau digambarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Satu Sel Menjadi Bayi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan yang dialami oleh anak bayi dalam kandungan wanita adalah suatu kejadian yang paling mengesankan bagi teori evolusi. Kejadian itu disebut “ontogenese”. Dengan istilah itu dimaksudkan: perkembangan yang dialami dari satu sel menuju wujud kemanusiaan. Ontogenese menunjukkan betapa hebat kekuatan alam mengembangkan sesuatu yang serba sederhana menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tiga bukti ini, masih ada bukti-bukti fosil-fosil binatang dan tumbuhan, perkembangan bintang-bintang yang dasyat sebagaimana dapat disaksikan oleh astronomi untuk menguatkan teori evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesadaran (Aspek Batin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika Darwin tokoh vital teori evolusi awal, di zaman modern ini, Teilhard de Chardin, sarjana paleontology dari Perancis, yang sangat popular dalam teori evolusi. Menurut Teilhard bumi mengalami 3 fase evolusi:&lt;br /&gt;Fase Geosfer: fase terciptanya matahari dan planet-planet (termasuk bumi). Pada fase ini belum ada kehidupan, namun perubahan alam berjalan terus.&lt;br /&gt;Fase Kehidupan (biosfer): bermula dari sel-sel, sampai pada tingkat perkembangan tertinggi. Loncatan evolusi terpenting adalah munculnya manusia.&lt;br /&gt;Fase pikiran: manusia berkembang dari pola kehidupan primitif sampai pada kehidupan modern yang ditandai teknik dan industri modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teilhard mengatakan, setiap benda memiliki dua segi yang saling berjalin, yaitu segi luar (without): seluruh struktur benda sejauh dapat diukur, diperiksa secara fisika-kimia, dan segi dalam (within): konsentrasi psikis-inti kecendrungan dari benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Teilhard, konsentrasi psikis itu disebut “kesadaran”. Kesadaran nampak jelas dalam diri manusia, namun ada juga dalam binatang sebagai perasaan dan insting, dan dalam tumbuh-tumbuhan sebgai hidup vegetatif. Sedangkan dalam benda mati “kesadaran” itu masih tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segi luar dan segi dalam tidaklah merupakan dua bagian yang berlainan dalam suatu benda, melainkan dua sudut dari kenyataan yang sama, sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan. Jadi benda bukanlah semacam kumpulan atom-atom yang berjajaran secara mekanis saja, melainkan suatu penyatuan atom-atom dan molekul-molekul dengan daya kecendrungan tertentu. Kecendrungan itu, “kesadaran” itu, adalah kunci evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benda mati, kombinasi atom dan molekul masih relatif sederhana dan sejalan dengan kesederhanaan segi luar itu, konsentrasi psikis, segi dalamnya-pun masih sederhana dan tipis. Makin kompleks, makin kaya segi lahir, yakni kombinasi molekul-molekulnya, makin padat dan kuatlah segi batinnya. Evolusi menuju struktur benda yang semakin sempurna adalah sekaligus evolusi menuju kesadaran batin yang semakin memusat. Sampai suatu saat, terjadilah loncatan maha penting dalam proses evolusi alam semesta, yaitu: meningkatnya kesadaran instinktif menjadi kesadaran reflektif, lahirnya pikiran. Terjadilah jiwa manusiawi. Manusia sadar bahwa dirinya “sadar”, dapat berkata “aku”, dapat memikirkan masa lampau dan masa depan, mengambil kesimpulan, dan merencanakan. Ia sendiri kini menjadi pendorong evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin kompleks, makin bersatulah benda – itulah hukum evolusi–, yang disebut oleh Teilhard “loi de complexite et de conscience” (hukum eratnya hubungan antara kompleksifikasi materi dan konsentrasi batin, yaitu kesadaran). Dan bisa ditambahkan bahwa; makin bersatu, makin bebas dari pengaruh luar, makin merdekalah ia dalam dirinya sendiri. Kebebasan mencapai puncaknya dalam diri manusia. Ia merupakan satu personality, kepribadian yang menyeluruh dalam dirinya sendiri. Ia bebas menentukan nasibnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan dari Teilhard merupakan pukulan yang mematikan bagi materialisme. Ia menunjukan bahwa evolusi tidak berjalan atas susunan materi belaka, tidak berkembang dari kebetulan, tetapi secara terarah, berdasarkan kesadaran batin, seakan-akan dalam benda itu tertanam suatu rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan mutlak antara segi lahir dan batin (tubuh dan jiwa) membawa kesimpulan-kesimpulan yang revolusioner. Pertama, manusia, seluruhnya jiwa dan badan berasal dari bapak ibu, dari leluhur. Jadi bukanlah bahwa anak bayi tubuhnya berasal dari sel telur perempuan dan sperma lelaki, sedang jiwanya pada pembuahan langsung diciptakan Tuhan. Tetapi, bapak ibu secara total, jiwa dan badan, menurunkan anak. Kedua: jika manusia meninggal, tubuh tidak akan mutlak terpisah dari jiwa, dan itu merupakan dasar dari kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teori evolusi bukan lagi teori evolusi dari Darwin. Darwin sudah jauh ketinggalan. Meskipun ia tetap berjasa, namun teorinya sudah demikian mendapat koreksi, hingga teori evolusi tidak dapat disebut dan disamaratakan dengan Darwinisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ribuan tahun manusia berevolusi dalam kesadaran. Manusia telah mencapai tingkat kompleksitas yang tinggi, baik dalam pemikiran, perasaan maupun kegiatan-kegiatan hidupnya. Lebih-lebih dalam 300 tahun terakhir, telah terjadi peningkatan yang luar biasa di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kemampuan-kemampuan intelektuil yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya titik terpenting teori evolusi bagi kehidupan manusia hari ini adalah penelaahan terhadap langkah-langkah perkembangan kebudayaan manusia. Sehingga kita akan memikirkan lagi asal usul seluruh kegiatan dan tujuan-tujuan dasar dari kegiatan tersebut. Di bidang ekonomi misalnya, dimana saat ini yang menguasai kegiatan ekonomi adalah kapitalistik dan penciptaan kebutuhan yang tidak perlu, banyak menyimpang dasarnya. Seni, terdistorsi dari pengungkapan perasaan kepada selera dangkal seperti pornografi. Sehingga, dengan pemahaman akan landasan kehidupan, manusia bisa merencanakan merintis kemajuan-kemajuan sejati di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dahler, Franz &amp;amp; Julius Chandra. Edisi XI 1993. Asal dan Tujuan Manusia. Penerbit Kanisius; Yogyakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-6276215083538525152?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/6276215083538525152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=6276215083538525152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/6276215083538525152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/6276215083538525152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/11/teori-evolusi.html' title='Teori Evolusi'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-6970347630613798749</id><published>2007-10-29T10:36:00.000+07:00</published><updated>2007-10-29T10:51:48.186+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="widgettitle"&gt;Artikel Terbaru Minggu Ini&lt;br /&gt;      &lt;/h2&gt;   &lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/anwar-ibrahim/"&gt;Anwar Ibrahim &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/maklumat-kkn/"&gt;Maklumat KKN &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/teman/"&gt;Teman &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/lebaran/"&gt;Lebaran &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/menunggumu/"&gt;Menunggumu &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/di-kota-ini/"&gt;Di Kota Ini &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/ungkapan-hati/"&gt;Ungkapan Hati &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/rindu-pulang-kampung/"&gt;Rindu Pulang Kampung &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/harapan/"&gt;Harapan &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/thomas-hobbes/"&gt;Thomas Hobbes &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/charles-r-darwin/"&gt;Charles R. Darwin &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/aristoteles/"&gt;Aristoteles &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/socrates/"&gt;Socrates &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/mutiara-filsafat/"&gt;Mutiara Filsafat &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;      &lt;li&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/10/24/hukum-mendengarkan-musik-dan-nyanyian/"&gt;Hukum mendengarkan musik dan nyanyian &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-6970347630613798749?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/6970347630613798749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=6970347630613798749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/6970347630613798749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/6970347630613798749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/10/artikel-terbaru.html' title=''/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-114147297419557846</id><published>2007-10-24T09:22:00.000+07:00</published><updated>2007-10-25T09:10:44.751+07:00</updated><title type='text'>Artikel</title><content type='html'>&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;google_ad_client = "pub-3410366777922277";&lt;br /&gt;google_ad_width = 468;&lt;br /&gt;google_ad_height = 15;&lt;br /&gt;google_ad_format = "468x15_0ads_al_s";&lt;br /&gt;google_ad_channel = "";&lt;br /&gt;//--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&lt;br /&gt;  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/09/05/kaum-cendekiawan-berpolitiklah/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Kaum Cendekiawan, Berpolitiklah!"&gt;Kaum Cendekiawan, Berpolitiklah!&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 5th Sep, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/08/07/orang-barat-kehilangan-agama/" rel="bookmark" title="Permanent Link to ORANG BARAT KEHILANGAN AGAMA"&gt;ORANG BARAT KEHILANGAN AGAMA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 7th Agt, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/08/07/kontradiksi-antara-tafsir-bil-ma%e2%80%99tsur-dengan-bir-ra%e2%80%99yi/" rel="bookmark" title="Permanent Link to KONTRADIKSI ANTARA TAFSIR BIL MA’TSUR DENGAN BIR RA’YI"&gt;KONTRADIKSI ANTARA TAFSIR BIL MA’TSUR DENGAN BIR RA’YI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 7th Agt, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/08/07/kebangsaan-menurut-al-qur%e2%80%99an/" rel="bookmark" title="Permanent Link to KEBANGSAAN MENURUT AL QUR’AN"&gt;KEBANGSAAN MENURUT AL QUR’AN&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 7th Agt, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/08/07/tafsir-dan-takwil/" rel="bookmark" title="Permanent Link to TAFSIR DAN TAKWIL"&gt;TAFSIR DAN TAKWIL&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 7th Agt, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/08/04/syeikh-dr-sayyid-muhammad-nuh-telah-tiada-sang-dai-itu-telah-tiada/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Syeikh Dr. Sayyid Muhammad Nuh Telah Tiada (Sang Da’i Itu Telah Tiada)"&gt;Syeikh Dr. Sayyid Muhammad Nuh Telah Tiada (Sang Da’i Itu Telah Tiada)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Sabtu, 4th Agt, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/08/04/catatan-untuk-abdullah-ahmed-an-naim/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Catatan untuk Abdullah Ahmed An-Naim"&gt;Catatan untuk Abdullah Ahmed An-Naim&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Sabtu, 4th Agt, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/27/pembangunan-kembali-istano-basa-pagaruyung/" rel="bookmark" title="Permanent Link to PEMBANGUNAN KEMBALI ISTANO BASA PAGARUYUNG"&gt;PEMBANGUNAN KEMBALI ISTANO BASA PAGARUYUNG&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 27th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/27/ilmuan-paleoanthropology-dunia-membahas-penemuan-manusia-flores/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Ilmuan Paleoanthropology Dunia membahas Penemuan Manusia Flores"&gt;Ilmuan Paleoanthropology Dunia membahas Penemuan Manusia Flores&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 27th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/27/indonesia-termasuk-5-negara-dengan-konsumsi-rokok-terbesar-di-dunia/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Indonesia termasuk 5 Negara dengan Konsumsi Rokok Terbesar di Dunia"&gt;Indonesia termasuk 5 Negara dengan Konsumsi Rokok Terbesar di Dunia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 27th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/24/aku-telah-kehilangan-rasa-cinta/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Aku telah kehilangan rasa cinta"&gt;Aku telah kehilangan rasa cinta &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 24th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/24/kajian-ustadz-ridwan-hamidi-lc/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Kajian Ustadz Ridwan Hamidi, Lc."&gt;Kajian Ustadz Ridwan Hamidi, Lc.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 24th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/24/pentingnya-interpretasi-baru-dalam-sejarah-menurut-karl-raimund-popper/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Pentingnya Interpretasi Baru dalam Sejarah Menurut Karl Raimund Popper"&gt;Pentingnya Interpretasi Baru dalam Sejarah Menurut Karl Raimund Popper&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 24th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/24/daftar-alumni-asrama-mahasiswa-merapi-singgalang-dan-asrama-bundo-kanduang-yogyakarta/" rel="bookmark" title="Permanent Link to DAFTAR ALUMNI ASRAMA MAHASISWA MERAPI SINGGALANG DAN ASRAMA BUNDO KANDUANG YOGYAKARTA"&gt;DAFTAR ALUMNI ASRAMA MAHASISWA MERAPI SINGGALANG DAN ASRAMA BUNDO KANDUANG YOGYAKARTA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 24th Jul, 2007&lt;/span&gt;        &lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/24/membela-filsafat/" rel="bookmark" title="Permanent Link to MEMBELA FILSAFAT"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;MEMBELA FILSAFAT&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 24th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/24/analisis-terhadap-asrama/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Analisis Terhadap Asrama"&gt;Analisis Terhadap Asrama&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 24th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/24/analisis-menuju-terciptanya-asrama-yang-baik/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Analisis Menuju Terciptanya Asrama Yang Baik"&gt;Analisis Menuju Terciptanya Asrama Yang Baik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 24th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/23/lowongan-kerja-di-uea/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Lowongan Kerja di UEA"&gt;Lowongan Kerja di UEA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Senin, 23rd Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/18/masyarakat-islam-hadhari/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Masyarakat Islam Hadhari"&gt;Masyarakat Islam Hadhari&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 18th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/18/konsep-falsafah-islam-hadhari/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Konsep &amp;amp; Falsafah Islam Hadhari"&gt;Konsep &amp;amp; Falsafah Islam Hadhari&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 18th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/18/saudi-dan-wahhabisme-difitnah/" rel="bookmark" title="Permanent Link to SAUDI DAN WAHHABISME DIFITNAH"&gt;SAUDI DAN WAHHABISME DIFITNAH&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 18th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/11/magister-sains-psikologi/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Magister Sains Psikologi"&gt;Magister Sains Psikologi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 11th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/11/penerimaan-santri-baru-pondok-pesantren-islamic-centre-bin-baz-yogyakarta/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Islamic Centre BIN BAZ Yogyakarta"&gt;Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Islamic Centre BIN BAZ Yogyakarta&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 11th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/11/lktm-lingkungan-hidup/" rel="bookmark" title="Permanent Link to LKTM Lingkungan Hidup"&gt;LKTM Lingkungan Hidup&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 11th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/04/tulisan-lafadz-allah-%e2%80%9dmuncul%e2%80%9d-di-lantai/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Tulisan Lafadz Allah ”Muncul” di Lantai"&gt;Tulisan Lafadz Allah ”Muncul” di Lantai&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 4th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/04/ibn-khaldoun-essay-contest-2007/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Ibn Khaldoun Essay Contest 2007"&gt;Ibn Khaldoun Essay Contest 2007&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 4th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/07/04/usm-i-sejarah/" rel="bookmark" title="Permanent Link to USM I (Sejarah)"&gt;USM I (Sejarah)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 4th Jul, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/06/29/sir-salman-rusdhie/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Sir Salman Rusdhie"&gt;Sir Salman Rusdhie&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 29th Jun, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/06/25/luka/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Luka"&gt;Luka&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Senin, 25th Jun, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/06/25/cinta-sejati-2/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Cinta Sejati"&gt;Cinta Sejati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Senin, 25th Jun, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/06/14/fotografi-vs-lukisan-tangan/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Fotografi Vs Lukisan Tangan"&gt;Fotografi Vs Lukisan Tangan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 14th Jun, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/06/14/memikirkan-kembali-slogan-%e2%80%9cislam-adalah-jawaban-kepada-semua-masalah%e2%80%9d/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Memikirkan Kembali Slogan: “Islam Adalah Jawaban kepada Semua Masalah”"&gt;Memikirkan Kembali Slogan: “Islam Adalah Jawaban kepada Semua Masalah”&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 14th Jun, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/06/14/hukumlah-dengan-keluasan-islam-bukan-sentimen/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Hukumlah dengan Keluasan Islam Bukan Sentimen"&gt;Hukumlah dengan Keluasan Islam Bukan Sentimen&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 14th Jun, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/06/14/bagaimana-meraih-hidup-bahagia/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Bagaimana Meraih Hidup Bahagia?"&gt;Bagaimana Meraih Hidup Bahagia?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 14th Jun, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/31/islam-dan-tantangan-modernisasi/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Islam dan Tantangan Modernisasi"&gt;Islam dan Tantangan Modernisasi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 31st Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/27/pedoman-hidup-warga-muhammadiyah/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Pedoman Hidup Warga Muhammadiyah"&gt;Pedoman Hidup Warga Muhammadiyah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Minggu, 27th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/27/rekomendasi-tanwir-2007/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Rekomendasi   TANWIR 2007"&gt;Rekomendasi   TANWIR 2007&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Minggu, 27th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/27/kesempatan-beasiswa-bagi-para-mahasiswa-indonesia/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Pribadi: KESEMPATAN BEASISWA BAGI PARA MAHASISWA INDONESIA"&gt;Pribadi: KESEMPATAN BEASISWA BAGI PARA MAHASISWA INDONESIA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Minggu, 27th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/27/zhawahir-al-afkar-al-muhammadiyyah-%e2%80%99abra-qarn-min-al-zaman/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Zhawãhir al-Afkãr al-Muhammadiyyah ’Abra Qarn min al-Zamãn"&gt;Zhawãhir al-Afkãr al-Muhammadiyyah ’Abra Qarn min al-Zamãn&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Minggu, 27th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/26/mengapa-prancis-sedemikian-khawatir-terhadap-agama/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Mengapa Prancis Sedemikian Khawatir terhadap Agama?"&gt;Mengapa Prancis Sedemikian Khawatir terhadap Agama?&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Sabtu, 26th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/25/saatnya-sunni-syiah-berdamai/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Saatnya Sunni-Syiah Berdamai"&gt;Saatnya Sunni-Syiah Berdamai&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 25th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/25/di-balik-sukses-olimpiade/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Di Balik Sukses Olimpiade"&gt;Di Balik Sukses Olimpiade&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 25th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/16/hak-perempuan/" rel="bookmark" title="Permanent Link to HAK PEREMPUAN"&gt;HAK PEREMPUAN&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 16th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/16/pornografi-dan-pornoaksi-dalam-pandangan-etika/" rel="bookmark" title="Permanent Link to PORNOGRAFI dan PORNOAKSI dalam PANDANGAN ETIKA"&gt;PORNOGRAFI dan PORNOAKSI dalam PANDANGAN ETIKA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 16th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/05/16/musibah/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Musibah"&gt;Musibah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 16th Mei, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/04/18/153/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Daftar Warga Asrama Mahasiswa Sumatera Barat"&gt;Daftar Warga Asrama Mahasiswa Sumatera Barat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 18th Apr, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/04/18/takkan/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Takkan"&gt;Takkan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 18th Apr, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/04/18/titik-balik/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Titik Balik"&gt;Titik Balik&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 18th Apr, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;         &lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/04/18/profil-asrama-mahasiswapemerintah-propinsi-sumatera-barat%e2%80%9c-merapi-singgalang-%e2%80%9d-yogyakarta/" rel="bookmark" title="Permanent Link to PROFIL ASRAMA MAHASISWAPEMERINTAH PROPINSI SUMATERA BARAT“ MERAPI SINGGALANG ” YOGYAKARTA"&gt;PROFIL ASRAMA MAHASISWAPEMERINTAH PROPINSI SUMATERA BARAT“ MERAPI SINGGALANG ” YOGYAKARTA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 18th Apr, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/04/17/enam-kalimat/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Enam Kalimat"&gt;Enam Kalimat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 17th Apr, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/03/14/gebrakan-unisula/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Gebrakan Unisula"&gt;Gebrakan Unisula&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 14th Mar, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/03/05/sebuah-renungan-sejarah-hidup/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Sebuah Renungan Sejarah Hidup"&gt;Sebuah Renungan Sejarah Hidup&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Senin, 5th Mar, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/15/ketika-ku-tergoda-ku-mengoda-ya-ukhti/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Ketika ku tergoda (KU MENGODA ) YA UKHTI"&gt;Ketika ku tergoda (KU MENGODA ) YA UKHTI&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 15th Feb, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/15/pengantar-studi-aqidah/" rel="bookmark" title="Permanent Link to PENGANTAR STUDI AQIDAH"&gt;PENGANTAR STUDI AQIDAH&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 15th Feb, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/15/kak/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Kak…"&gt;Kak…&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 15th Feb, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/15/kasih/" rel="bookmark" title="Permanent Link to KASIH"&gt;KASIH&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 15th Feb, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/15/seberkas-mata-air/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Seberkas Mata Air"&gt;Seberkas Mata Air&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 15th Feb, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/15/diari/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Diari"&gt;Diari&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 15th Feb, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/08/perlu-buku-besar-sains-islami/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Perlu Buku Besar Sains Islami"&gt;Perlu Buku Besar Sains Islami&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 8th Feb, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/02/08/paradoks-kebangkitan-islam/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Paradoks Kebangkitan Islam"&gt;Paradoks Kebangkitan Islam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Kamis, 8th Feb, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/01/31/buku-buku-yang-direkomendasikan-dan-diperingatkan-oleh-syaikh-%e2%80%98abdul-muhsin-al-%e2%80%98abbad/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Buku-buku yang direkomendasikan dan diperingatkan oleh Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad"&gt;Buku-buku yang direkomendasikan dan diperingatkan oleh Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 31st Jan, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/01/31/104/" rel="bookmark" title="Permanent Link to METODE ISTIDLAL  ANTARA NAQL DAN ‘AQL"&gt;METODE ISTIDLAL  ANTARA NAQL DAN ‘AQL&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 31st Jan, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/01/30/mari-mengenal-manhaj-salaf/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Mari Mengenal Manhaj Salaf"&gt;Mari Mengenal Manhaj Salaf&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 30th Jan, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/01/09/asrama-di-koran/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Asrama di Koran"&gt;Asrama di Koran&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 9th Jan, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2007/01/06/pengurus-asrama-mahasiswa-sumatera-barat-%e2%80%9cmerapi-singgalang-jogjakarta%e2%80%9d-periode-2006-2007/" rel="bookmark" title="Permanent Link to PENGURUS ASRAMA MAHASISWA SUMATERA BARAT  “MERAPI SINGGALANG JOGJAKARTA”  Periode: 2006-2007"&gt;PENGURUS ASRAMA MAHASISWA SUMATERA BARAT  “MERAPI SINGGALANG JOGJAKARTA”  Periode: 2006-2007&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Sabtu, 6th Jan, 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/06/hak-hak-istri-dalam-poligami/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Hak-Hak Istri dalam Poligami"&gt;Hak-Hak Istri dalam Poligami&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 6th Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/06/mutiara-hikmah/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Mutiara Hikmah"&gt;Mutiara Hikmah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Rabu, 6th Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/05/kegalauan/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Kegalauan"&gt;Kegalauan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 5th Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/05/memori/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Memori"&gt;Memori&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 5th Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/05/kau-dan-dia/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Kau dan Dia"&gt;Kau dan Dia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Selasa, 5th Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/01/dirimu-dan-kak-siti/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Dirimu dan Kak Siti"&gt;Dirimu dan Kak Siti&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 1st Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/01/sepenggal-kisah-tentangmu-kak/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Sepenggal Kisah tentangmu Kak"&gt;Sepenggal Kisah tentangmu Kak&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 1st Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/01/untukmu-kak-siti/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Untukmu Kak Siti"&gt;Untukmu Kak Siti&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 1st Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/01/ikhwanul-muslimin/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Ikhwanul Muslimin"&gt;Ikhwanul Muslimin&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 1st Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="archive"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/01/kritikan-hajjah-irena-handono-terhadap-prof-syafii-maarif-2/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Kritikan Hajjah Irena Handono terhadap Prof. Syafi’i Ma’arif"&gt;Kritikan Hajjah Irena Handono terhadap Prof. Syafi’i Ma’arif&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 1st Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://grelovejogja.wordpress.com/2006/12/01/kritikan-hajjah-irena-handono-terhadap-prof-syafii-maarif/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Buya Hamka"&gt;Buya Hamka&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Posted by: &lt;strong&gt;greata&lt;/strong&gt; on Jumat, 1st Des, 2006&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="archive"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--&lt;br /&gt;google_ad_client = "pub-3410366777922277";&lt;br /&gt;google_ad_width = 468;&lt;br /&gt;google_ad_height = 15;&lt;br /&gt;google_ad_format = "468x15_0ads_al_s";&lt;br /&gt;google_ad_channel = "";&lt;br /&gt;//--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&lt;br /&gt;  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-114147297419557846?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/114147297419557846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=114147297419557846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/114147297419557846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/114147297419557846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/10/artikel.html' title='Artikel'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-416199922490313408</id><published>2007-10-18T07:44:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T08:02:38.816+07:00</updated><title type='text'>Lowongan BPPT</title><content type='html'>&lt;center style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;    &lt;/center&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt; Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuka peluangkarir di bidang perekayasaan dengan status Pegawai Negeri Sipil (PNS).Bila Saudara memiliki idealisme untuk menerapkan kompetensi denganmengembangkan kajian dan terapan IPTEK dapat bergabung bersama kami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Adapun kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;b&gt; Lulusan D3 bidang ilmu:&lt;/b&gt; Grafika, Komputer, Perikanan, Pertanian, Teknik Elektro, Teknik Kimia.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;&lt;b&gt; Lulusan S1 bidang ilmu&lt;/b&gt;: Kimia, T.Sipil, Planologi, T.Pertambangan,&lt;br /&gt;     T.Perkapalan, T.Penerbangan, T.Metalurgi, T.Mesin, T.Lingkungan,&lt;br /&gt;     T.Informatika, T.Industri, T.Geodesi, Fisika, T.Elektro, Arsitektur, Psikologi,&lt;br /&gt;     Pertanian, Geografi, Geofisika Meteorologi, Komunikasi Massa, Kedokteran&lt;br /&gt;     Hewan, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi, Biologi, Adm. Negara.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt; Lulusan S2 bidang ilmu:&lt;/strong&gt; Pertanian, Biologi&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt; Lulusan S3 bidang ilmu:&lt;/strong&gt; Teknik Tenaga Listrik&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt; IPK: D3-S1 minimal 2,75; S2-S3 minimal 3,25&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Minat yang tinggi pada masalah IPTEK.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Usia maksimum per 01 Desember 2007 D3 : 25 tahun, S1 : 30 tahun, S2: 32 tahun, S3 : 35 tahun&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;Wajib bersedia ditempatkan di Jakarta, Serpong, Lampung, Yogyakarta dan Bali.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;      &lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;      &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;strong&gt;Kirimkan lamaran paling lambat tangal 22 Oktober 2007, dengan melampirkan berkas sbb :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     1. Fotokopi ijasah/transkrip dari PTN/PTS terakreditasi BAN minimal B;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     2. Fotokopi KTP dan dokumen lain yang mendukung;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     3. Pas photo ukuran 3 X 4 cm, 2 lembar,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;kepada&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;center style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;strong&gt;Kepala Biro SDM &amp;amp; Organisasi - BPPT Gedung I Lt. 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Jl. M.H. Thamrin 8, Jakarta Pusat 10340&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/center&gt;      &lt;ol style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;strong&gt;Catatan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;       &lt;li&gt;Bagi peserta yang lolos seleksi administrasi akan dipanggil mengikuti proses seleksi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;Biaya tranportasi &amp;amp; akomodasi saat pelaksanaan tes ditanggung peserta.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;Bagi peserta yang dinyatakan lulus seluruh proses seleksi tetapi&lt;br /&gt;     mengundurkan diri diwajibkan mengganti biaya yang telah dikeluarkan&lt;br /&gt;     Panitia sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;   &lt;li&gt;Keputusan Panitia bersifat mutlak.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Lihat juga&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.bppt.go.id/tmp/pengumuman.pdf"&gt;Pengumuman Lowongan CPNS BPPT&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.bppt.go.id/tmp/Formulir2007.pdf"&gt;Daftar Formasi CPNS BPPT Menurut Jabatan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Sumber: http://www.bppt.go.id/tmp/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-416199922490313408?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/416199922490313408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=416199922490313408' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/416199922490313408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/416199922490313408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/10/lowongan-bppt.html' title='Lowongan BPPT'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8585776486891008869.post-3081487808797473817</id><published>2007-10-13T10:48:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T11:12:07.597+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Kepada Pengunjung di Laman Gre Zone</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 102); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Dengan Penuh Keikhlasan dan Tulus Hati, Saya mengucapakan selamat Lebaran kepada seluruh pengunjung laman ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;Berdendang mari berdendang...Berdendang di seluruh alam...&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;Bergema suara bergema...Nazam lebaran&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;  Bertingkah rentak bertingkah...Bertingkah paluan rebana&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Berkisah alunan berkisah...Nazam lebaran&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;  Kuduskanlah kemaafan...Tuluskan keampunan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Di hari mulia ini...Sucikan diri&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;  Di langit (berkilauan)...Dan di bumi (berkelipan)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Nur Ilahi menerangi...Syukurlah (kepadanya)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Laungkanlah (kepujian)...Zikir rindu pada yang Esa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;  Bergemalah nazam lebaran&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;  Berkalamlah sejarah...Kehidupan manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Kembali jernih hati yang bersih...Di bulan yang mulia&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Kuduskanlah kemaafan...Tuluskanlah keampunan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Di hari mulia ini...Sucikan diri&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;  Di langit (berkilauan)...Dan di bumi (berkelipan)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Nur Ilahi menerangi...Syukurlah ( kepadana)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Laungkanlah ( kepujian)...Zikir rindu pada yang Esa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;  Puji pada Ilahi...Takbir di pagi mulia &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt; Raikan...Lebaran...Di hari kemenangan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;(By: Siti Nurhaliza)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;========================================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebuah Renungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Iklan puasa Gudang Garam memberikan sebuah pesan yang menarik bagiku. “Berkacalah, lihat diri sendiri”. Sudah terlalu banyak diri ini disibukan oleh aib dan kesalahan orang lain. Sering kali hati ini diracuni dengan ghibah tiada henti. Cukuplah sampai detik ini. Toh ketika habiskan waktu dengan semua itu hanya menjadikan karakter komentator dalam jiwaku. Menjadi sok bersih dan merasa diri paling benar. Sementara tiada perubahan diri yang dilakukan.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Sudah tiba saatnya untuk memperbaiki diri. Menempa kemampuan dengan berbagai keterampilan. Karena orang-orang yang terampillah yang akan survive dalam hidup. Terserah apapun itu, ataupun hanya satu. Yang penting ahli. Sekarang saatnya untuk mengasah kemampuan diri&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang terpendam oleh pesimistis dan rendahnya semangat. Manusia diciptakan Allah telah diberikan kelebihan tersendiri. Renungilah dan insya Allah akan kita ketahui apa yang lebih dari diri kita.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Banyak jalan yang bisa ditempuh. Pilihan jalan yang cocok untuk kita dan jangan lagi memandang sebelah jalan lain yang pilih orang lain. Karena masing-masing orang punya kecendrungan dan bakat yang berbeda. Tempuhlah jalanmu dan teruslah kan lewati setapak demi setapak. Sampai batas akhir yang telah ditentukan…&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt; Mulailah dari detik ini juga….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;==============================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 255, 255);"&gt;Persembahan laman ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam. Salawat beriringan salam kita do’akan pada Allah semoga disampaikan kepada nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. &lt;/span&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Allah memberikan petunjuk kepada kita melalui Alquran dan dengan nabiNya yang mulia yang akan menjamin kebahagiaan hidup kita di dunia dan di akhirat. Setiap langkah yang kita ayunkan, Setiap amal yang kita lakukan tak lepas dari pengawasan dan kehendakNya. Kita hanyalah manusia, yang diamanahi Allah untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Dan suatu waktu nanti kita akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Hidup adalah perjuangan. Sebelum ajal datang menjemput teruslah berjuang dengan segala kesanggupan dan kemampuan, hingga tiba hari untuk berbicara di hadapanNya nanti.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Saya ucapkan selamat datang kepada pengunjung laman ini. Semoga laman ini turut memberikan arti. Akhir kata saya ucapkan selamat menikmati…&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Alhamdulillah, akhirnya saya dapat merampungkan pembuatan web ini. Sebuah cita-cita yang sudah lama saya impikan. Web ini berisikan kajian-kajian, informasi dan artikel-artikel mengenai Islam, Psikologi, Filsafat, Minangkabau serta Biografi tokoh-tokoh dunia di berbagai bidang. Selain itu web ini juga menyajikan informasi pengajian agama Islam, informasi tentang asrama Merapi Singgalang dan asrama Bundo Kanduang Jogjakarta.&lt;/p&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 0, 51);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CgIbwy5Tjts/RxBE22FAf-I/AAAAAAAAABE/kM-fB3ETSQM/s1600-h/selamat+lebaran.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;SPESIAL LAMAN INI KUPERSEMBAHKAN KEPADA AYAHKU Alizar Ramli DAN IBUKU Gusnelli yang senantiasa menyayangiku-do’aku senantiasa untukmu Abi dan Ummi, ADIK-ADIKKU yang unik-unik &lt;img src="http://grelovejogja.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; syarif, Oka, Husnul, dan Titin -SELURUH KELUARGA BESARKU DI PARIAMAN Anduang, Mak Pik, Ande, Mak Etek, Tek Af, Mak Uwo yang begitu besar harapannya padaku, SOLOK DAN PAYAKUMBUH Amak, Atuak, Pepi.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;BUAT KAKAKKU TERCINTA “SITI NURHALIZA” yang berikan aku inspirasi cinta dan memahami akan hakikat makna.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;BUAT UYUNG atas pinjaman komputernya, TO TEMAN-TEMAN ASRAMA MERSI DAN BUNDO KANDUANG YOGYAKARTA spesial sekali to angkatan 2002-harapanku pada teman-teman semua jagalah asrama dan berikanlah sesuatu untuk kebaikan asrama.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;TEMAN-TEMAN MASJID POGUNG RAYA yang baik-baik, Teman-teman Wisma Al Madinah Pogung Mas Yarfik, Mas Rizal, Mas Dodo atas sms-sms tausiyahnya, Mas Tata, Mas Icuk, Mas Arya dan Oby.&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;TEMAN-TEMAN IMM UGM DAN BSKM yang membuat aku merasa dihargai dan menyadarkanku akan potensi diri yang ku miliki, spesially to Mas Ghufron, mas Luqman, mbak Ivana, mbak Ribkhir dan mas Ari&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;SAHABAT-SAHABAT SMA 1 KOTA SOLOK ANGKATAN 2002, PREGIMI, DEDI YANDRI, ZULBADRI, DEDI NOFRIUS kalianlah sahabat terbaik yang telah temani masa SMA ku-takkan kulupa kebersamaan kita yang pernah kita jalani bersama, Ref sahabat masa kecilku. Nadia, Liza, Greaty, Tia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;TERAKHIR SEKALI, LAMAN INI KU PERSEMBAHKAN BUAT BIDADARI HATIKU. INSAN YANG PALING KUSAYANGI. NAN AKAN MENGARUNGI HIDUP BERSAMAKU DALAM NAUNGAN IKATAN SUCI ABADI…ENTAH SIAPA ???…AKU TAK TAHU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata saya sangat mengharapkan masukan, tanggapan, kritik dan saran dari pengunjung semua. Terima kasih. Wassalamu’alaikum warah matullahi wabarakatuhu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;a href="http://go-ranahminang.web.id/" target="_new"&gt;===========================&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;a href="http://go-ranahminang.web.id/" target="_new"&gt;&lt;img style="width: 346px; height: 154px;" src="http://go-ranahminang.web.id/images/komunitas.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8585776486891008869-3081487808797473817?l=gre84.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gre84.blogspot.com/feeds/3081487808797473817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8585776486891008869&amp;postID=3081487808797473817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3081487808797473817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8585776486891008869/posts/default/3081487808797473817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gre84.blogspot.com/2007/10/assalamualaikum-warahmatullahi.html' title='Selamat Datang Kepada Pengunjung di Laman Gre Zone'/><author><name>greata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01651042516688718547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
